9 SD di Kota Madiun Dapat Anggaran Rehabilitasi Kemendikdasmen, Pemkot Minta Proyek Dikebut
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 35
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Sembilan sekolah dasar (SD) di Kota Madiun mendapat anggaran rehabilitasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun meminta pelaksana mempercepat pekerjaan agar seluruh proyek rampung sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
Dari sembilan sekolah tersebut, dua di antaranya telah memulai pekerjaan rehabilitasi, yakni SDN Manguharjo dan SDN Ngegong. Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun turun langsung mengecek progres kedua proyek tersebut, Selasa (11/8/2026).
Di SDN Manguharjo, rehabilitasi mendapat anggaran sekitar Rp 680 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki empat ruang kelas, satu toilet, dan satu perpustakaan.
Pengerjaan telah berlangsung sekitar dua bulan. Namun, progres proyek tercatat minus 0,89 persen dari target. Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap penyelesaian struktur bangunan.
‘’Ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Tadi masih menyiapkan sarana struktur bangunannya,’’ ujar Bagus.
Bagus mengakui terdapat keterlambatan dalam pengerjaan proyek tersebut. Karena itu, dia meminta Dinas Pendidikan dan pelaksana proyek segera mengejar ketertinggalan agar pekerjaan tidak molor dari jadwal yang telah ditetapkan.
‘’Saya sudah sampaikan ke dinas, khususnya pelaksana proyek, untuk mengejar waktu. Jangan sampai terlambat dari waktu yang sudah ditentukan,’’ tegasnya.
Sementara itu, rehabilitasi di SDN Ngegong mendapat anggaran sekitar Rp 513,3 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki empat ruang kelas. Satu ruang kelas lainnya akan direhabilitasi menggunakan APBD Kota Madiun.
Berbeda dengan SDN Manguharjo, progres pekerjaan di SDN Ngegong tercatat surplus 1,82 persen. Progres tersebut melampaui target 19,52 persen pada pekan ketujuh pengerjaan.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa kelas IV, V, dan VI dipindahkan sementara ke ruangan lain. Siswa kelas IV dan VI menempati ruang kegiatan yang tersedia di sekolah, sedangkan kelas V menggunakan ruang perpustakaan.
Pemkot Madiun berencana kembali melakukan pengecekan ketika proyek memasuki tahap akhir pengerjaan. Pengawasan tidak hanya difokuskan pada ketepatan waktu penyelesaian, tetapi juga kualitas bangunan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan siswa.
‘’Nanti akan kami cek lagi saat mendekati finishing. Supaya bisa dilihat kualitas bangunan dan kebutuhan masing-masing siswa,’’ katanya.
Bagus menambahkan, program rehabilitasi sekolah dari pemerintah pusat tahun ini tidak hanya menyasar SDN Manguharjo dan SDN Ngegong. Total terdapat sembilan SD di Kota Madiun yang memperoleh anggaran setelah sebelumnya diusulkan Pemkot Madiun kepada Kemendikdasmen.
‘’Total sembilan sekolah. Kami sudah mendapat surat bahwa sembilan sekolah yang diajukan mendapatkan anggaran rehab dari Kementerian Pendidikan,’’ jelasnya.
Dari total sembilan sekolah penerima anggaran tersebut, dua proyek sudah berjalan. Sementara tujuh sekolah lainnya masih menunggu proses penandatanganan kerja sama sebelum pekerjaan dimulai. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez



