Bahana Bersahaja Bawa 33 Layanan Publik ke Desa Teguhan, Pemkab Madiun Dorong UMKM Naik Kelas
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 66
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Melalui program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja), sebanyak 33 jenis layanan pemerintah diboyong langsung ke Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa-Rabu (19-20/8/2026).
Kegiatan tersebut tak sekadar menghadirkan pelayanan administrasi. Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turun langsung menemui warga dan melihat kondisi masyarakat di lapangan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kehadiran pemerintah secara langsung di desa merupakan bentuk upaya memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

“Apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, InsyaAllah akan kita penuhi,” kata Hari Wuryanto.
Hari Wur, sapaan akrabnya, juga menegaskan Pemkab Madiun akan terus mendukung potensi Desa Teguhan, termasuk memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha dan mendorong kepastian hukum terkait kepemilikan tanah.
Dalam kunjungannya, Bupati bersama rombongan juga mendatangi rumah warga lanjut usia (lansia) serta melihat secara langsung proses rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Hari Wur mengapresiasi budaya guyub rukun dan gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat. Menurutnya, modal sosial tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan desa.
Sementara itu Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan, 33 layanan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam urusan pribadi maupun pengembangan usaha.
“Bahana Bersahaja hari kedua ini Pak Bupati dan saya dan Pemerintah Kabupaten Madiun membawa 33 pelayanan langsung di lokasi Desa Teguhan,” kata Purnomo.
Menurutnya, layanan yang dibawa ke desa tidak hanya diperuntukkan bagi warga Desa Teguhan. Masyarakat dari wilayah lain di Kabupaten Madiun juga dapat memanfaatkan layanan tersebut ketika Bahana Bersahaja digelar di lokasi berbeda.

“Prinsipnya yang kita layani bukan cuma masyarakat Desa Teguhan, tapi seluruh masyarakat Kabupaten Madiun. Silakan datang di mana saja pelayanan yang tiap satu bulan kita bawa dalam acara Bahana Bersahaja,” ujarnya.
Purnomo menilai Desa Teguhan memiliki beragam potensi yang masih dapat dikembangkan. Selain sektor pertanian, desa tersebut memiliki sentra pisang serta sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola masyarakat.
Potensi tersebut, kata dia, membutuhkan pendampingan agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi.

“Tentunya penguatan kapasitas pelaku usaha dapat meningkatkan nilai jual produk sekaligus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Teguhan,” pungkasnya.
Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Pemkab Madiun untuk menyerap persoalan masyarakat secara langsung dan menjadikan kebutuhan warga sebagai bahan evaluasi serta penyusunan kebijakan pembangunan berikutnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez



