Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

11.369 Rumah Tak Layak Huni di Madiun Belum Tuntas, Pemkab Tambah 100 Unit Lewat P-APBD 2026

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 162
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkab Madiun mengajukan tambahan alokasi program penanganan RTLH pada alokasi P- APBD 2026. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menambah target penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengusulkan bantuan untuk 100 unit rumah.

Langkah tersebut dilakukan di tengah masih besarnya jumlah RTLH di Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Disperkim bersama pemerintah desa, tercatat 11.369 unit RTLH masih tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Madiun, Gunawi, mengatakan tambahan 100 unit tersebut diharapkan segera direalisasikan setelah P-APBD 2026 ditetapkan. Bantuan diberikan dalam bentuk uang kepada penerima untuk digunakan memperbaiki rumah secara mandiri.

“Untuk di perubahan anggaran ini, kami mengajukan lagi untuk 100 unit lagi. Harapannya dok P-APBD-nya tidak terlalu mundur dan segera kita eksekusi untuk kita salurkan bantuan ini,” kata Gunawi, Senin (31/8/2026).

Menurut Gunawi, program RTLH melalui APBD reguler 2026 sebelumnya juga menargetkan 100 unit rumah. Penyaluran bantuan untuk seluruh target tersebut telah mencapai 100 persen pada semester pertama 2026.

Namun, penyelesaian fisik rumah di lapangan belum seluruhnya rampung. Rata-rata progres pembangunan berada di kisaran 60–70 persen dan ditargetkan selesai sebelum akhir 2026.

“Penyalurannya sudah 100 persen. Tetapi pelaksanaan di lapangan progresnya berbeda-beda, rata-rata sekitar 60 sampai 70 persen dan kami targetkan selesai akhir tahun,” ujarnya.

Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun tidak hanya mengandalkan anggaran daerah. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan bantuan untuk 94 unit rumah.

Image Not Found
Bantuan RTLH diberikan sebagai stimulan agar warga berswadaya memperbaiki rumah. Foto : Tova-Sinergia

Sementara dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kabupaten Madiun memperoleh alokasi awal untuk 220 unit rumah.

Gunawi mengatakan bantuan BSPS tersebut telah disalurkan 100 persen, sementara pengerjaan fisik di lapangan sudah mendekati 100 persen.

Sebelumnya, Pemkab Madiun mengusulkan penanganan sekitar 3.800 unit RTLH kepada pemerintah pusat. Namun, alokasi yang diterima pada tahap awal 2026 baru 220 unit.

Pemkab berharap pemerintah pusat dapat kembali menambah alokasi bantuan, baik pada akhir 2026 maupun pada 2027.

“Kami berharap nanti ada tambahan lagi dari pemerintah pusat, baik akhir tahun ini maupun 2027,” kata Gunawi.

Besarnya jumlah RTLH menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Madiun. Data hasil verifikasi dan validasi Disperkim bersama pemerintah desa mencatat terdapat 11.369 unit RTLH yang membutuhkan penanganan.

Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan kapasitas penanganan melalui satu sumber anggaran dalam satu tahun. Karena itu, Pemkab Madiun mengandalkan kombinasi anggaran APBD kabupaten, bantuan provinsi, serta program pemerintah pusat.

Data tersebut juga menjadi dasar Disperkim dalam mengusulkan bantuan penanganan RTLH secara berjenjang ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Besaran bantuan berbeda sesuai sumber pendanaan dan jenis penanganannya. Melalui BSPS pemerintah pusat, penerima memperoleh bantuan sekitar Rp20 juta per unit. Bantuan dari pemerintah provinsi sekitar Rp25 juta per unit.

Sementara bantuan melalui APBD Kabupaten Madiun terbagi dalam tiga kategori, yakni pembangunan baru Rp50 juta, peningkatan kualitas plus Rp25 juta, dan peningkatan kualitas reguler Rp20 juta per unit.

Gunawi menegaskan seluruh skema tersebut merupakan bantuan stimulan. Artinya, bantuan pemerintah bukan untuk menanggung seluruh biaya pembangunan, melainkan menjadi pemicu agar masyarakat ikut berswadaya memperbaiki rumahnya.

“Bantuan sosial kaitannya untuk penanganan RTLH sifatnya stimulan untuk memancing kepedulian masyarakat memberdayakan dirinya,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    23.380 Pelajar di Jajaran Korem 081/DSJ Sudah Rasakan Program MBG

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program makan bergizi gratis (MBG) di jajaran Korem 081/DSJ terus meluas. Puluhan ribu pelajar telah menerima manfaat dari adanya program yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. “Saat ini dari 8 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang telah beroperasi, sudah mampu melayani 23.380 pelajar di 150 sekolah,” kata Kasrem 081/DSJ, […]

    Bagikan
  • Pemkot – DPRD Kota Madiun Bahas 4 Raperda Tahap II 2026, Santunan Kematian Diusulkan Naik Jadi Rp1,5 Juta

    Pemkot – DPRD Kota Madiun Bahas 4 Raperda Tahap II 2026, Santunan Kematian Diusulkan Naik Jadi Rp1,5 Juta

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota Madiun atas empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahap II Tahun 2026. Keempat Raperda tersebut mencakup Sistem Kesehatan Daerah, perubahan aturan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), perubahan Perda tentang Santunan Kematian, serta perubahan kedua […]

    Bagikan
  • Emil Dardak : Iuran Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Wali Murid

    Emil Dardak : Iuran Komite Sekolah Jangan Jadi Beban Wali Murid

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menegaskan bahwa iuran komite sekolah tidak boleh berubah menjadi pungutan wajib yang justru membebani keluarga siswa. Pernyataan itu disampaikan Emil saat menghadiri kegiatan di Magetan, Senin (25/08/2025). Emil menilai, persoalan utama bukan pada keberadaan iuran komite, melainkan perasaan sebagian orang tua yang merasa tersisih […]

    Bagikan
  • Bantuan ATENSI Kemensos Cair di Magetan, Warga Terima Alat Bantu dan Modal Usaha

    Bantuan ATENSI Kemensos Cair di Magetan, Warga Terima Alat Bantu dan Modal Usaha

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sebanyak 107 warga Kabupaten Magetan menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Bantuan tersebut disalurkan kepada para penerima manfaat yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), mulai dari penyandang disabilitas, kelompok rentan, anak, hingga penyintas HIV dan korban penyalahgunaan napza. […]

    Bagikan
  • Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp40 Ribu

    Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram di Ngawi Jelang Lebaran, Harga Tembus Rp40 Ribu

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Menjelang Lebaran Idulfitri 2026, warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, semakin kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Sejumlah pangkalan maupun pengecer di Kecamatan Widodaren melaporkan stok kosong sejak beberapa hari terakhir, membuat warga terpaksa berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan kebutuhan memasak tersebut. Kondisi ini terlihat jelas di […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Khusus Dwi Cipta Travel Rampungkan Umrah Wajib, Fokus Persiapan Armuzna

    Jemaah Haji Khusus Dwi Cipta Travel Rampungkan Umrah Wajib, Fokus Persiapan Armuzna

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Sinergia | Mekkah — Jemaah haji khusus Dwi Cipta Travel (DCT) telah tiba di Tanah Suci Mekkah dan menjalankan umrah wajib dengan lancar. Seluruh rangkaian ibadah perdana tersebut berlangsung khidmat sesaat setelah kedatangan jemaah di Kota Suci Mekkah. Pembimbing jemaah haji khusus DCT, Haji Abdul Rahman, mengatakan seluruh jemaah saat ini dalam kondisi sehat wal […]

    Bagikan
expand_less