Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 144
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan soroti SILPA APBD 2025 Rp135,82 miliar. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp135,82 miliar. Besarnya SILPA dinilai menjadi indikator masih rendahnya penyerapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Sorotan tersebut disampaikan Badan Anggaran DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2025.

Dalam laporannya, Badan Anggaran mengungkapkan pendapatan daerah justru berhasil melampaui target. Realisasi pendapatan mencapai Rp2,072 triliun atau 102,52 persen dari target yang ditetapkan dalam Perubahan APBD 2025. Namun, capaian tersebut tidak diikuti dengan optimalnya realisasi belanja yang hanya mencapai 96,02 persen, sehingga menghasilkan SILPA sebesar Rp135,82 miliar atau sekitar 6,5 persen dari dana yang tersedia.

Plt Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengatakan tingginya SILPA harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, anggaran yang tidak terserap secara maksimal berpotensi menghambat manfaat pembangunan yang seharusnya dirasakan masyarakat.

Image Not Found
DPRD minta kelebihan bayar proyek segera dikembalikan. Foto : Kus-Sinergia

“Pendapatan daerah memang melampaui target, namun tingginya SILPA menunjukkan masih ada program yang belum terlaksana secara optimal. Ke depan, perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan kegiatan harus lebih cermat agar anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sujatno.

Selain tingginya SILPA, DPRD juga menyoroti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Magetan. Salah satunya adalah adanya kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan pada proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) senilai Rp29,88 juta. Badan Anggaran meminta kelebihan pembayaran tersebut segera diproses agar dikembalikan ke kas daerah.

Temuan lain juga ditemukan pada belanja hibah pekerjaan konstruksi dengan kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp30,56 juta. DPRD meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan pelaksanaan proyek sekaligus memproses pengembalian kelebihan pembayaran sesuai rekomendasi BPK.

Tidak hanya itu, BPK juga menemukan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada pekerjaan jalan, jaringan, dan irigasi di lingkungan DPUPR dengan nilai mencapai Rp387,39 juta. DPRD meminta seluruh temuan tersebut segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kerugian daerah.

Banggar juga mencatat adanya kesalahan penganggaran belanja barang dan jasa sebesar Rp51,98 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kesehatan. DPRD meminta pemerintah daerah memperbaiki penggunaan kode rekening belanja agar sesuai dengan ketentuan serta mencegah persoalan serupa terulang pada tahun anggaran berikutnya.

Sujatno menegaskan, seluruh rekomendasi hasil audit BPK harus menjadi perhatian serius seluruh OPD. Menurutnya, penyelesaian temuan bukan hanya berkaitan dengan administrasi keuangan, tetapi juga menjadi tolok ukur akuntabilitas pemerintah daerah dalam mengelola anggaran publik.

“Seluruh temuan BPK harus segera ditindaklanjuti. Pengembalian kelebihan bayar wajib diselesaikan dan pengawasan terhadap proyek fisik harus diperketat agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi. Akuntabilitas pengelolaan APBD harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

DPRD berharap evaluasi terhadap tingginya SILPA dan penyelesaian seluruh temuan BPK menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memperbaiki kualitas perencanaan, mempercepat penyerapan anggaran, serta meningkatkan efektivitas pengawasan pelaksanaan program sehingga APBD benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    Kasus Landak Jawa di Madiun Terungkap dari Laporan Warga, Polres Madiun Beberkan Kronologi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Kasus kepemilikan ilegal satwa dilindungi jenis Landak Jawa yang menjerat Darwanto, warga Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun rupanya bermula dari laporan masyarakat setempat. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi menjabarkan laporan tersebut diterima pihak kepolisian pada Desember 2024. Laporan itu diajukan oleh warga Desa Tawangrejo dan disertai dukungan […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    Bakal Ada Mutasi Besar-besaran di Lingkup Pemkot Madiun, Ini Kata Walikota Maidi

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Sejumlah kursi Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Bahkan, sejumlah pejabat eselon II dalam waktu dekat telah menyelesaikan masa pengabdiannya alias pensiun. Menyikapi hal itu, Wali Kota Madiun, Maidi tidak menampik jika akan mutasi atau perombakan besar-besaran November dan […]

    Bagikan
  • Populasi Sapi Menurun, Pemkab Magetan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha

    Populasi Sapi Menurun, Pemkab Magetan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik, mulai dari pasar hewan hingga lokasi penampungan ternak milik pedagang. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, Nur Haryani, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara rutin oleh tim medis dan paramedis kesehatan hewan […]

    Bagikan
  • BST Desa Nampu, Bupati Madiun Tampung Aspirasi Warga dan Dekatkan Program Layanan

    BST Desa Nampu, Bupati Madiun Tampung Aspirasi Warga dan Dekatkan Program Layanan

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bhakti Sosial Terpadu (BST) yang digelar di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun pada 14-15 Oktober 2025. Seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) pemerintah daerah menerjunkan berbagai macam layanan untuk masyarakat setempat dengan mengajak para stakeholder beserta para legislatif.  Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut menjadi bagian […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bansos Dinsos-P3A, Kejari Ponorogo Periksa 33 Saksi

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Penanganan kasus dugaan korupsi atau penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) di lingkungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Ponorogo terus berlanjut. Hingga kini, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo telah memeriksa sebanyak 33 orang saksi. Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata menjelaskan, dari total saksi yang telah […]

    Bagikan
  • Serapan Anggaran Lambat, Pemkab Magetan Tunda TPP Puluhan OPD, Ini Sebabnya

    Serapan Anggaran Lambat, Pemkab Magetan Tunda TPP Puluhan OPD, Ini Sebabnya

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Lambannya realisasi anggaran belanja di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magetan hingga pertengahan Juli 2025 berbuntut sanksi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memutuskan menunda pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi puluhan OPD dengan progres serapan anggaran yang dinilai minim. Hingga pertengahan bulan ini, rata-rata realisasi belanja OPD baru mencapai kisaran 40 persen. […]

    Bagikan
expand_less