Anies Djaka Lolos Assessment, Masih Bertahan dalam Perebutan Kursi Direktur RSDH Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 172
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Persaingan memperebutkan kursi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo (RSDH) memasuki tahapan berikutnya. Salah satu peserta yang masih bertahan adalah Anies Djaka Karyawan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Anies menjadi satu-satunya peserta dari luar daerah Ponorogo yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Ponorogo tahun 2026.
Namanya kembali tercantum dalam daftar 39 peserta yang dinyatakan lulus Assessment Kompetensi/Uji Kompetensi Job Target. Hasil tersebut diumumkan Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Ponorogo melalui Pengumuman Nomor 25/PANSEL/KAB-PO/2026 tertanggal 26 Agustus 2026.
Dengan lolosnya assessment tersebut, Anies berhak mengikuti tahapan berikutnya, yakni uji gagasan atau makalah dan wawancara yang dijadwalkan pada 2–4 September 2026.
Anies sebelumnya mendaftar untuk posisi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo. Dari hasil seleksi administrasi, terdapat tujuh peserta yang memperebutkan jabatan tersebut. Seluruhnya kemudian tercantum sebagai peserta yang lolos assessment kompetensi.
Ketujuh peserta tersebut berasal dari berbagai latar belakang profesi dan jabatan di RSUD dr. Harjono maupun instansi pemerintah daerah lainnya. Berikut daftar peserta seleksi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo:
1. Anies Djaka Karyawan – Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Madiun
2. Ariana Widiawati – Dokter umum RSUD dr. Harjono Ponorogo
3. Dwi Kusumaningsih – Dokter spesialis saraf RSUD dr. Harjono Ponorogo
4. Heni Lastari – Wakil Direktur 3 RSUD dr. Harjono Ponorogo
5. Isna Rofiudin Ruslan – Dokter spesialis anestesi RSUD dr. Harjono Ponorogo
6. Rony Jiudianto – Dokter umum RSUD dr. Harjono Ponorogo
7. Wiwik Widiyati – Perawat
Komposisi tersebut menunjukkan persaingan cukup beragam. Anies menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari luar Pemkab Ponorogo, sementara enam peserta lainnya berasal dari lingkungan RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Tahapan uji gagasan/makalah dan wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Para peserta nantinya akan memaparkan gagasan sesuai dengan jabatan yang dilamar sekaligus menjalani pendalaman melalui wawancara.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan keterlibatan akademisi dan profesional dalam proses seleksi diharapkan dapat membantu memperoleh calon pejabat eselon II yang benar-benar memiliki kompetensi sesuai bidang yang diikuti.
“Dalam presentasi makalah nanti akan digali lebih dalam kemampuan masing-masing peserta, terutama terkait bidang yang dilamar. Kami sengaja melibatkan akademisi dan profesional agar proses seleksi bisa mendapatkan pejabat yang benar-benar sesuai kompetensinya,” kata Lisdyarita.
Uji gagasan/makalah dan wawancara dijadwalkan berlangsung pada 2–4 September 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bantarangin, Gedung Graha Krida Praja Lantai 2, Kabupaten Ponorogo.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo sekaligus Ketua Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama, Agus Sugiarto, sebelumnya menegaskan bahwa seleksi terbuka tersebut harus menghasilkan pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berinovasi.
“Harapannya kita bisa memilih calon terbaik yang punya kompetensi, integritas, dan inovasi,” kata Agus Sugiarto.
Dengan lolosnya assessment kompetensi, Anies Djaka kini masih bertahan dalam persaingan menuju kursi Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo. Ia akan kembali berhadapan dengan enam kandidat lainnya dalam tahapan presentasi makalah dan wawancara sebelum panitia menentukan kandidat terbaik untuk menduduki jabatan tersebut. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





