Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Alumni IPNU Madiun Desak Kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa Diusut Transparan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 367
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Wahyudi meminta pengungkapan kematian Farisa secara transparan. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan sikap tegas tentang kematian Serda Ahmad Muzammul Farisa, prajurit TNI Angkatan Udara (AU) asal Magetan yang diduga meninggal secara tidak wajar. Mereka mendesak proses penyelidikan dan penegakan hukum dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.

Sikap tersebut disampaikan Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun Wahyudi, pihaknya menegaskan bahwa pengungkapan kasus harus dilakukan secara menyeluruh tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta maupun menghilangkan bukti.

Selain itu, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Majelis IPPNU menilai kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih jika terjadi dalam lingkungan pendidikan, pembinaan, kedinasan, maupun institusi yang semestinya menjunjung tinggi disiplin, kehormatan, dan nilai kemanusiaan.

“Kami tidak bermaksud mendahului proses hukum ataupun memberikan vonis kepada pihak mana pun. Namun, kami berkepentingan agar kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan, dan keluarga almarhum memperoleh kepastian serta rasa keadilan,” ucap Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun, Wahyudi Sabtu ( 12/9/2026).

Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa. Ayahanda almarhum diketahui merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun.

Karena itu, organisasi tersebut menyebut musibah yang menimpa keluarga almarhum menjadi duka dan keprihatinan bagi keluarga besar IPNU-IPPNU Madiun.

Selain memberikan dukungan moral kepada keluarga, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menegaskan bahwa sikap tersebut tidak hanya didasarkan pada kedekatan keluarga almarhum dengan organisasi.

Mereka juga menyatakan bahwa nilai kemanusiaan dan keadilan harus menjadi perhatian bersama dalam setiap kasus dugaan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun menyatakan solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga almarhum, khususnya kepada ayahanda almarhum yang merupakan bagian dari keluarga besar Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun,” tambahnya.

Serda Ahmad Muzammul Farisa Diduga Dianiaya Senior

Sebelumnya, keluarga Serda Ahmad Muzammul Farisa meminta proses hukum atas kematian prajurit berusia 22 tahun tersebut dilakukan secara tegas.

Serda Ahmad Muzammul Farisa diketahui berdinas di Dinas Psikologi TNI AU (Dispsiau) Mabesau. Ia diduga meninggal setelah mengalami penganiayaan oleh sejumlah seniornya di dalam kamar mess di lingkungan Mabes AU, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Keluarga menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh korban sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, meminta Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), serta jajaran terkait mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab.

“Kami mohon kepada Pak Presiden Prabowo, Pak Kasau, juga Kadis Psikologi yang menjadi induk kantor anak saya, agar pelaku penganiayaan anak saya dituntut sesuai hukum,” kata Toni saat ditemui di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Toni, keluarga sempat menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Namun, berdasarkan informasi yang diterima keluarga setelah pemeriksaan medis dan keterangan saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi di mess.

Toni juga menyebut dugaan penganiayaan terjadi dalam dua waktu berbeda, yakni sekitar pukul 23.00 WIB dan berlanjut sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, terdapat empat orang yang diduga terlibat dan telah ditahan di Pomau.

Selain mendesak pengusutan kasus secara transparan, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan senioritas.

IPNU – IPPNU menilai tradisi disiplin tidak boleh bergeser menjadi tindakan kekerasan. Sistem pembinaan harus tetap menempatkan keselamatan, martabat, dan kemanusiaan sebagai prinsip utama.

“Majelis Alumni IPNU-IPPNU Madiun percaya bahwa kebenaran harus ditegakkan, keadilan harus diperjuangkan, dan kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala kepentingan.” tutup Wahyudi. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Magetan Beri Kejutan untuk Prajurit TNI di HUT ke-80, Wujud Soliditas TNI–Polri

    Kapolres Magetan Beri Kejutan untuk Prajurit TNI di HUT ke-80, Wujud Soliditas TNI–Polri

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Momen kebersamaan antara TNI dan Polri kembali terlihat di Kabupaten Magetan. Dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama jajaran pejabat utama Polres memberikan kejutan istimewa bagi para prajurit SECATA Rindam V/Brawijaya, Minggu (05/10/2025). Rombongan Polres Magetan mendatangi lokasi latihan ketangkasan […]

    Bagikan
  • Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    Beli Motor Pakai Jutaan uang Koin, Showroom di Ponorogo Heboh

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Suasana tak biasa terjadi di sebuah dealer sepeda motor di Kabupaten Ponorogo, Senin (01/09/2025). Seorang warga Desa Sendang, Kecamatan Ngrayun, mendatangi showroom tersebut dengan membawa empat karung dan satu kardus berisi uang koin. Uang receh pecahan Rp500 dan Rp1.000 itu dipakai untuk membeli sepeda motor baru seharga Rp20,4 juta. Adalah Sunarta, […]

    Bagikan
  • Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Magetan, Anak 10 Tahun Tewas Tertimpa

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Magetan, Anak 10 Tahun Tewas Tertimpa

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026) siang, menumbangkan pohon trembesi berukuran besar di Jalan Raya Maospati–Ngawi. Pohon yang berada di tepi jalan, tepatnya di Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, itu roboh dan menimpa sepeda motor yang sedang melintas. Akibat kejadian tersebut, seorang anak berusia 10 tahun meninggal […]

    Bagikan
  • 13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Siapkan Komite Khusus dan Skema Bantuan Kacamata

    13 Ribu Pelajar Alami Gangguan Penglihatan, Pemkab Magetan Siapkan Komite Khusus dan Skema Bantuan Kacamata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tingginya angka gangguan penglihatan pada pelajar di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dari hasil skrining kesehatan yang dilakukan sepanjang 2025, tercatat sekitar 13.000 pelajar dari total 57.000 siswa yang diperiksa mengalami penurunan ketajaman penglihatan (visus) dan membutuhkan koreksi menggunakan kacamata. Temuan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyiapkan pembentukan […]

    Bagikan
  • Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis, Dinkes-PPKB : Cek Resiko Kesehatan Sejak Dini

    Warga Antusias Cek Kesehatan Gratis, Dinkes-PPKB : Cek Resiko Kesehatan Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Madiun telah berjalan. Warga pun antusias memanfaatkan program yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto. Seperti yang terpantau di Puskesmas Ngegong Kecamatan Manguharjo, warga sudah banyak yang antri untuk cek kesehatan. Untuk mengikuti program CKG ini, masyarakat bisa mengakses melalui aplikasi Satu Sehat. Melalui […]

    Bagikan
  • Tegas ! Ini Peringatan Wali Kota Madiun, Maidi Saat Apel Besar ASN

    Tegas ! Ini Peringatan Wali Kota Madiun, Maidi Saat Apel Besar ASN

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi memimpin apel besar pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Madiun pada Senin (3/3/2025) di Stadion Wilis. Apel ini diikuti Wakil Wali Kota Madiun, F.Bagus Panuntun, Sekretaris Daerah hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ini menjadi apel pertama Wali Kota Madiun, Maidi usai pelantikan di Jakarta dan retret […]

    Bagikan
expand_less