Kebakaran Lereng Wilis Dekati Perbatasan Madiun – Nganjuk, 5 Hektare Hutan Terbakar
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 122
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Kebakaran hutan melanda kawasan lereng Gunung Wilis di wilayah Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dalam dua hari terakhir. Api sempat membakar kawasan padang sabana dan hutan pinus di sekitar Bukit Pangangonan hingga mencapai sekitar 5 hektare.
Perhutani bersama kepolisian, BPBD, dan masyarakat melakukan pemantauan di lokasi pada Kamis (17/9/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan merembet ke kawasan hutan lain yang berpotensi mendekati permukiman warga.
Asper Perhutani BKPH Wilis Utara, Endro Yulianto, mengatakan titik api telah terpantau sejak beberapa hari sebelumnya. Petugas kemudian langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran.
“Sudah terpantau dari map itu beberapa hari yang lalu. Kami kemarin langsung terjun ke lokasi dengan segenap jajaran, berupaya memadamkan api agar tidak merembet lebih luas ke wilayah kami di BKPH Wilis Utara,” ujar Endro.
Menurut dia, kebakaran di kawasan petak 47B Bukit Pangangonan kini telah berhasil dikendalikan. Petugas juga membuat sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali merembet apabila muncul titik api baru.
“Alhamdulillah api di petak 47B Bukit Pangangonan sudah berhasil kami kendalikan. Sekarang dalam situasi aman terkendali,” katanya.
Endro menyebut area yang terbakar di petak 47C diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Sementara di bagian atas terdapat petak 48C dengan luas total sekitar 460,4 hektare yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Nganjuk.

“Karena sudah dibuat sekat bakar, ke depannya insya Allah wilayah kami aman. Lokasi yang terbakar ini juga jauh dari permukiman masyarakat,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Perhutani belum dapat memastikan sumber api. Namun, berdasarkan posisi titik api, dugaan sementara kebakaran merupakan rembetan dari kawasan Puncak Liman yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Ponorogo.
“Praduga kami, dilihat dari titik api yang ada, kelihatannya itu rembetan dari wilayah Kabupaten Nganjuk, tepatnya di Puncak Liman. Tapi kami belum bisa memastikan,” kata Endro.
Petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang berbatasan dengan wilayah lain.
Sementara itu, Kapolsek Kare AKP Gunawan mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kebakaran di wilayah Kabupaten Madiun tetap terkendali.
Dari hasil pemantauan, Dipastikan tidak lagi ditemukan api di kawasan yang masuk wilayah Kabupaten Madiun. Luasan lahan terdampak diperkirakan sekitar 5 hektare.
“Untuk kondisi saat ini api sudah tidak ada, sudah padam. Jadi titik api sampai saat ini untuk wilayah Kabupaten Madiun sudah tidak terpantau,” katanya.
Polisi bersama Perhutani, BPBD, dan instansi terkait tetap melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
“Situasi aman terkendali dan kita tetap selalu bersinergi semua instansi untuk memantau dan sebisa mungkin kita menetralisir titik-titik api yang ada,” tutup AKP Gunawan.
Untuk pencegahan, petugas juga melakukan pemisahan atau sekat antarpetak hutan. Upaya ini ditujukan agar apabila kembali muncul titik api, kobaran tidak mudah merembet ke kawasan lainnya. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





