Berita Terkini
Trending Tags

Legislatif Tak Ingin Berat Sebelah  Perihal Pembangunan TPST Bangunsari Dolopo

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 44
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono. Foto : Istimewa

Sinergia | Madiun – Penolakan ratusan warga Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, terhadap rencana pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Dusun Punjul mendapat perhatian DPRD Kabupaten Madiun.

Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menilai keberatan warga patut dipertimbangkan. Sebab, lokasi yang disiapkan untuk pembangunan TPST dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Djoko Setijono, mengatakan DPRD akan menampung aspirasi warga sekaligus meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengkaji ulang titik pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut.

“Kami akomodir, sesuai tugas dan fungsi kami untuk menjadi jembatan antara Pemkab dengan masyarakat,” ujar Djoko saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Djoko mengakui, persoalan utama yang dipersoalkan warga bukan sekadar penolakan terhadap program pengelolaan sampah. Namun, menyangkut penempatan lokasi TPST yang dianggap terlalu mepet dengan permukiman.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa mengabaikan kekhawatiran warga atas potensi dampak lingkungan, kebersihan, dan kenyamanan apabila fasilitas tersebut tetap dibangun di lokasi yang direncanakan.

“Aspirasi itu perlu dipertimbangkan karena memang terlalu dekat dengan permukiman,” katanya.

Djoko tak ingin berat sebelah, lantaran kebutuhan terhadap TPST tetap penting untuk menjawab persoalan sampah di Kabupaten Madiun. Meskipun, pembangunan fasilitas itu direncanakan mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Namun, Politisi PKB itu menilai ketersediaan fasilitas dan dukungan anggaran tidak semestinya menjadi alasan untuk mengesampingkan kajian lokasi serta aspirasi masyarakat.

“Ini program yang bagus untuk menyelesaikan persoalan sampah. Terlebih, fasilitas seperti ini masih jarang didapatkan daerah lain, sedangkan Kabupaten Madiun sudah mendapatkan fasilitasi,” ujarnya.

Karena itu, DPRD mendorong Pemkab Madiun tidak memaksakan pembangunan TPST di tengah penolakan warga. Pemerintah diminta membuka opsi lokasi alternatif yang lebih jauh dari kawasan padat penduduk.

“Kami mendorong supaya aspirasi masyarakat diperjuangkan karena sesuai realita lokasinya sangat mepet dengan permukiman. Kalau bisa dikaji ulang dan mencari lokasi lain,” tegas Djoko.

Sebelumnya, ratusan warga Kelurahan Bangunsari mendatangi kantor kelurahan pada Minggu (23/8/2026) malam. Forum yang sedianya menjadi agenda sosialisasi rencana pengembangan TPST berubah menjadi aksi penolakan.

Warga mempertanyakan rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah yang lokasinya berada dekat permukiman. Penolakan tersebut menjadi sinyal bagi Pemkab Madiun bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membangun fasilitas, tetapi juga menuntut keterbukaan, kajian lokasi yang matang, dan penerimaan masyarakat.

Kini, bola ada di tangan Pemkab Madiun. Pemerintah daerah perlu membuktikan apakah aspirasi warga benar-benar akan menjadi bahan evaluasi atau hanya dicatat sebagai formalitas setelah penolakan terlanjur muncul. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Imlek 2577 Kongzili, Pemesanan Tiket KAI Daop 7 Madiun Terus Bertambah

    Momentum Imlek 2577 Kongzili, Pemesanan Tiket KAI Daop 7 Madiun Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pada periode libur panjang Imlek 13–17 Februari 2026, KAI Daop 7 Madiun mencatat peningkatan jumlah penumpang. Hingga Sabtu (14/2/2026) siang, total pemesanan tiket mencapai 23.123 pelanggan, sementara jumlah kedatangan penumpang tercatat 24.216 pelanggan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket terus berlangsung. Khusus pada Jumat (13/2/2026), volume penumpang naik […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
  • CoE Magetan 2026 Dikecam, Jumlah Event Anjlok, Inovasi Mandek, Komunitas Merasa Dimatikan

    CoE Magetan 2026 Dikecam, Jumlah Event Anjlok, Inovasi Mandek, Komunitas Merasa Dimatikan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peluncuran Calendar of Events (CoE) Magetan 2026 yang digelar meriah di Festival Plaza Ndoyo, Kamis (11/12/2025), justru memicu gelombang kritik dari publik dan pelaku wisata. Di tengah panggung seni, happening art bertema Samata Samapita, hingga parade musik keroncong yang digelar selama tiga hari, substansi kalender event dinilai jauh dari memuaskan. Sorotan […]

    Bagikan
  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • 62 Ribu Warga Madiun Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat

    62 Ribu Warga Madiun Terima Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Sebanyak 62.543 warga Kabupaten Madiun menerima bantuan pangan (Banpang) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia. Penyaluran dilakukan di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kamis (30/10/2025),  Bantuan tersebut berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan. Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan […]

    Bagikan
  • Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    Umat Tri Dharma Kota Madiun Laksanakan Sembahyang Malam Imlek

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Umat Tri Dharma melaksanakan sembahyang malam tahun baru Imlek 2576 Kongzili di TITD Hwie Ing Kiong Madiun pada selasa malam (28/1/2025). Para umat dan simpatisan Tri Dharma sangat khidmat dalam mengikuti rangkaian ibadah imlek. Ibadah ini di ikuti oleh kurang lebih sebanyak 50 jemaat. “Pada hari ini kita melaksanakan ibadah […]

    Bagikan
expand_less