KAI Daop 7 Madiun Siapkan 13 Titik Perlintasan Sebidang, 52 Petugas Dilatih
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 65
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang dengan meningkatkan kompetensi petugas serta membangun fasilitas pendukung di sejumlah titik prioritas.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api. Penanganan perlintasan sebidang dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh operasional perkeretaapian. Penanganan perlintasan sebidang dilakukan secara terukur berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan,” ujar Tohari, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang tersebut merupakan bagian dari program nasional KAI yang mencakup 190 titik prioritas di berbagai wilayah operasi pada 2026.
Dari jumlah tersebut, wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun mendapatkan alokasi pembangunan fasilitas keselamatan di 13 titik prioritas. Salah satunya berupa pembangunan pos jaga perlintasan sebidang untuk mengoptimalkan pengamanan perjalanan kereta api.
“Karena itu harus disiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai standar keselamatan perkeretaapian,” tegasnya.
KAI Daop 7 Madiun sebelumnya menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) Petugas Jaga Lintasan (PJL) selama tujuh hari. Kegiatan berlangsung pada 26-28 Agustus dan 31 Agustus-3 September 2026.
Sebanyak 52 calon petugas penjaga perlintasan mengikuti pelatihan secara intensif. Materi yang diberikan mencakup aspek keselamatan, prosedur operasional, regulasi, hingga keterampilan teknis yang diperlukan saat bertugas di lapangan.

“Pelatihan yang diberikan meliputi materi teori dan regulasi, di antaranya Safety Intermediate yang disampaikan Safety Inspector, peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah, peraturan dinas terkait pintu perlintasan, serta prosedur menghadapi kondisi tidak normal,” jelas Tohari.
Peserta juga mendapatkan pelatihan praktik berupa pengenalan dan penggunaan semboyan kereta api, penggunaan alat keselamatan, prosedur perawatan area penjagaan, serta pengoperasian pintu perlintasan.
Untuk memastikan pemahaman peserta, KAI juga melaksanakan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pelatihan.
Tohari mengatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, kewaspadaan, serta keterampilan teknis petugas dalam menjalankan tugas.
“Melalui rangkaian diklat ini, diharapkan para peserta memiliki kompetensi, kedisiplinan, kewaspadaan, serta keterampilan teknis yang memadai untuk menjalankan tugas,” katanya.
Di sisi lain, KAI menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas maupun fasilitas keselamatan. Kedisiplinan pengguna jalan juga menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan.
Tohari mengimbau pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan ketika melintasi perlintasan sebidang.
“Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang,” ujarnya.
Ia meminta pengguna jalan berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan kiri, memastikan kondisi benar-benar aman, serta tidak menerobos palang pintu.
“Kedisiplinan bersama seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan,” pungkasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





