Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Harga Telur Lesu, Peternak Ayam Petelur di Magetan Terpaksa Gadai Sertifikat hingga Jual Sapi demi Bertahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 126
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga telur lesu, peternak berharap intervensi pemerintah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi tekanan ekonomi setelah penjualan telur mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski harga telur sempat membaik, kondisi tersebut belum mampu menutup kerugian yang telah mereka alami selama berbulan-bulan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual.

Di Kelurahan Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, ribuan kilogram telur masih menumpuk di kandang maupun rumah peternak karena belum terserap pasar. Dalam satu lokasi peternakan, stok telur yang belum terjual bahkan mencapai sekitar tiga ton.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia, Teguh Wahyudi, mengatakan harga telur di tingkat peternak sempat naik dari Rp19.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir harga kembali turun menjadi sekitar Rp22.500 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut belum mampu memulihkan kondisi keuangan peternak yang sebelumnya merugi cukup lama. Selain itu, penjualan telur kembali melambat sehingga stok terus menumpuk di kandang.

“Penjualan kembali terlambat. Banyak telur yang belum bisa keluar sehingga menumpuk di kandang. Akibatnya, banyak peternak memilih mengurangi populasi ayam dengan melakukan afkir dini karena sudah tidak sanggup menanggung biaya produksi,” ujar Teguh.

Ia mengungkapkan, dampak krisis tersebut semakin berat karena banyak peternak terpaksa mencari berbagai cara untuk mempertahankan usaha. Sebagian menggadaikan sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan, sementara lainnya mengosongkan sebagian kandang akibat berkurangnya populasi ayam.

Teguh berharap pemerintah melalui Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap tata niaga perunggasan, termasuk pengendalian populasi ayam petelur, distribusi Day Old Chick (DOC), serta menjaga stabilitas harga di tingkat peternak agar tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Kondisi serupa dialami Sumarno, peternak ayam petelur asal Alas Tuwo. Demi mempertahankan usahanya, ia terpaksa menjual seekor sapi miliknya seharga Rp37 juta. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar utang pakan yang sebelumnya diperoleh melalui pinjaman.

“Terpaksa menjual sapi karena tidak ada pilihan lain. Hasilnya dipakai untuk menutup kekurangan biaya pakan. Sampai sekarang penjualan telur juga masih belum lancar,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, sebagian besar peternak di wilayahnya kini berada dalam kondisi serupa. Banyak yang harus menjual aset maupun menggadaikan barang berharga demi menjaga usaha tetap berjalan.

Para peternak juga mengaku khawatir harga telur akan kembali anjlok apabila tidak ada langkah pengawasan terhadap rantai distribusi. Mereka menduga fluktuasi harga di tingkat peternak masih dipengaruhi permainan tengkulak.

Di sisi lain, mereka menilai serapan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah kembali berjalan masih belum optimal. Kondisi tersebut membuat permintaan pasar belum mampu menyerap produksi telur secara maksimal sehingga stok terus menumpuk di tingkat peternak.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal, serta memastikan kebijakan di sektor perunggasan berjalan efektif agar usaha peternakan rakyat dapat kembali bertahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterjang Longsor, Enam Warga Desa Depok Trenggalek Hilang

    Diterjang Longsor, Enam Warga Desa Depok Trenggalek Hilang

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Sinergia | Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Senin (19/5/2025) sore, memicu bencana tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. Akibat kejadian ini, enam warga dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsor. Proses evakuasi korban masih berlangsung hingga Selasa pagi (20/5/2025). Namun, upaya pencarian menghadapi kendala serius. Selain akses jalan […]

    Bagikan
  • Hutan Dolopo Giliran Jadi Sasaran Blandong Kayu, Polisi Amankan 1 Tersangka

    Hutan Dolopo Giliran Jadi Sasaran Blandong Kayu, Polisi Amankan 1 Tersangka

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Kawasan hutan di wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan kembali menjadi sasaran para blandong kayu. Baru-baru ini salah satu kawasan hutan di Dolopo dijarah pencuri kayu. Terduga pelaku berhasil ditangkap Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) Perum Perhutani KPH Madiun di jalan turut desa masuk Desa Doho pada Jumat (07/03/2025) malam. Kasi Humas […]

    Bagikan
  • Pengendara Motor Tewas usai Terjatuh dan Terlindas Truk Dump

    Pengendara Motor Tewas usai Terjatuh dan Terlindas Truk Dump

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Seorang pengendara sepeda motor Mu’alim (66) tewas usai terlindas truk di Jalan Raya Madiun – Ponorogo, tepatya masuk Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Kamis (24/7/2025). Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara, Sumilan warga Desa Sendangrejo Kecamatan/Kabupaten Madiun turut diamankan beserta truk nopol AE 9215 J. Ardiansyah, […]

    Bagikan
  • Puskesmas Gantrung Bantah Adanya Pengarahan Peserta BPJS PBID Rujukan ke RS Swasta

    Puskesmas Gantrung Bantah Adanya Pengarahan Peserta BPJS PBID Rujukan ke RS Swasta

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 277
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Manajemen Puskesmas Gantrung kecamatan Kebonsari kabupaten Madiun membantah adanya pengarahan rujukan berobat ke rumah sakit swasta di kota Madiun kepada pasien peserta BPJS PBID. Bantahan tersebut disampaikan Kepala puskesmas Gantrung drg. Rucama Tunggul Kuswoyo, ketika ditemui di tempat kerjanya pada hari minggu (5/1/2025) kemarin. “Klarifikasi ini atas berita yang beredar. Berita yang […]

    Bagikan
  • Siswa Mulai Pulih, Dugaan Keracunan MBG di Ngawi Sisakan Trauma Orang Tua

    Siswa Mulai Pulih, Dugaan Keracunan MBG di Ngawi Sisakan Trauma Orang Tua

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Sine, Kabupaten Ngawi, masih menyisakan kekhawatiran mendalam. Hingga Rabu malam (1/10/2025), sebagian siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Ngrambe sudah diperbolehkan pulang. Dari 18 pasien, kini hanya beberapa yang masih menjalani perawatan karena kondisi lemas. Meski kondisi mulai membaik, […]

    Bagikan
  • Kejanggalan Mayat Pria di Bengawan Madiun, Masih Berpakaian Lengkap

    Kejanggalan Mayat Pria di Bengawan Madiun, Masih Berpakaian Lengkap

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat mister x di aliran Bengawan Madiun, Kamis (14/08/2025) petang. Korban berjenis kelamin laki laki dan sampai saat ini masih belum diketahui identitasnya. Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Polsek Sawahan bersama Unit Reskrim […]

    Bagikan
expand_less