Berita Terkini
Trending Tags

HUT Ke-81 RI, Bupati Magetan Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Penguatan Ketahanan Pangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 31
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Magetan dalam upacara HUT ke-81 RI. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Magetan untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong kemandirian masyarakat. Salah satu fokus yang ditekankan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti adalah pengentasan kemiskinan dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

Nanik mengatakan, makna kemerdekaan tidak sebatas terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan.

“Untuk memerdekakan, mengurangi kemiskinan. Karena kemiskinan masih perlu kita tangani dengan serius. Ini yang menjadi fokus kita, untuk membebaskan kemiskinan dan juga meningkatkan UMKM yang ada di Kabupaten Magetan agar bisa naik kelas,” ujar Nanik.

Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan potensi yang dimiliki Magetan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Selain pengentasan kemiskinan dan pengembangan UMKM, Nanik menyoroti sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama Magetan. Daerah ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, terutama karena produksi beras yang masih berada dalam kondisi surplus.

Karena itu, Pemkab Magetan berkomitmen mempertahankan lahan pertanian produktif agar tidak terus tergerus oleh perubahan fungsi lahan.

“Magetan untuk pertaniannya termasuk surplus, terutama beras. Oleh sebab itu harus kita pertahankan, apalagi sudah ada lahan LSD maupun LP2B. LP2B itu harus kita pertahankan. Itu salah satu upaya untuk mempertahankan ketahanan pangan yang ada di Kabupaten Magetan,” jelasnya.

Nanik menilai ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk kemandirian daerah. Dengan mempertahankan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas, Magetan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menopang kebutuhan pangan di wilayah sekitar.

Di sisi lain, momentum kemerdekaan juga dimanfaatkan Nanik untuk mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengajak warga Magetan bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa di tengah berbagai bencana yang terjadi di sejumlah daerah.

“Dengan memperingati ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, kami mengimbau khususnya warga masyarakat Kabupaten Magetan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta selalu memohon bimbingan kepada Allah SWT. Mudah-mudahan Indonesia dan Magetan terhindar dari marabahaya,” katanya.

Nanik juga mengajak masyarakat mendoakan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui solidaritas dan kepedulian antarsesama.

Sementara itu, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Magetan berlangsung dalam berbagai kegiatan. Selain perlombaan di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi, Pemkab Magetan menggelar pertemuan dengan para veteran, renungan suci, upacara detik-detik Proklamasi, hingga upacara penurunan bendera dan resepsi kenegaraan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan Welly Kristanto mengatakan, peringatan HUT RI tahun ini juga dikemas dengan sejumlah kegiatan yang menonjolkan semangat berbagi dan kebersamaan.

Salah satunya dengan mengganti tradisi karangan bunga ucapan HUT RI dengan bingkisan senilai harga karangan bunga. Bingkisan tersebut kemudian dikumpulkan panitia dan disalurkan kepada panti asuhan serta anak yatim piatu.

“Untuk ucapan yang biasanya dengan karangan bunga, kita ubah dengan bingkisan senilai harga karangan bunga yang terkoordinir diterima panitia, kemudian didistribusikan ke panti asuhan dan anak-anak yatim piatu,” kata Welly.

Image Not Found
Sarapan Merdeka untuk masyarakat Kabupaten Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Pemkab Magetan juga menghadirkan konsep “Sarapan Merdeka” bagi masyarakat yang mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT RI di alun-alun Magetan. Sebanyak 2.700 porsi makanan disiapkan dengan beragam menu, mulai nasi pecel, soto, sego menog, hingga berbagai hidangan lainnya.

Welly mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin meriah sekaligus mempererat interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

“Harapannya masyarakat bisa menikmati dalam suasana gembira saat kita merayakan upacara HUT Kemerdekaan. Antusias masyarakat sangat tinggi. Sarapan Merdeka ini mungkin akan kami gelar kembali dalam event-event mendatang,” ujarnya.

Image Not Found
Sarapan Merdeka hadirkan 2.700 porsi untuk warga. Foto : Kus-Sinergia

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan di Magetan tidak hanya diarahkan sebagai seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan.

Bagi Magetan, semangat kemerdekaan pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemeriahan perayaan, tetapi juga dari kemampuan daerah membangun masyarakat yang semakin mandiri, sejahtera, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    H+3 Lebaran, Harga Sayuran hingga Daging di Ngawi Naik! Pasokan Tersendat

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Memasuki hari ketiga Lebaran Idulfitri 2026, harga sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga terutama terjadi pada komoditas sayuran, cabai, hingga daging. Pantauan di Pasar Besar Ngawi pada Senin (23/3/2026) menunjukkan hampir seluruh harga sayuran merangkak naik. Daun seledri misalnya, kini dijual […]

    Bagikan
  • Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    Program TPS 3R DLHKP Magetan Dikritik : Banyak Dibangun, Minim Pengelolaan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang digagas Dinas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Pangan (DLHKP) Kabupaten Magetan menuai sorotan tajam. Meskipun belasan unit TPS 3R telah dibangun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum mencerminkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tercatat sedikitnya 22 titik TPS 3R telah berdiri di berbagai wilayah Magetan. Selain […]

    Bagikan
  • Hanya Fraksi Demokrat yang Bacakan Pandangan Umum LKP APBD 2025, Soroti Akurasi Anggaran hingga Nasib UMKM Magetan

    Hanya Fraksi Demokrat yang Bacakan Pandangan Umum LKP APBD 2025, Soroti Akurasi Anggaran hingga Nasib UMKM Magetan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fraksi Partai Demokrat menjadi satu-satunya fraksi yang membacakan pandangan umum dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Pembacaan tersebut dilakukan atas persetujuan seluruh peserta rapat, sementara fraksi-fraksi lainnya memilih […]

    Bagikan
  • Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pokir DPRD Magetan Terkuak, Pengawasan Anggaran Daerah Dinilai Tak Optimal

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan membuka fakta adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan keuangan daerah. Kepala Kejari Magetan, Sabrul Iman, menyebut bahwa praktik penyimpangan dapat terjadi karena lemahnya kontrol pada setiap tahapan penyaluran hibah. “Pengawasan yang tidak optimal membuka celah bagi oknum untuk memanipulasi proses, mulai dari perencanaan […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    Kios Pasar Burung Disatroni Maling, 7 Burung Kicau Raib

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satu kios di Pasar Burung Sri Jaya Kota Madiun disatroni maling. Kios milik Yatimin (56) dalam kondisi berantakan saat dibuka pada Sabtu (22/03/2025) siang. Kondisi sangkar burung juga sudah tidak berada di tempatnya. “Awal ketahuan pas buka kios jam 11.00. Tahu-tahu buka kios sudah berantakan. Perkiraan lewat pintu belakang malingnya,” […]

    Bagikan
expand_less