Berita Terkini
Trending Tags

1.588 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Ikuti Lomba Geguritan Dan Menulis Aksara Jawa

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 43
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebanyak 1.588 siswa SD-SMP mengikuti lomba di PSC Madiun. (18/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Geguritan dan Nulis Aksara Jawa di Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada Jum’at (18/9/2026). Sekitar 1.588 siswa SD-SMP baik Negeri maupun Swasta antusias mengikuti lomba ini. Kegiatan ini pun dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati yang disambut semangat peserta.

Citra Lestari, salah satu peserta lomba Geguritan mengaku sempat grogi saat hendak tampil karena baru pertama kali mengikuti lomba Geguritan.  Persiapan dilakukan sekitar satu minggu lebih. Ia berlatih di rumah maupun di sekolah dengan bimbingan guru dan kepala sekolah.

“Agak grogi, deg-degan, tapi alhamdulillah lancar. Karena terbiasa  belajar puisi juga di sekolah. Latihan juga didampingi guru dan kepala sekolah,” ujar Citra.

Image Not Found
Peserta lomba geguritan tampil menunjukkan kemampuan berbahasa Jawa. Foto : Kris-Sinergia

Pengalaman serupa dirasakan Lea Kharezisma Putri Prayogo dan Naj’wa Tanzila Mirojatul Jannah, siswi SMP Al Muttaqin yang mengikuti lomba menulis aksara Jawa. Bagi keduanya, ajang tersebut juga menjadi pengalaman pertama mengikuti perlombaan menulis aksara Jawa. Persiapan dilakukan dengan berlatih menulis dan menghafalkan materi agar tulisan lebih rapi serta pengerjaannya semakin lancar.

“Baru pertama. Untuk persiapannya itu latihan nulis terus gitu, sama latihan menghafal. Alhamdulilah dapat soalnya juga tidak susah,” terang Lea.

Sementara itt, bagi Naj’wa membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan diri. Ia mengaku sudah cukup terbiasa menghafalkan aksara Jawa. Dalam lomba tersebut, ia mendapat materi berupa ungkapan Jawa, di antaranya “sepi ing pamrih rame ing gawe” dan “mikul dhuwur mendhem jero.”

“Persiapannya ya menghafalkan, terus belajar nulis terus biar tulisannya nanti terlihat rapi. Jadi nulisnya biar lebih enak gitu kalau udah hafal. Ini tadi soalnya itu dapat yang “Sepi ing pamrih rame ing gawe yang pertama, terus yang kedua mikul dhuwur mendhem jero,” terang Naj’wa.

Meski mengaku soal yang diberikan tidak terlalu sulit, suasana perlombaan tetap membuatnya berdebar. Banyaknya peserta menjadi tantangan tersendiri. “Seru, tapi ndredeg juga soalnya lawannya banyak,” ujar Naj’wa.

Image Not Found
Siswa mengikuti lomba menulis aksara Jawa di kawasan PSC. Foto : Kris-Sinergia

Kegiatan ini tidak sekedar menjadi ajang untuk mencari siswa berprestasi. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali bahasa dan budaya Jawa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, bahwa ini menjadi salah satu upaya menjaga agar bahasa Jawa tetap dikenal dan digunakan generasi muda.

“Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-nguri basa Jawa. Kemudian merasa bangga dengan kebudayaan leluhur kita dan melestarikannya secara berkesinambungan,” jelasnya.

Menurut dia, pelestarian bahasa Jawa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mempraktikkan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka secara langsung.

Antusiasme para peserta, lanjut Lismawati, menjadi hal yang menggembirakan. Sebab, di tengah perkembangan zaman, penggunaan bahasa dan tata krama Jawa menghadapi tantangan tersendiri. Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai unggah-ungguh kepada anak-anak.

“Masalah unggah-ungguh di era sekarang kan juga agak tergeser sedikit. Sehingga kita berkewajiban bagaimana supaya unggah-ungguh anak-anak, tata kramanya itu tetap dijaga,” katanya.

Bagi Lismawati, kemampuan berbahasa Jawa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, atau berbicara. Di dalamnya terdapat nilai kesopanan dan penghormatan terhadap orang lain. Anak-anak diharapkan memahami bahwa generasi muda perlu menghormati orang yang lebih tua dan menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

“Tata kramanya itu juga bisa tetap dijaga. Sehingga tahu yang muda harus menghormati yang lebih tua, dan lain sebagainya. Ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta,” pungkas Lismawati.

Di balik persaingan lomba ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan aksara Jawa dan geguritan. Dari panggung sederhana di tengah kawasan PSC, semangat anak-anak itu menjadi bagian kecil dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Nikah Terbongkar, WNA Asal Malaysia Tersangkut Pidana Keimigrasian

    Modus Nikah Terbongkar, WNA Asal Malaysia Tersangkut Pidana Keimigrasian

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Niat menikah dengan warga Indonesia justru menyeret seorang warga negara Malaysia ke ranah hukum. Pria berinisial MZ (56) diamankan Kantor Imigrasi Ponorogo setelah terbukti melanggar aturan keimigrasian dan memalsukan dokumen pernikahan. Kasus ini bermula dari laporan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, terkait rencana pernikahan antara MZ dengan seorang […]

    Bagikan
  • Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    Bakal Ada Kejutan Yang Baru di PSC, Apakah Itu.?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) telah menjadi magnet bagi masyarakat. Tidak hanya bagi warga Kota Madiun, namun banyak warga dari luar kota juga turut menikmati suasana PSC dengan berbagai ikon dunianya. Namun rupanya hal itu tidak membuat Maidi, Walikota Madiun terpilih sudah puas. Buktinya, PSC bakal semakin disempurnakan dengan pernak-pernik […]

    Bagikan
  • Puluhan Peserta Kaderisasi PSM Korem 081/DSJ Resmi Sandang Sabuk Kuning

    Puluhan Peserta Kaderisasi PSM Korem 081/DSJ Resmi Sandang Sabuk Kuning

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Usai melalui rangkaian Uji Kenaikan Tingkat (UKT), puluhan peserta kaderisasi Pencak Silat Militer (PSM) di jajaran Korem 081/DSJ akhirnya dinyatakan lulus dan berhak menyandang sabuk kuning. Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi menyampaikan apresiasi serta ucapan selamat atas usaha dan kerja keras dari para peserta selama mengikuti latihan hingga tahapan […]

    Bagikan
  • 299 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas

    299 Calon Jemaah Haji Asal Madiun Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Puskesmas

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebanyak 299 calon jemaah haji asal Kabupaten Madiun mulai menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing-masing. Proses ini menjadi tahap awal sebelum pemberangkatan haji tahun 2026. Pantauan di Puskesmas Mejayan, Senin (10/11/2025) siang, menunjukkan 19 calon jemaah tengah diperiksa oleh tim medis. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, dan tes psikologis […]

    Bagikan
  • Warga Dolopo Antusias Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Kradinan

    Warga Dolopo Antusias Ikuti Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Kradinan

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kecamatan Dolopo menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Desa Kradinan, Kabupaten Madiun, Minggu (17/08/2025). Upacara berlangsung khidmat dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat. Camat Dolopo, Hery Fajar Nugroho, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia memimpin jalannya upacara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, […]

    Bagikan
  • DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    DPRD Magetan Soroti SILPA Rp135,8 Miliar, Desak Pemkab Tuntaskan Kelebihan Bayar Proyek

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – DPRD Kabupaten Magetan menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp135,82 miliar. Besarnya SILPA dinilai menjadi indikator masih rendahnya penyerapan anggaran serta belum optimalnya pelaksanaan program oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Sorotan tersebut disampaikan Badan Anggaran DPRD dalam rapat paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang […]

    Bagikan
expand_less