Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

PAD Kota Madiun 2027 Diproyeksi Turun, DPRD Minta Pemkot Tak Tambah Beban Pajak Warga

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • visibility 39
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2027. (3/11/2026), Foto : Buyung-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Delapan fraksi DPRD Kota Madiun meminta pemerintah kota mencari strategi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban pajak dan retribusi masyarakat. Desakan tersebut disampaikan dalam rapat penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027, Selasa (3/11/2026).

Sorotan DPRD muncul setelah proyeksi PAD Kota Madiun pada 2027 ditetapkan sebesar Rp. 297,11 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target PAD 2026 sebesar Rp. 310,72 miliar. Bahkan, jika dibandingkan dengan realisasi PAD 2025 yang mencapai Rp. 323,3 miliar, proyeksi tersebut mengalami penurunan Rp. 26,19 miliar.

Selain persoalan pendapatan, DPRD juga menyoroti alokasi belanja pegawai dalam RAPBD 2027 yang mencapai Rp. 456,5 miliar. Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi PAD tahun depan.

Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Madiun, Agus Wiyono, menilai penurunan PAD harus dijawab dengan strategi peningkatan pendapatan yang lebih terukur. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya hanya mengandalkan kenaikan tarif pajak dan retribusi.

“Sebaliknya, peningkatan PAD harus lebih diarahkan pada optimalisasi potensi ekonomi daerah, perluasan basis wajib pajak, pembenahan administrasi perpajakan, serta optimalisasi aset daerah yang belum produktif,” paparnya.

Pandangan serupa juga menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Usman Ependi. Penurunan pendapatan daerah dan komposisi belanja dalam RAPBD 2027 menjadi bagian dari evaluasi legislatif terhadap kemampuan fiskal pemerintah kota.

DPRD menghendaki agar peningkatan PAD tidak sekadar berorientasi pada penambahan penerimaan, tetapi juga memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan keberlangsungan aktivitas usaha.

’’Dengan demikian, apa strategi pemkot untuk mengembangkan sumber pendapatan lain dalam upaya meningkatkan PAD,’’ kata Usman.

Optimalisasi aset milik pemerintah daerah yang belum produktif, pembenahan pendataan wajib pajak, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi perpajakan dinilai menjadi sejumlah langkah yang dapat ditempuh.

Fraksi Demokrat dan Fraksi PSI juga meminta pemkot menyiapkan langkah konkret untuk memperluas sumber pendapatan daerah.

’’Langkah konkret apa yang disiapkan pemkot untuk melakukan ekspansi pendapatan tanpa harus membebani masyarakat dan dunia usaha secara berlebihan,’’ kata juru bicara Fraksi PSI Fauzi Ghozali.

Di sisi lain, besarnya alokasi belanja pegawai juga menjadi tantangan tersendiri bagi ruang fiskal pemerintah daerah. Pengelolaan belanja harus dilakukan secara efisien agar anggaran pembangunan, infrastruktur, pelayanan publik, serta program kesejahteraan masyarakat tetap mendapatkan perhatian.

Pemandangan umum delapan fraksi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan antara DPRD dan jajaran eksekutif melalui rapat dengar pendapat komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja.

Juru bicara Fraksi Demokrat Ismiati mempertanyakan rencana belanja pegawai di angka sekitar 46,4 persen dari total belanja daerah yang mencapai Rp 984 miliar. Menurut Ismiati, besarnya proporsi tersebut perlu dicermati dengan mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

’’Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama mengingat pemerintah pusat melalui UU HKPD telah mengamanatkan agar alokasi belanja pegawai daerah di luar tunjangan guru tidak melebihi 30 persen dari total belanja APBD,’’ ujarnya.

Sementara itu, Fraksi Nasdem-Gerindra mempertanyakan kesiapan pemkot menghadapi potensi penurunan dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH). Juru bicaranya, Denny Djoko Purnomo, menyoroti rencana belanja daerah yang turun sekitar 10,43 persen dibandingkan Perubahan APBD 2026. Pasalnya, penurunan belanja tersebut lebih besar daripada proyeksi penurunan pendapatan yang mencapai 1,44 persen.

’’Kami mencermati bahwa penurunan belanja ini lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan sekitar 1,44 persen yang menunjukkan adanya penyesuaian belanja untuk merespon keterbatasan fiskal,’’ terang Denny.

Juru bicara Fraksi Perindo Mujiono turut menyoroti rencana penataan kawasan kuliner Jalan Bogowonto yang dinilai tersebut harus memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang dan masyarakat. Selain itu, Fraksi Perindo meminta pemkot mencermati penurunan alokasi belanja sosial sebesar 19,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

’’Kami memandang bahwa penataan ini memiliki arti strategis, tidak hanya untuk memperindah wajah kota dan menciptakan kawasan publik yang lebih tertib serta bersih, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Tentunya dinamika penyesuaian anggaran ini jangan sampai melemahkan jaring pengaman sosial, serta komitmen pemkot dalam melindungi (ekonomi) warga miskin,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Nur Salim, menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan investasi dan industri pada 2027 berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Fraksi PKS juga meminta strategi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong perekonomian sekaligus memperluas potensi PAD. Sementara itu, Fraksi Partai Golkar meminta pemkot tidak menjadikan penurunan dana transfer pusat sebagai alasan untuk mengabaikan program pembangunan. Melalui juru bicaranya, Sudarmaji, Golkar mengingatkan pentingnya pengendalian defisit dan peningkatan efektivitas belanja daerah.

’’Penganggaran berbasis kinerja dan analisis standar biaya wajib diterapkan secara nyata pada setiap OPD, bukan sekadar formalitas kompilasi angka saja,’’ tandasnya.

Hasil pembahasan akan dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama tim anggaran pemerintah daerah sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya. DPRD berharap penyusunan APBD 2027 mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih realistis, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pemerintah Kota Madiun pun dituntut menyusun langkah konkret untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Peningkatan PAD diharapkan dapat dicapai melalui penggalian potensi ekonomi dan optimalisasi sumber pendapatan yang sudah tersedia, bukan dengan menambah beban masyarakat melalui kenaikan pajak maupun retribusi. (Krz)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    Inpres 1/2025 Turun, Pemkot Madiun Ancang-Ancang Refocusing APBD 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Presiden RI, Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025. Hal itu dipastikan bakal berdampak pada alokasi anggaran dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah (Pemda). Tak terkecuali bagi Pemerintah Kota Madiun. “Tindak lanjutnya, kami sudah memberikan surat edaran persis […]

    Bagikan
  • Satu Tahun Kepemimpinan Bunda Nanik–Kang Suyat, Infrastruktur hingga Lingkungan Jadi Prioritas Pembangunan Magetan

    Satu Tahun Kepemimpinan Bunda Nanik–Kang Suyat, Infrastruktur hingga Lingkungan Jadi Prioritas Pembangunan Magetan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satu tahun kepemimpinan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti bersama Wakil Bupati Suyatni Priasmoro diwarnai berbagai langkah pembangunan yang difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari peningkatan infrastruktur jalan, pengendalian banjir, penguatan sektor pertanian, hingga penataan lingkungan terus digenjot Pemerintah Kabupaten Magetan demi mewujudkan daerah yang maju dan berdaya saing. Di bawah […]

    Bagikan
  • Jaring Atlit Penembak lewat Piala Walikota Cup 2025

    Jaring Atlit Penembak lewat Piala Walikota Cup 2025

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejuaraan Menembak Walikota Madiun Cup 2025 resmi dimulai pada Sabtu (12/07/2025). Ajang bergengsi ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, di Markas Yonif 501/Bajra Yudha, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Madiun. Turnamen ini terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 12–13 Juli 2025 di Markas Yonif 501, […]

    Bagikan
  • Dinkes Sebut Belum Ada Kasus ‘Super Flu’ H3N2 di Madiun

    Dinkes Sebut Belum Ada Kasus ‘Super Flu’ H3N2 di Madiun

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun memastikan belum menemukan kasus influenza A H3N2 yang belakangan ramai disebut sebagai “super flu”. Hingga Kamis (24/9/2026), laporan dari puskesmas, rumah sakit, maupun masyarakat belum menunjukkan adanya kasus tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, mengatakan pemantauan tetap dilakukan […]

    Bagikan
  • Vulcan Flow Hadirkan Pengalaman Nongkrong Baru dengan Konsep Industrial Raw

    Vulcan Flow Hadirkan Pengalaman Nongkrong Baru dengan Konsep Industrial Raw

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Persaingan bisnis kafe yang semakin ketat tak membuat Vulcan Flow ragu untuk menghadirkan konsep berbeda. Mengusung desain industrial raw, kafe yang berada di jalan urip sumoharjo,ponorogo ini menawarkan suasana yang modern namun tetap nyaman, dipadukan dengan harga menu yang ramah di kantong. Manager Vulcan Flow, Iwan Setiawan, mengatakan pihaknya ingin memberikan […]

    Bagikan
  • Maling Burung Ngawi Panik! CCTV Rekam Aksi, Sudah 3 Kali Beraksi

    Maling Burung Ngawi Panik! CCTV Rekam Aksi, Sudah 3 Kali Beraksi

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Aksi pencurian burung kembali terjadi di Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seorang pemuda terekam CCTV saat mengambil burung peliharaan milik Kadek Astawe pada dua hari lalu. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku memanjat pagar rumah sebelum mengambil burung yang berada di halaman. Pelaku yang terlihat menggunakan kaus hitam […]

    Bagikan
expand_less