Reses DPRD Ponorogo Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur Jadi Keluhan Terbanyak
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Aspirasi warga dari enam daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian DPRD setelah seluruh anggota dewan melaksanakan kegiatan reses. Beragam masukan yang disampaikan masyarakat tersebut akan dihimpun sebagai bahan penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD serta menjadi pertimbangan dalam pembahasan program dan anggaran pemerintah daerah.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menyampaikan bahwa laporan hasil reses masa sidang III Tahun 2025/2026 telah dipaparkan dalam rapat paripurna, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa sidang III.
Dari berbagai masukan yang diterima, persoalan infrastruktur masih menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Perbaikan dan pemerataan kondisi jalan serta jembatan menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak.
Selain itu, warga juga meminta peningkatan berbagai fasilitas yang mendukung konektivitas antarwilayah. Menurut Dwi Agus, kondisi infrastruktur dan konektivitas memiliki kaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat karena kelancaran akses akan mempermudah mobilitas orang maupun barang.
“Kalau kita akumulasi ada di pemerataan pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan serta perbaikan sarana penunjang konektivitas antar wilayah. Ini yang paling banyak dikeluhkan, dan tentunya ini perlu terus dipacu,” ujarnya.
Aspirasi masyarakat tidak hanya berkutat pada persoalan infrastruktur. Bidang pendidikan juga menjadi salah satu perhatian warga. Sejumlah masyarakat menyampaikan kebutuhan terhadap sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia agar mampu bersaing.
Masukan serupa juga muncul di sektor kesehatan. Warga berharap kualitas pelayanan kesehatan terus ditingkatkan dan akses terhadap fasilitas kesehatan dapat menjangkau seluruh wilayah secara lebih merata. Penguatan pemberdayaan sosial serta kegiatan kemasyarakatan juga turut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan.
Dwi Agus atau yang akrab disapa Kang Wi menjelaskan, seluruh hasil penjaringan aspirasi tersebut akan dipetakan dan dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran DPRD. Selanjutnya, hasil itu akan diselaraskan dengan proses perencanaan pembangunan serta penyusunan APBD oleh pemerintah daerah.
“Harapannya nanti hasil reses ini bisa selaras dengan program Pemkab. Dengan demikian, kita sama-sama menopang apa yang menjadi usulan dari masyarakat lewat reses ini dengan program Bupati,” katanya.
Ia berharap hasil reses dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan nyata masyarakat di masing-masing wilayah. Aspirasi tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pembangunan, sekaligus menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun program dan anggaran untuk tahun berikutnya. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





