Berita Terkini
Trending Tags

Prajurit TNI AU Asal Magetan Diduga Dianiaya Senior hingga Meninggal, Keluarga Tuntut Keadilan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 42
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta kasus diusut secara transparan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) yang berdinas di Dinas Psikologi TNI AU (DISPSIAU) Mabes AU, meminta proses hukum dilakukan secara tegas atas kematian putra mereka yang diduga tidak wajar.

Prajurit berusia 22 tahun tersebut diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di dalam kamar mess di lingkungan Mabes AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Keluarga menyebut korban mengalami sejumlah luka sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), serta jajaran terkait mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami mohon kepada Pak Presiden Prabowo, Pak Kasau, juga Kadis Psikologi yang menjadi induk kantor anak saya, agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut sesuai hukum,” kata Toni saat ditemui di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Toni, pihak keluarga sempat menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga setelah pemeriksaan medis dan keterangan saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi di mess.

Toni mengatakan dugaan penganiayaan berlangsung dalam dua waktu. Peristiwa pertama disebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, kemudian berlanjut sekitar pukul 01.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, menurut informasi yang diterimanya, terdapat empat orang yang diduga terlibat dan kini telah ditahan di Pomau.

“Setelah visum dan juga dari saksi, ternyata di mess. Kejadiannya di mess sekitar jam sebelas malam, sempat berhenti, kemudian dilanjut jam satu. Ada empat orang,” ujarnya.

Keluarga juga menerima informasi mengenai sejumlah luka pada tubuh korban. Di antaranya luka pada bagian dagu, bekas benturan, serta lebam pada bagian dada yang disebut menyerupai bekas pukulan.

Toni menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan karena peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di lingkungan institusi militer. Ia berharap kasus tersebut menjadi momentum evaluasi agar kekerasan terhadap prajurit tidak kembali terjadi.

“Kami terus terang menuntut keadilan. Apalagi ini kejadiannya di Mabes AU. Ini bisa menjadi percontohan nasional. Kami berharap ada keputusan atau sanksi yang sangat berat kepada pelaku yang telah ditahan di Puspom,” katanya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui baru sekitar satu tahun menjalani dinas sebagai prajurit TNI AU. Ia mengisi jabatan struktural militer di lingkungan DISPSIAU.

Kabar kematian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Jenazah tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan, pada Jumat dini hari. Kedatangan jenazah disambut tangis keluarga dan kerabat yang tidak menyangka putra pertama pasangan Toni Eko Prasetyo dan Retno Setyo Rini tersebut meninggal dalam kondisi demikian.

Setelah disalatkan, jenazah Serda Ahmad Muzammul Farisa kemudian dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat. Prosesi pemakaman diikuti ratusan pelayat serta sejumlah anggota TNI AU yang turut memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Toni berharap Presiden, Panglima TNI, Kasau, dan jajaran TNI AU melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut.

“Di Mabes AU bisa terjadi hal seperti ini, sangat prihatin saya sebagai orang tua. Anak saya masih bujang dan kami kehilangan. Harapan kami kejadian ini tidak terulang lagi ke depan dan tidak memakan korban prajurit atau anak-anak yang tidak berdosa,” tuturnya.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai kronologi lengkap, motif, hasil pemeriksaan medis, serta status hukum masing-masing pihak yang diduga terlibat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak TNI AU dan aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tradisi Farewell Parade digelar di halaman Mapolres Madiun Kota pada Selasa pagi (22/4/2025), menandai serah terima jabatan Kapolres Madiun Kota dari AKBP Agus Dwi Suryanto kepada AKBP Wiwin Junianto Supriyadi. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan suguhan atraksi pencak silat serta penampilan drumband dari personel Polres Madiun Kota. AKBP Agus […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    Satpol PP Madiun Gerebek Penjual Miras di Jiwan, Puluhan Botol Minol Disita

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Madiun mengamankan puluhan botol minuman beralkohol (minol) dalam operasi penegakan peraturan daerah di wilayah Kecamatan Jiwan, Rabu (13/5/2026). Operasi tersebut dilakukan sebagai upaya menekan peredaran minuman beralkohol ilegal yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah […]

    Bagikan
  • Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama photo_camera 3

    Awal 2026, Magetan Dilanda 50 Kejadian Bencana, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Awal tahun 2026, Kabupaten Magetan kembali menghadapi tingginya frekuensi kejadian bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 50 kejadian bencana dan peristiwa sepanjang 1–31 Januari 2026. Mayoritas di antaranya dipicu oleh cuaca ekstrem. BPBD melaporkan bahwa kejadian bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Kecamatan Magetan menjadi wilayah dengan jumlah […]

    Bagikan
  • Ironis! Usai Asesmen dari KPK, Bupati Ponorogo Sugiri Malah Tersandung OTT

    Ironis! Usai Asesmen dari KPK, Bupati Ponorogo Sugiri Malah Tersandung OTT

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Publik Kabupaten Ponorogo digemparkan dengan informasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko pada Jumat (07/11/2025). Operasi ini terjadi usai KPK melakukan asesmen terhadap Pemerintah Kabupaten Ponorogo pada 23 Oktober lalu di Jakarta. Bahkan, Sugiri sempat berujar bakal menindaklanjuti hasil asesmen KPK terkait pembenahan […]

    Bagikan
  • Kios Pasar Ditertibkan, Pemkot Siapkan Lelang untuk Warga Kota Madiun

    Kios Pasar Ditertibkan, Pemkot Siapkan Lelang untuk Warga Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menegaskan penataan kios pasar yang sebelumnya ditertibkan karena praktik oper sewa, selanjutnya akan dilelang secara terbuka. Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan bahwa proses lelang nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang betul-betul membutuhkan dan siap memanfaatkan kios untuk menggerakkan perekonomian daerah. “Semua akan dilelang secara terbuka,” ujarnya, Rabu […]

    Bagikan
  • Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cingcau hijau menjadi salah satu menu berbuka puasa yang banyak diburu selama bulan Ramadhan. Seperti produksi cingcau hijau milik Winaryo (48), warga Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang kebanjiran pesanan. Bapak dua anak ini mengaku, permintaan cingcau hijau buatannya meningkat drastis dibanding hari biasa. Jika sebelumnya hanya memproduksi 10 hingga […]

    Bagikan
expand_less