Plt Bupati Lisdyarita Hidupkan Telaga Ngebel Lewat Pentas Tari Tiap Malam Minggu
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 33
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Upaya menghidupkan kawasan wisata Telaga Ngebel mulai diwujudkan melalui pertunjukan seni budaya pada malam hari. Gelaran sendratari di dermaga Telaga Ngebel, Sabtu (24/10) malam, menyedot perhatian pengunjung dan videonya ramai beredar di media sosial.
Pertunjukan bertajuk Mystical of Telaga Ngebel dengan lakon “Larung Rasa Sang Lelana” itu menghadirkan perpaduan gerak tari, musik, dan tata cahaya dengan latar panorama telaga. Dermaga yang biasanya menjadi tempat menikmati pemandangan alam berubah menjadi panggung pertunjukan seni.
Langkah tersebut sejalan dengan keinginan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita untuk menambah atraksi wisata di Telaga Ngebel. Dia mengusulkan agar pementasan seni dapat digelar secara rutin setiap Sabtu sehingga wisatawan memiliki alasan lain untuk berkunjung, termasuk pada malam hari.
“Saya memang mengusulkan kepada teman-teman pariwisata, setiap Sabtu bisa ada pementasan di dermaga. Sehingga bisa menambah wisatawan datang ke Ngebel,” ujar Lisdyarita.
Bunda Lis, sapaan akrab Lisdyarita, menilai pengembangan wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Atraksi seni dan budaya perlu dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
Dia juga menginginkan kawasan Telaga Ngebel lebih terang dan menarik pada malam hari. Penerangan di kawasan wisata, termasuk pepohonan di sekitarnya, menjadi salah satu hal yang ingin dikembangkan.
“Saya ingin Ngebel itu terang. Jadi pohon-pohonnya juga terang,” katanya.
Dalam pengembangan atraksi seni, Lisdyarita mendorong keterlibatan sanggar seni, sekolah, dan masyarakat setempat. Potensi kesenian lokal diharapkan menjadi bagian utama pertunjukan sebelum dikembangkan dengan berbagai bentuk tarian maupun sentuhan modern.
Dia mencontohkan Bali yang mampu menjadikan pertunjukan seni sebagai salah satu daya tarik wisata. Menurutnya, pengembangan kesenian di Ngebel dapat dimulai dari potensi lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Bagaimana bisa dari lingkungan dulu, nanti baru mungkin ada tarian-tarian lain untuk bisa mendongkrak daya tarik wisata,” ungkapnya.
Pertunjukan sendratari yang telah digelar di dermaga Telaga Ngebel menjadi salah satu bentuk atraksi budaya yang dapat memperkaya pengalaman wisatawan. Selain menikmati panorama alam, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan seni dalam suasana malam dengan latar telaga.
Kehadiran kegiatan semacam ini juga membuka ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Ponorogo kepada pengunjung.
Dengan pengembangan atraksi seni, penataan penerangan, dan pelibatan pelaku seni setempat, Telaga Ngebel diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan perpaduan wisata alam dan budaya. Upaya tersebut sekaligus berpotensi memberikan dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Krz/Diez





