Berita Terkini
Trending Tags

Pemkot Madiun Dorong Perajin Kembangkan Motif Batik Khas Daerah, Targetkan Bentuk Galeri Khusus di 2027

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemkot Madiun menargetkan galeri khusus batik pada 2027. (14/9/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mendorong perajin batik mengembangkan motif yang memiliki identitas khas daerah untuk meningkatkan daya saing produk batik Kota Madiun.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan peningkatan daya saing motif khas daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun di Gedung Dekranasda, Senin (14/9/2026). Pelatihan tersebut diikuti sekitar 30 perajin batik yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Batik Madiun (APBM).

Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun mengatakan pengembangan kapasitas perajin perlu dilakukan secara berkelanjutan, terlebih setelah pelaksanaan Madiun Batik Heritage Festival beberapa waktu lalu. Ia meminta perajin tidak hanya memproduksi batik, tetapi juga mampu menciptakan motif yang mencerminkan karakter dan identitas Kota Madiun.

“Kemarin habis Madiun Batik Heritage Festival, saya minta sekarang untuk upgrade teman-teman yang tergabung dalam APBM ini untuk upgrade terus,” kata Bagus.

Menurutnya, hampir setiap daerah memiliki produk batik dengan karakter masing-masing. Karena itu, Kota Madiun perlu memiliki motif yang ketika dilihat masyarakat langsung dapat dikenali sebagai batik khas Madiun.

“Seluruh daerah khususnya di Madiun ini harus punya identitas. Bikin batik yang mempunyai identitas khas Kota Madiun, ini yang diperlukan,” ujarnya.

Bagus menilai pengembangan motif dapat dilakukan dengan menggali berbagai potensi, sejarah, maupun ikon yang melekat dengan Kota Madiun.

Tiga identitas yang saat ini menjadi maskot Kota Madiun, yakni pecel, pendekar, dan kereta api, dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan desain batik.

“Kita punya tiga identitas yang sekarang jadi maskot itu yaitu pecel, pendekar, sama kereta api. Yang ini bisa digali dengan cerita-cerita sejarah, narasi yang bisa nanti dibangun,” katanya.

Ia berharap setiap motif yang dihasilkan perajin tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga memiliki cerita. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami keterkaitan motif tersebut dengan Kota Madiun.

“Sehingga nantinya di setiap ada bentuk motif batik, orang sudah paham, ‘Oh, ini Madiun’,” imbuhnya.

Selain meningkatkan kemampuan desain perajin, Pemkot Madiun mulai menggagas pengembangan galeri khusus batik sebagai ruang untuk menampilkan produk dan karya perajin lokal.

Bagus mengatakan keberadaan Dekranasda sebenarnya sudah menjadi bagian dari ekosistem promosi produk kerajinan daerah. Namun, potensinya masih perlu diperkuat.

Ia menargetkan hasil pelatihan pengembangan motif dapat menjadi salah satu materi yang ditampilkan dalam galeri batik yang direncanakan mulai dipersiapkan pada 2027.

“Saya pengin nanti teman-teman hasil dari upgrade motif ini nanti bikin desain-desain masing-masing. Nanti insyaallah 2027 kita perencanaan bikin galeri khusus batik,” jelasnya.

Pemkot juga mendorong perajin memperluas wawasan dengan belajar dari sentra batik di daerah lain. Salah satunya dengan rencana kunjungan ke Pekalongan yang dikenal sebagai salah satu pusat batik Indonesia.

Image Not Found
Puluhan perajin mengikuti pelatihan desain motif batik. Foto : Kris-Sinergia

Menurut Bagus, pembelajaran dari sentra batik di luar daerah diperlukan agar perajin Madiun dapat mengukur kualitas produknya berdasarkan perkembangan industri batik secara lebih luas.

“Jangan hanya belajar dari batik di rumah sendiri, tetapi harus bisa mengukur kualitas batiknya dari batik yang dari luar Kota Madiun. Bangun mentalnya itu juga penting,” tegasnya.

Untuk mendukung keberlangsungan usaha perajin, Pemkot Madiun saat ini lebih memprioritaskan dukungan berupa peralatan produksi.

Bagus mengatakan dirinya kerap menanyakan langsung kepada perajin mengenai kebutuhan alat yang diperlukan untuk mengembangkan usaha.

“Saya sering mengunjungi teman-teman batik itu selalu saya tanya, ‘Butuh alat apa?’ Begitu. Ya udah, itu yang nanti kita catat,” katanya.

Kebutuhan peralatan tersebut akan diinventarisasi dan diupayakan melalui penganggaran pemerintah. Sementara untuk kebutuhan pembiayaan usaha, Pemkot Madiun akan menghubungkan pelaku usaha dengan pihak perbankan.

“Kalau untuk pembiayaan, nanti pasti kita koneksikan dengan perbankan,” ujarnya.

Salah satu perajin batik sekaligus pemilik WMH Batik, Lilik Widiawati, menyambut positif pelatihan peningkatan desain dan mutu motif khas Kota Madiun tersebut.

Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru kepada perajin, khususnya dalam mengembangkan desain sekaligus filosofi yang terkandung di dalam sebuah motif. Dalam kegiatan tersebut, perajin mendapatkan pelatihan dari Seto Utoro, owner Batik E Seto Bojonegoro.

“Jadi hari ini kami dapat pelatihan membuat desain berikut filosofinya,” kata Lilik.

Lilik menjelaskan, dalam proses pelatihan, perajin mulai menggali sejumlah unsur yang dianggap merepresentasikan Kota Madiun. Salah satunya kuliner pecel yang telah menjadi bagian dari identitas daerah.

Selain itu, keberadaan industri kereta api PT INKA juga dinilai dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan motif khas Madiun.

“Kita bisa ngambil pecelan. Terus Madiun juga punya industri yaitu INKA, kita juga bisa ambil dari ornamen yang ada di INKA, industri keretanya, bisa ambil kereta, relnya,” jelasnya.

Berbagai unsur tersebut kemudian dikembangkan dan dikemas menjadi desain yang nantinya diharapkan dapat menjadi motif batik khas Kota Madiun.

Lilik menilai pelatihan tersebut membantu perajin meningkatkan mutu dan kualitas desain sehingga produk batik lokal memiliki daya saing lebih kuat.

“Tanggapan dari pelatihan ini sangat bagus, membantu sekali perajin batik untuk meningkatkan mutu kualitas motif,” ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap perajin tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan fasilitas dan pendampingan pengembangan desain.

Dengan peningkatan kualitas tersebut, Lilik berharap batik Madiun mampu bersaing dengan produk batik dari daerah lain sekaligus memperkenalkan identitas Kota Madiun melalui motif yang dihasilkan para perajin lokal.

“Harapannya kami akan lebih baik, mendapat fasilitas peningkatan dari desain, dan kemudian bisa mempunyai daya saing dengan UMKM yang lain, terutama pembatik-pembatik yang ada di luar Kota Madiun,” katanya.

Ia optimistis motif khas Madiun yang dikembangkan secara konsisten dapat semakin dikenal dan diterima pecinta batik di berbagai daerah. Pemkot Madiun pun berharap hasil dari pelatihan ini dapat dikembangkan agar motif khas daerah Kota Madiun dapat lebih dikenal luas. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    Menilik Keseruan Bermain Layang-Layang di Musim Kemarau

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Musim kemarau yang identik dengan langit cerah dan angin kencang menjadi momen yang dinanti oleh para pecinta layang-layang di Kota Madiun. Fenomena ini kembali menghidupkan tradisi lama yang kini digemari lintas generasi. Tak hanya anak-anak, remaja hingga orang dewasa pun turut serta memeriahkan langit Kota Madiun dengan warna-warni layang-layang. Lapangan […]

    Bagikan
  • HGN 2025, Bupati Madiun Dorong Guru Lebih Adaptif Hadapi Era Digital dan Tantangan Sosial Baru

    HGN 2025, Bupati Madiun Dorong Guru Lebih Adaptif Hadapi Era Digital dan Tantangan Sosial Baru

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Peringatan Hari Guru Nasional di Kabupaten Madiun menjadi momentum penguatan kualitas pendidik di tengah perubahan zaman. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa guru dituntut untuk tidak terpaku pada hal-hal yang tidak produktif serta harus mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan modern. Hal itu ia sampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional […]

    Bagikan
  • Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    Menyambut Idul Fitri 2025, Wali Kota Madiun Tegaskan Kesiapan Pelayanan Maksimal 

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Hari Raya Idul Fitri 2025 semakin dekat. Pemerintah Kota Madiun terus mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut perayaan tersebut. Persiapan mencakup aspek keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan Wali Kota Madiun, Maidi dalam rapat  koordinasi bersama Forkopimda Kota Madiun pada Senin (24/03/2025) di GCIO. “Rapat ini digelar untuk […]

    Bagikan
  • 14 Mantan Karyawan Perumda Umbul Madiun Tagih Hak Gaji Yang Tertunggak Senilai Rp. 600 Juta

    14 Mantan Karyawan Perumda Umbul Madiun Tagih Hak Gaji Yang Tertunggak Senilai Rp. 600 Juta

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sebanyak 14 mantan karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Umbul Square Kabupaten Madiun menuntut pembayaran hak normatif mereka yang tertunggak selama enam bulan terakhir. Nilai tunggakan gaji, tunjangan dan Tunjangan Hari Raya (THR) diperkirakan mencapai Rp. 600 juta. Tuntutan disuarakan melalui Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) dalam pertemuan bipartit, Selasa (26/8/2025). […]

    Bagikan
  • Pemuda Magetan Ciptakan Jet Car Bergaya Lamborghini, Tembus Pasar Wisata Air hingga Bali

    Pemuda Magetan Ciptakan Jet Car Bergaya Lamborghini, Tembus Pasar Wisata Air hingga Bali

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kreativitas pemuda Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai menunjukkan tajinya di industri wisata air. Berawal dari kebutuhan wahana speedboat di kawasan Telaga Sarangan, sejumlah pemuda di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, kini mampu mengembangkan produk sendiri hingga menciptakan Jet Car, speedboat yang dimodifikasi dengan desain menyerupai mobil sport dan dapat melaju di atas […]

    Bagikan
  • Ekspedisi Patriot Goes To Mahalona Luwu Timur: Jejak Anak Muda di Tengah Tantangan Daerah Transmigrasi Penghasil Lada

    Ekspedisi Patriot Goes To Mahalona Luwu Timur: Jejak Anak Muda di Tengah Tantangan Daerah Transmigrasi Penghasil Lada

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Luwu Timur – Bagi Sebagian orang, perjalanan ke daerah terpencil merupakan perjalanan yang penuh rintangan dan menyusahkan. Namun, bagi tim ekspedisi patriot, pengalaman ini merupakan kesempatan berharga untuk ikut berkontribusi pada Pembangunan di daerah transmigrasi, khususnya di daerah luwu timur.  Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program Kementrian Transmigrasi yang berkolaborasi dengan beberapa Universitas […]

    Bagikan
expand_less