Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Prajurit TNI AU Asal Magetan Diduga Dianiaya Senior hingga Meninggal, Keluarga Tuntut Keadilan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta kasus diusut secara transparan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang berdinas di Dinas Psikologi TNI AU (DISPSIAU) Mabes AU, meminta proses hukum dilakukan secara tegas atas kematian putra mereka yang diduga tidak wajar.

Prajurit berusia 22 tahun tersebut diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di dalam kamar mess di lingkungan Mabes AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Keluarga menyebut korban mengalami sejumlah luka sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), serta jajaran terkait mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami mohon kepada Pak Presiden Prabowo, Pak Kasau, juga Kadis Psikologi yang menjadi induk kantor anak saya, agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut sesuai hukum,” kata Toni saat ditemui di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Toni, pihak keluarga sempat menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga setelah pemeriksaan medis dan keterangan saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi di mess.

Toni mengatakan dugaan penganiayaan berlangsung dalam dua waktu. Peristiwa pertama disebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian berlanjut sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, menurut informasi yang diterimanya, terdapat empat orang yang diduga terlibat dan kini telah ditahan di Pomau.

“Setelah visum dan juga dari saksi, ternyata di mess. Kejadiannya di mess sekitar jam sebelas malam, sempat berhenti, kemudian dilanjut jam satu. Ada empat orang,” ujarnya.

Keluarga juga menerima informasi mengenai sejumlah luka pada tubuh korban. Di antaranya luka pada bagian dagu, bekas benturan, serta lebam pada bagian dada yang disebut menyerupai bekas pukulan.

Toni menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan karena peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di lingkungan institusi militer. Ia berharap kasus tersebut menjadi momentum evaluasi agar kekerasan terhadap prajurit tidak kembali terjadi.

“Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi ini kejadiannya di Mabes AU. Ini bisa menjadi percontohan nasional. Kami berharap ada keputusan atau sanksi yang sangat berat kepada pelaku yang telah ditahan di Puspom,” katanya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui baru sekitar satu tahun menjalani dinas sebagai prajurit TNI AU. Ia mengisi jabatan struktural militer di lingkungan DISPSIAU.

Kabar kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Jenazah tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, pada Jumat dini hari. Kedatangan jenazah disambut tangis keluarga dan kerabat yang tidak menyangka putra pertama pasangan Toni Eko Prasetyo dan Retno Setyo Rini tersebut meninggal dalam kondisi demikian.

Setelah disalatkan, jenazah Serda Ahmad Muzammul Farisa kemudian dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat. Prosesi pemakaman diikuti ratusan pelayat serta sejumlah anggota TNI AU yang turut memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Toni berharap Presiden, Panglima TNI, Kasau, dan jajaran TNI AU melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut.

“Di Mabes AU bisa terjadi hal seperti ini, sangat prihatin saya sebagai orang tua. Anak saya masih bujang dan kami kehilangan. Harapan kami kejadian ini tidak terulang lagi ke depan dan tidak memakan korban prajurit atau anak-anak yang tidak berdosa,” tuturnya.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai kronologi lengkap, motif, hasil pemeriksaan medis, serta status hukum masing-masing pihak yang diduga terlibat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak TNI AU dan aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Waspada Bencana Hidrometeorologi, Longsor Hantam Rumah Warga di Ngebel

    Waspada Bencana Hidrometeorologi, Longsor Hantam Rumah Warga di Ngebel

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia – Kab Ponorogo |  Hujan deras yang mengguyur kawasan Ngebel pada Selasa malam (07/01/2025) kembali memicu longsor di Dukuh Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel. Material longsor menimpa rumah milik Slamet. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. “Ada suara bruk. Saya lihat, satu ruangan sudah terkena longsoran. Yang rusak itu lemari sama kursi. Saat kejadian tidak […]

    Bagikan
  • Penetapan Riyin Nur Asiyah sebagai Ketua DPRD Magetan Tertunda, DPRD Minta PKB Lengkapi Administrasi

    Penetapan Riyin Nur Asiyah sebagai Ketua DPRD Magetan Tertunda, DPRD Minta PKB Lengkapi Administrasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan belum dapat dituntaskan. Meski Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB telah menunjuk Riyin Nur Asiyah sebagai pengganti Suratno, penetapan Riyin sebagai Ketua DPRD Magetan definitif terpaksa ditunda karena masih terdapat kekurangan administrasi dalam berkas usulan yang diajukan. Penundaan tersebut diputuskan dalam rapat paripurna DPRD Magetan yang […]

    Bagikan
  • Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    Remaja 14 Tahun di Ngawi Tewas Usai Terserat Arus DAM Teguhan

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Nasib naas dialami Rifky Nur saat bermain dan mandi di DAM sungai Andong Desa Kecamatan Paron Ngawi bersama 2 rekannya Asyraf Khairul Azam (13), dan Dimas Subuh Pamungkas (11) pada Senin (12/05/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba arus semakin deres menyeret ketiga 3 remaja itu. 2 rekannya selamat namun tidak dengan […]

    Bagikan
  • Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo belum mencapai kuota maksimal meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai. Dari total target 125 siswa, baru 119 anak yang tercatat aktif mengikuti MPLS hari pertama, Jumat (01/08/2025). Menurut Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, beberapa siswa dari jenjang SD dan SMP […]

    Bagikan
  • Mensos Sebut Sekolah Rakyat Ngawi Beroperasi di Gedung Permanen, Masih Butuh Dukungan Pemkab Ngawi

    Mensos Sebut Sekolah Rakyat Ngawi Beroperasi di Gedung Permanen, Masih Butuh Dukungan Pemkab Ngawi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Ngawi menjadi salah satu penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang sejak awal langsung menggunakan gedung permanen. Fasilitas tersebut dibangun pemerintah pusat di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah lokasi lain yang sebelumnya memulai program menggunakan gedung sementara […]

    Bagikan
  • Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Tekil, Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Kamis (27/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi hutan dan terus menjalar ke sejumlah petak lainnya. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Mandor Perhutani, Sunyoto, menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan milik warga di sekitar kawasan hutan. Api […]

    Bagikan
expand_less