Berita Terkini
Trending Tags

Rayakan HUT ke-530 Ponorogo, Puluhan Mahasiswa Beri Bingkisan Simbolis ke Kejaksaan

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 61
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mahasiswa serahkan bingkisan simbolis ke Kejari. Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ponorogo mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis (13/8/2026). Mereka membawa sejumlah bingkisan simbolis sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap Kejari Ponorogo dalam mengusut dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo.

Aksi tersebut digelar dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo yang diperingati pada 11 Agustus 2026. Selain memberikan dukungan, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan agar penanganan perkara dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Ponorogo dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih.

Ketua PC PMII Ponorogo, Ulil Arzaq Ahmadi, mengatakan bingkisan yang diberikan kepada kejaksaan memiliki makna simbolis. Empat barang yang dibawa mahasiswa yakni cotton bud, obat tetes mata, cairan pembersih, dan obat luka.

Cotton bud, kata Ulil, menjadi simbol agar aparat penegak hukum terus mendengar suara dan aspirasi masyarakat. “Cotton bud untuk membersihkan telinga agar suara-suara rakyat bisa terus didengar,” ujarnya.

Sementara obat tetes mata dimaknai sebagai simbol agar kejaksaan dapat melihat seluruh persoalan secara jernih. Cairan pembersih menjadi simbol untuk membersihkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sedangkan obat luka merupakan simbol untuk mengobati kekecewaan masyarakat akibat berbagai persoalan yang terjadi di Ponorogo.

Dalam aksinya, PMII Ponorogo menyampaikan sejumlah tuntutan. Pertama, mahasiswa meminta kejaksaan mengusut tuntas dugaan penyimpangan tunjangan perumahan DPRD Ponorogo Tahun Anggaran 2023-2026 serta menelusuri seluruh pihak yang terlibat berdasarkan alat bukti tanpa tebang pilih.

Kedua, mereka meminta penelusuran aliran dana dan penghitungan kerugian negara dituntaskan secara final, transparan, dan akuntabel.

Ketiga, PMII mendesak adanya transparansi dalam proses penetapan tunjangan perumahan, mulai dari kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dasar dan proses perubahan nilai kajian, penganggaran, realisasi pembayaran, penerima tunjangan, hingga proses pembentukan dan pengesahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 111 Tahun 2022.

Keempat, mahasiswa meminta adanya evaluasi dan perbaikan tata kelola tunjangan perumahan berdasarkan hasil penyidikan. Penetapan besaran tunjangan dinilai harus mengacu pada prinsip kepatutan, kewajaran, rasionalitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ulil berharap Kejari Ponorogo tidak berhenti pada dua tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan hingga pengesahan aturan tunjangan perumahan perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Harapan kami seluruh pimpinan saat itu diperiksa dan bertanggung jawab. Karena yang mengatur landasan hukum dan melegalkan aturan tunjangan perumahan itu dilakukan secara kolektif kolegial,” tegasnya.

PMII Ponorogo, lanjut Ulil, akan terus mengawal proses hukum perkara tersebut. Mereka bahkan siap kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila menemukan indikasi penanganan perkara tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau kejaksaan masuk angin dalam penanganan kasus ini, kami akan kembali dan menyuarakan dengan massa yang berlipat-lipat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, I Komang Ugra Jagiwirata, mengapresiasi dukungan dan aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Dia memastikan aspirasi masyarakat, termasuk tuntutan terkait transparansi proses penghitungan nilai oleh KJPP dan perbaikan tata kelola tunjangan perumahan, akan menjadi perhatian Kejari Ponorogo dalam penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami juga ingin bersama masyarakat untuk memberikan pertanggungjawaban. Apalagi tuntutan dari masyarakat, kami akan laksanakan. Semoga ini menjadi amanah untuk masyarakat,” kata Ugra. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN di Lingkup Pemkab Ponoroggo Dituntut Tingkatkan Kinerja dan Lebih Profesional

    ASN di Lingkup Pemkab Ponoroggo Dituntut Tingkatkan Kinerja dan Lebih Profesional

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Memasuki tahun anggaran 2026, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo diminta tidak menunda pekerjaan. Sejak awal tahun, seluruh perangkat daerah diharapkan langsung bergerak cepat agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Ponorogo, Agus Sugiharto, menegaskan bahwa awal tahun merupakan fase krusial dalam menata ritme kerja […]

    Bagikan
  • Ini Arahan Wagub Jatim, Emil Dardak saat Rapat Paripurna Sertijab Wali Kota Madiun

    Ini Arahan Wagub Jatim, Emil Dardak saat Rapat Paripurna Sertijab Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun periode 2025-2030 turut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Dalam sambutannya, Emil menyampaikan arahan prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Seperti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Emil menekankan agar Pemkot dan DPRD Kota […]

    Bagikan
  • THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Belum Pasti, Ini Penjelasan BPKPD

    THR PPPK Paruh Waktu di Magetan Belum Pasti, Ini Penjelasan BPKPD

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ketidakpastian masih menyelimuti nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Magetan. Selain sebagian besar menerima gaji di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), juga belum mendapatkan kejelasan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR). Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang memastikan PPPK paruh waktu tidak memperoleh THR, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    Wali Kota Madiun Turun Tangan, Pasangan Lansia di Tepi Bantaran Akhirnya Direlokasi

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pasangan lansia yang tinggal di sebuah gubuk reyot di tepian Bantaran Madiun akhirnya mau direlokasi. Meski awalnya menolak, keduanya akhirnya setuju untuk dipindahkan setelah dibujuk oleh Wali Kota Madiun, Maidi. Mereka pun dipindahkan sementara ke shelter Dinsos PPPA Kota Madiun yang terletak di Jalan Srindit Kelurahan Nambangan Kidul.  Kisah pasangan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Ngamuk, Reklame Bodong Jalur Puspem Hingga Balerejo Madiun Dipreteli

    Satpol PP Ngamuk, Reklame Bodong Jalur Puspem Hingga Balerejo Madiun Dipreteli

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Mandor
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Maraknya reklame liar atau tidak berijin membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Pemkab Madiun gerah. Tidak ingin dicap sebagai macan ompong rombongan Satpol PP melakukan penertiban reklame bodong di sejumlah titik strategis, Senin (30/03/2026). Sasaran petugas yakni di ruas kawasan lingkungan Alun-alun Rekso Gathi Mejayan serta Jalan […]

    Bagikan
  • SBY Melukis Keindahan Telaga Sarangan, Momen Hangat Bersama Warga

    SBY Melukis Keindahan Telaga Sarangan, Momen Hangat Bersama Warga

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan yang menjadi ikon wisata andalan Kabupaten Magetan, menjadi saksi suasana hangat saat Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berkunjung. Kehadirannya disambut langsung oleh jajaran Forkopimda serta Bupati Magetan Nanik Sumantri dan Wakil Bupati kang Suyat, di kawasan wisata yang berhawa sejuk itu. Bukan sekadar kunjungan biasa, SBY […]

    Bagikan
expand_less