Proyek Pemeliharaan Jalan di Kota Madiun Dikebut, Seluruh Paket Pekerjaan Lampaui Target
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan berkala jalan di sejumlah titik. Hingga pekan kelima pelaksanaan, seluruh paket pekerjaan mencatatkan deviasi positif atau progres yang melampaui target perencanaan.
Percepatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memastikan sejumlah ruas jalan strategis siap digunakan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, mengatakan empat paket pemeliharaan berkala jalan menunjukkan progres yang signifikan. Pada Paket 1, realisasi pekerjaan telah mencapai 8,73 persen atau surplus 6,44 persen dibanding target 2,30 persen. Paket 2 mencatat progres tertinggi dengan realisasi 55,27 persen atau lebih cepat 52,99 persen dari target 2,27 persen.
Sementara itu, Paket 3 telah mencapai realisasi 28,69 persen atau surplus 9,55 persen dari target 19,14 persen. Adapun Paket 4 terealisasi 24,08 persen atau lebih tinggi 21,81 persen dibanding target 2,27 persen.

“Realisasi kemungkinan lebih dari itu pada pekan keenam karena masih ada pekerjaan yang belum masuk dalam laporan. Data pekan keenam masih menunggu seluruh pekerjaan selesai,” ujar Dwi, Senin (3/8/2026).
Menurut Dwi, percepatan pekerjaan difokuskan pada ruas-ruas jalan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, termasuk kawasan Alun-Alun Kota Madiun. Lokasi tersebut diprioritaskan agar siap mendukung pelaksanaan upacara bendera dan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI.
“Atas arahan pimpinan, kawasan Alun-Alun kami percepat penyelesaiannya. Tujuannya agar saat upacara maupun rangkaian kegiatan kemerdekaan berlangsung, area baris-berbaris dan kantong parkir sudah dalam kondisi baik, nyaman, dan bebas dari kerusakan,” katanya.
Meski pekerjaan pengaspalan di kawasan Alun-Alun hampir rampung, pengecatan marka jalan belum dapat dilakukan. Tahapan tersebut sengaja ditunda karena harus menunggu proses pematangan aspal atau asphalt curing selama sekitar dua pekan agar marka memiliki daya rekat dan ketahanan yang lebih baik.
“Aspalnya harus matang terlebih dahulu, baru dilakukan pengecatan marka. Dengan begitu, marka jalan akan lebih awet,” jelasnya.
Dwi mengakui pelaksanaan proyek sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan keterlambatan pasokan aspal. Meski demikian, DPUPR terus berkoordinasi dengan penyedia jasa agar distribusi material tetap berjalan dan tidak mengganggu jadwal pelaksanaan proyek.
“Melihat progres saat ini, kami optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal, bahkan berpotensi lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez




