Open House Sekolah Rakyat Madiun Digelar, Progres Bangunan 92 Persen dan Siap Beroperasi Akhir Juli
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 94
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mulai memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat melalui kegiatan open house yang digelar di kompleks Sekolah Rakyat, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal menjelang operasional sekolah berasrama gratis yang ditargetkan mulai berjalan pada akhir Juli 2026.
Open house diikuti ratusan calon siswa beserta orang tua dari jenjang SD, SMP, dan SMA asal Kabupaten Madiun maupun Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak melihat langsung fasilitas, sistem pembelajaran, hingga konsep pendidikan berkarakter yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat.
Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan kesiapan operasional sekolah terus dikebut. Menurutnya, progres pembangunan fisik kini telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026.
“Insyaallah tanggal 31 Juli semuanya sudah siap. Persiapan guru dan siswa juga sudah hampir penuh, tinggal jenjang SD yang masih membutuhkan tambahan peserta didik,” kata Hari.
Hari mengakui minat orang tua untuk mendaftarkan anak di jenjang SD belum maksimal. Menurutnya, banyak orang tua yang masih belum rela melepas anaknya untuk tinggal di asrama.
Meski demikian, ia optimistis jumlah siswa akan bertambah setelah masyarakat mengetahui seluruh fasilitas yang disediakan pemerintah.
“Kalau mereka sudah tahu di sini anak-anak dibina dengan baik, ada guru pendamping, ibu asuh, dan semua fasilitas disediakan, saya yakin orang tua akan percaya,” ujarnya.
Seluruh kebutuhan siswa, lanjut Hari, akan dipenuhi secara gratis mulai dari tempat tinggal, makan dan minum, perlengkapan sekolah, seragam, hingga sepatu. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pemerintah juga telah menyiapkan guru bantu selama tiga bulan pertama sembari menunggu penempatan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widian mengatakan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya terjadi di Madiun, tetapi juga di seluruh lokasi pembangunan di Jawa Timur.
Ia menyebut progres pembangunan 18 Sekolah Rakyat di Jawa Timur rata-rata telah melampaui 91 persen dan ditargetkan seluruhnya siap beroperasi pada akhir Juli.
“Sekarang sedang dikebut oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama pelaksana proyek. Sarana prasarana terus dilengkapi dan targetnya seluruh Sekolah Rakyat siap digunakan pada 31 Juli,” katanya.
Restu menjelaskan proses penerimaan siswa juga masih berlangsung. Komposisi peserta didik di setiap daerah masih berpeluang berubah sesuai kebutuhan rombongan belajar.
Selain menyediakan pendidikan gratis, pemerintah juga tengah menyiapkan program pendamping bagi keluarga siswa melalui pemberdayaan ekonomi dan perlindungan jaminan sosial.
“Tujuannya bukan hanya memberikan pendidikan, tetapi juga mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan menyentuh kondisi ekonomi keluarga para siswa,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, hingga pelaksanaan open house jumlah calon siswa jenjang SD baru mencapai 32 anak dari target 90 siswa. Sementara jenjang SMP telah memenuhi kuota dengan 90 calon siswa, sedangkan SMA tercatat 85 calon siswa dari target 90 siswa.
Selain peserta dari Kabupaten Madiun, Sekolah Rakyat juga menerima titipan sebanyak 90 calon siswa asal Kabupaten Ponorogo yang akan mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
Open house digelar sebagai sarana memperkenalkan konsep Sekolah Rakyat kepada masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada calon siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah untuk melihat langsung kesiapan fasilitas sebelum sekolah resmi beroperasi pada akhir Juli mendatang. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez




