Berita Terkini
Trending Tags

Harga Telur Lesu, Peternak Ayam Petelur di Magetan Terpaksa Gadai Sertifikat hingga Jual Sapi demi Bertahan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga telur lesu, peternak berharap intervensi pemerintah. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali menghadapi tekanan ekonomi setelah penjualan telur mengalami perlambatan dalam beberapa pekan terakhir. Meski harga telur sempat membaik, kondisi tersebut belum mampu menutup kerugian yang telah mereka alami selama berbulan-bulan akibat tingginya biaya produksi dan rendahnya harga jual.

Di Kelurahan Alas Tuwo, Kecamatan Poncol, ribuan kilogram telur masih menumpuk di kandang maupun rumah peternak karena belum terserap pasar. Dalam satu lokasi peternakan, stok telur yang belum terjual bahkan mencapai sekitar tiga ton.

Perwakilan Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia, Teguh Wahyudi, mengatakan harga telur di tingkat peternak sempat naik dari Rp19.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Namun, dalam dua hari terakhir harga kembali turun menjadi sekitar Rp22.500 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut belum mampu memulihkan kondisi keuangan peternak yang sebelumnya merugi cukup lama. Selain itu, penjualan telur kembali melambat sehingga stok terus menumpuk di kandang.

“Penjualan kembali terlambat. Banyak telur yang belum bisa keluar sehingga menumpuk di kandang. Akibatnya, banyak peternak memilih mengurangi populasi ayam dengan melakukan afkir dini karena sudah tidak sanggup menanggung biaya produksi,” ujar Teguh.

Ia mengungkapkan, dampak krisis tersebut semakin berat karena banyak peternak terpaksa mencari berbagai cara untuk mempertahankan usaha. Sebagian menggadaikan sertifikat tanah maupun BPKB kendaraan, sementara lainnya mengosongkan sebagian kandang akibat berkurangnya populasi ayam.

Teguh berharap pemerintah melalui Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap tata niaga perunggasan, termasuk pengendalian populasi ayam petelur, distribusi Day Old Chick (DOC), serta menjaga stabilitas harga di tingkat peternak agar tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Kondisi serupa dialami Sumarno, peternak ayam petelur asal Alas Tuwo. Demi mempertahankan usahanya, ia terpaksa menjual seekor sapi miliknya seharga Rp37 juta. Uang hasil penjualan tersebut digunakan untuk membayar utang pakan yang sebelumnya diperoleh melalui pinjaman.

“Terpaksa menjual sapi karena tidak ada pilihan lain. Hasilnya dipakai untuk menutup kekurangan biaya pakan. Sampai sekarang penjualan telur juga masih belum lancar,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, sebagian besar peternak di wilayahnya kini berada dalam kondisi serupa. Banyak yang harus menjual aset maupun menggadaikan barang berharga demi menjaga usaha tetap berjalan.

Para peternak juga mengaku khawatir harga telur akan kembali anjlok apabila tidak ada langkah pengawasan terhadap rantai distribusi. Mereka menduga fluktuasi harga di tingkat peternak masih dipengaruhi permainan tengkulak.

Di sisi lain, mereka menilai serapan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah kembali berjalan masih belum optimal. Kondisi tersebut membuat permintaan pasar belum mampu menyerap produksi telur secara maksimal sehingga stok terus menumpuk di tingkat peternak.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, memperluas penyerapan hasil produksi peternak lokal, serta memastikan kebijakan di sektor perunggasan berjalan efektif agar usaha peternakan rakyat dapat kembali bertahan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 ASN DPUPR Kota Madiun Diperiksa KPK, Dalami Dugaan Fee Proyek Ke Wali Kota Nonaktif Maidi

    6 ASN DPUPR Kota Madiun Diperiksa KPK, Dalami Dugaan Fee Proyek Ke Wali Kota Nonaktif Maidi

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelisik kasus rasuah yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Kali ini, lembaga antirasuah itu memanggil sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) Kota Madiun pasa Rabu (25/02/2026). Pemeriksaan ASN tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo […]

    Bagikan
  • Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    Progres Pengerjaan Baru 10 persen, Gedung Sekolah Rakyat terus Dikebut

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo– Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo terus dikebut. Meski baru dimulai beberapa hari lalu, proses renovasi gedung bekas Sentra Industri di Jalan Trunojoyo itu ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025. Hingga Senin (7/7/2025), progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen. Belum terlihat adanya sekat untuk ruang kelas maupun asrama siswa. Selain itu, […]

    Bagikan
  • Ratusan Aset Kendaraan dari sejumlah OPD Pemkab Madiun Bakal Dilelang

    Ratusan Aset Kendaraan dari sejumlah OPD Pemkab Madiun Bakal Dilelang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun berencana merampingkan aset kendaraan operasional dinas dengan melelang ratusan unit kendaraan yang sudah tidak layak pakai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban APBD, khususnya pada pos belanja barang dan jasa. Kabid Aset dan Akuntansi BPKAD Kabupaten Madiun, Ririn Asmarani, mengatakan terdapat 105 unit kendaraan operasional mangkrak yang akan […]

    Bagikan
  • Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Ponorogo Gelar Rakor TIMPORA 2025

    Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kantor Imigrasi Ponorogo Gelar Rakor TIMPORA 2025

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat Kabupaten Ponorogo Tahun 2025, Rabu (28/05/2025), bertempat di Hotel Maesa Ponorogo. Kegiatan ini mengusung tema “Perkuat Koordinasi Bidang Pengawasan Keberadaan serta Kegiatan Orang Asing di Wilayah Kabupaten Ponorogo.” Rakor TIMPORA Ponorogo 2025 dihadiri berbagai […]

    Bagikan
  • Buruh FSBI Madiun Desak Penghapusan Disparitas Upah, Ini Kata Bupati Hari Wur

    Buruh FSBI Madiun Desak Penghapusan Disparitas Upah, Ini Kata Bupati Hari Wur

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Ronggo Jumeno, Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (01/05/2025). Aksi itu digelar bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Tuntutan utama mereka penghapusan kesenjangan upah antara Kabupaten Madiun dan kawasan industri di Ring […]

    Bagikan
  • Pembangunan Relokasi Pasar Hewan Pahingan Magetan Hampir Rampung

    Pembangunan Relokasi Pasar Hewan Pahingan Magetan Hampir Rampung

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pembangunan Pasar Hewan Maospati yang menjadi tempat relokasi dari Pasar Hewan Pahingan Maospati kini memasuki tahap akhir. Proyek yang berada di belakang Puskesmas Maospati tersebut telah mencapai progres sekitar 88 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2025 mendatang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, Sucipto, menjelaskan bahwa pemindahan […]

    Bagikan
expand_less