Kebakaran TPA Milangasri Masih Sisakan Titik Api, Damkar Siaga Cegah Perambatan
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- visibility 68
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Milangasri, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih menyisakan titik api hingga Minggu (13/9/2026) siang. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan masih melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali merambat ke tumpukan sampah lainnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Magetan Ali Sukamto mengatakan, api yang tersisa saat ini berada di bagian dalam tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan secara menyeluruh.
“Untuk api memang masih ada, asap-asap masih naik ke atas. Kemungkinan ada sampah yang sudah terbakar dan kemudian mati. Tetapi jangan sampai merambat ke tumpukan sampah yang masih baru,” kata Ali.
Menurutnya, petugas telah melakukan antisipasi sejak malam sebelumnya. Pemantauan terus dilakukan karena masih terdapat sejumlah titik panas yang belum dapat dijangkau secara langsung.
Karakteristik tumpukan sampah di lokasi menjadi salah satu kendala utama. Api yang berada di bagian dalam tumpukan tidak mudah dijangkau air karena material sampah yang padat dan bertumpuk.
“Kalau apinya di dalam, memang tidak bisa menembus ke bawah kalau tidak dilakukan pemilahan atau digeser. Jadi sementara kami melakukan pemantauan agar api tidak merambat ke mana-mana,” ujarnya.
Selain kondisi tumpukan sampah, kontur kawasan TPA juga menyulitkan petugas menjangkau titik api. Tumpukan sampah berada di sejumlah bagian yang dipisahkan oleh cekungan atau jurang sehingga akses pemadaman tidak bisa dilakukan dari satu titik. Jika api kembali merambat, petugas menyiapkan langkah pemadaman dengan menarik selang menuju lokasi yang terbakar.

“Kendalanya tempat tumpukan ini bukan satu titik. Ada jurangnya sehingga untuk menjangkau titik api agak kesulitan. Kami menggunakan selang dan akan ditarik ke sana apabila terjadi perambatan api,” jelas Ali.
Meski masih terdapat asap dan titik api di bagian dalam tumpukan, aktivitas pelayanan TPA Milangasri hingga kini tetap berjalan pada zona lainnya.
“Untuk TPA sekarang aktivitas tetap eksis, tetap buka,” kata Ali.
Ali juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan, terutama pada musim kemarau ketika kondisi lingkungan relatif kering dan api mudah merambat.
Menurutnya, masyarakat yang terpaksa melakukan pembakaran di lahan harus memperhatikan kondisi sekitar dan memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai.
Ia menyebut kebakaran di sekitar TPA Milangasri diduga berkaitan dengan api dari aktivitas pembakaran di lahan warga yang kemudian merambat ke kawasan TPA.
“Kami mengharapkan masyarakat jangan membakar sampah sembarangan. Kalau membakar, lihat kondisi sekeliling karena api bisa menyebar. Ini juga menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Kabupaten Magetan,” tegasnya.
Kewaspadaan dinilai penting karena material sampah yang mengering selama musim kemarau dapat menjadi bahan bakar yang mudah terbakar. Api yang terlihat kecil di permukaan juga berpotensi menjalar melalui bagian dalam tumpukan dan kembali muncul di titik lain.
Damkar dan BPBD Kabupaten Magetan memastikan tetap siaga selama proses pemantauan berlangsung. Petugas akan melakukan penanganan apabila api mulai merambat menuju tumpukan sampah lainnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





