Diduga Hendak Ambil Ayam, Warga Sobontoro Magetan Tewas Terjebur Sumur Sedalam 20 Meter
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Warga Desa Sobontoro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, digegerkan dengan insiden seorang warga yang terjebur ke dalam sumur miliknya sendiri, Kamis (10/9/2026). Korban diketahui bernama Miran, 71 tahun, warga Dukuh Donggedang, Desa Sobontoro. Miran ditemukan berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi setelah tim gabungan bersama warga melakukan penyelamatan menggunakan teknik vertical rescue.
Petugas Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Magetan, Nino Pratikta, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi sumur sempit dan memiliki kedalaman sekitar 20 meter.
“Evakuasi menggunakan teknik vertical rescue karena kondisi sumur sempit dan cukup dalam. Proses evakuasi berlangsung kurang lebih satu jam,” kata Nino.
Selain kedalaman sumur, petugas juga mendapati adanya indikasi gas beracun di dalam sumur. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan perlengkapan keselamatan khusus, termasuk alat bantu pernapasan SCBA.
Setelah berhasil diangkat dari dasar sumur, korban langsung diperiksa oleh petugas Puskesmas Taji bersama tim Inafis Polres Magetan. Dari hasil pemeriksaan, Miran dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepala Desa Sobontoro, Jumino, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang menyembelih ayam di rumahnya. Saat ditinggal sebentar, ayam tersebut kemudian lepas dan masuk ke dalam sumur.
Korban diduga berinisiatif mengambil ayam tersebut dengan menggunakan tangga yang dimilikinya. Namun, saat berada di dalam sumur, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke dasar sumur.
“Informasinya beliau mau mengambil ayam yang masuk ke sumur. Beliau menggunakan tangga sendiri, kemungkinan terpeleset atau bagaimana, kami belum tahu secara pasti. Yang jelas, beliau masuk ke sumur untuk mengambil ayam tersebut,” ujar Jumino.
Menurut Jumino, keluarga korban baru melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menerima laporan, informasi diteruskan hingga akhirnya proses evakuasi melibatkan warga dan sejumlah instansi terkait.
Warga bersama petugas BPBD, Puskesmas, Polsek Karas, Koramil, serta tim Inafis Polres Magetan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Jumino mengatakan korban tinggal bersama istri dan dua anaknya. Suasana duka menyelimuti keluarga saat jenazah berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.
Kapolsek Karas, AKP Danang Rahayu Winarno, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya warga yang terjatuh ke dalam sumur dan langsung mendatangi lokasi bersama masyarakat serta personel Koramil.
Setelah memastikan kejadian tersebut, polisi berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Magetan untuk melakukan evakuasi korban.
Menurut Danang, hasil pemeriksaan terhadap jenazah menunjukkan korban meninggal akibat terjatuh ke dalam sumur. Polisi juga menemukan sejumlah memar pada tubuh korban yang diduga akibat benturan saat terjatuh.
“Kalau menurut pemeriksaan visum, murni karena jatuh. Ada memar yang kemungkinan akibat benturan saat korban terjatuh,” ujar Danang.
Danang menambahkan, penggunaan helm oleh korban diduga berkaitan dengan aktivitas kesehariannya. Miran diketahui memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan penggalian sumur.
Sementara itu, terkait dugaan adanya gas beracun di dalam sumur, BPBD memastikan petugas telah mengantisipasi risiko tersebut dengan menggunakan SCBA selama proses evakuasi.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga memastikan penanganan kejadian dilakukan dengan melibatkan unsur terkait di lokasi. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





