Rabu, 4 Nov 2026
Trending Tags

PAD Kota Madiun 2027 Diproyeksi Turun, DPRD Minta Pemkot Tak Tambah Beban Pajak Warga

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 19
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2027. (3/11/2026), Foto : Buyung-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Delapan fraksi DPRD Kota Madiun meminta pemerintah kota mencari strategi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa menambah beban pajak dan retribusi masyarakat. Desakan tersebut disampaikan dalam rapat penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027, Selasa (3/11/2026).

Sorotan DPRD muncul setelah proyeksi PAD Kota Madiun pada 2027 ditetapkan sebesar Rp. 297,11 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target PAD 2026 sebesar Rp. 310,72 miliar. Bahkan, jika dibandingkan dengan realisasi PAD 2025 yang mencapai Rp. 323,3 miliar, proyeksi tersebut mengalami penurunan Rp. 26,19 miliar.

Selain persoalan pendapatan, DPRD juga menyoroti alokasi belanja pegawai dalam RAPBD 2027 yang mencapai Rp. 456,5 miliar. Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi PAD tahun depan.

Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Madiun, Agus Wiyono, menilai penurunan PAD harus dijawab dengan strategi peningkatan pendapatan yang lebih terukur. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya hanya mengandalkan kenaikan tarif pajak dan retribusi.

“Sebaliknya, peningkatan PAD harus lebih diarahkan pada optimalisasi potensi ekonomi daerah, perluasan basis wajib pajak, pembenahan administrasi perpajakan, serta optimalisasi aset daerah yang belum produktif,” paparnya.

Pandangan serupa juga menjadi perhatian Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Usman Ependi. Penurunan pendapatan daerah dan komposisi belanja dalam RAPBD 2027 menjadi bagian dari evaluasi legislatif terhadap kemampuan fiskal pemerintah kota.

DPRD menghendaki agar peningkatan PAD tidak sekadar berorientasi pada penambahan penerimaan, tetapi juga memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat dan keberlangsungan aktivitas usaha.

’’Dengan demikian, apa strategi pemkot untuk mengembangkan sumber pendapatan lain dalam upaya meningkatkan PAD,’’ kata Usman.

Optimalisasi aset milik pemerintah daerah yang belum produktif, pembenahan pendataan wajib pajak, serta pemanfaatan teknologi dalam administrasi perpajakan dinilai menjadi sejumlah langkah yang dapat ditempuh.

Fraksi Demokrat dan Fraksi PSI juga meminta pemkot menyiapkan langkah konkret untuk memperluas sumber pendapatan daerah.

’’Langkah konkret apa yang disiapkan pemkot untuk melakukan ekspansi pendapatan tanpa harus membebani masyarakat dan dunia usaha secara berlebihan,’’ kata juru bicara Fraksi PSI Fauzi Ghozali.

Di sisi lain, besarnya alokasi belanja pegawai juga menjadi tantangan tersendiri bagi ruang fiskal pemerintah daerah. Pengelolaan belanja harus dilakukan secara efisien agar anggaran pembangunan, infrastruktur, pelayanan publik, serta program kesejahteraan masyarakat tetap mendapatkan perhatian.

Pemandangan umum delapan fraksi tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan antara DPRD dan jajaran eksekutif melalui rapat dengar pendapat komisi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja.

Juru bicara Fraksi Demokrat Ismiati mempertanyakan rencana belanja pegawai di angka sekitar 46,4 persen dari total belanja daerah yang mencapai Rp 984 miliar. Menurut Ismiati, besarnya proporsi tersebut perlu dicermati dengan mempertimbangkan ketentuan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

’’Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian bersama mengingat pemerintah pusat melalui UU HKPD telah mengamanatkan agar alokasi belanja pegawai daerah di luar tunjangan guru tidak melebihi 30 persen dari total belanja APBD,’’ ujarnya.

Sementara itu, Fraksi Nasdem-Gerindra mempertanyakan kesiapan pemkot menghadapi potensi penurunan dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH). Juru bicaranya, Denny Djoko Purnomo, menyoroti rencana belanja daerah yang turun sekitar 10,43 persen dibandingkan Perubahan APBD 2026. Pasalnya, penurunan belanja tersebut lebih besar daripada proyeksi penurunan pendapatan yang mencapai 1,44 persen.

’’Kami mencermati bahwa penurunan belanja ini lebih besar dibandingkan penurunan pendapatan sekitar 1,44 persen yang menunjukkan adanya penyesuaian belanja untuk merespon keterbatasan fiskal,’’ terang Denny.

Juru bicara Fraksi Perindo Mujiono turut menyoroti rencana penataan kawasan kuliner Jalan Bogowonto yang dinilai tersebut harus memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang dan masyarakat. Selain itu, Fraksi Perindo meminta pemkot mencermati penurunan alokasi belanja sosial sebesar 19,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

’’Kami memandang bahwa penataan ini memiliki arti strategis, tidak hanya untuk memperindah wajah kota dan menciptakan kawasan publik yang lebih tertib serta bersih, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Tentunya dinamika penyesuaian anggaran ini jangan sampai melemahkan jaring pengaman sosial, serta komitmen pemkot dalam melindungi (ekonomi) warga miskin,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Nur Salim, menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan investasi dan industri pada 2027 berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Fraksi PKS juga meminta strategi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong perekonomian sekaligus memperluas potensi PAD. Sementara itu, Fraksi Partai Golkar meminta pemkot tidak menjadikan penurunan dana transfer pusat sebagai alasan untuk mengabaikan program pembangunan. Melalui juru bicaranya, Sudarmaji, Golkar mengingatkan pentingnya pengendalian defisit dan peningkatan efektivitas belanja daerah.

’’Penganggaran berbasis kinerja dan analisis standar biaya wajib diterapkan secara nyata pada setiap OPD, bukan sekadar formalitas kompilasi angka saja,’’ tandasnya.

Hasil pembahasan akan dibawa ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama tim anggaran pemerintah daerah sebelum memasuki tahapan pembahasan berikutnya. DPRD berharap penyusunan APBD 2027 mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang lebih realistis, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pemerintah Kota Madiun pun dituntut menyusun langkah konkret untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Peningkatan PAD diharapkan dapat dicapai melalui penggalian potensi ekonomi dan optimalisasi sumber pendapatan yang sudah tersedia, bukan dengan menambah beban masyarakat melalui kenaikan pajak maupun retribusi. (Krz)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kokoh “Tangan Kanan” Bupati Ponorogo Turut Terjaring OTT KPK 

    Kokoh “Tangan Kanan” Bupati Ponorogo Turut Terjaring OTT KPK 

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Nasib kurang beruntung menimpa Kokoh Priyo Utomo, sosok yang dikenal sebagai orang kepercayaan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Belum genap sehari dilantik sebagai direktur di salah satu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Kokoh justru ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelantikan Kokoh […]

    Bagikan
  • Personil Korem 081/DSJ Siap Siaga dalam Aksi Kemanusiaan

    Personil Korem 081/DSJ Siap Siaga dalam Aksi Kemanusiaan

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Belasan prajurit TNI dari satuan Korem 081/DSJ ambil bagian dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh PG. Rejo Agung, bertempat di Graha Rajawali PG. Rejo Agung, Kota Madiun, Kamis (10/04/2025). Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengapresiasi keterlibatan anggotanya itu. Ia menyebut, hal itu sebagai salah satu bentuk aksi kemanusiaan. […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2025

    Polres Madiun Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran 2025

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kepolisian Resor Polres Madiun, Jawa Timur, membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025. Layanan ini tersedia di Polres Madiun serta seluruh Polsek jajaran.  Kapolres Madiun, AKBP Mohammad Zainur Rofik, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan kendaraannya […]

    Bagikan
  • Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    Kopi Warisan Kolonial Belanda dari Lereng Gunung Lawu Tetap Bertahan, Jadi Primadona Baru Magetan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Di tengah menjamurnya tren kopi lokal di Indonesia, lereng Gunung Lawu di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih menyimpan kekayaan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Ratusan petani di kawasan ini tetap mempertahankan budidaya kopi dari bibit peninggalan era kolonial Belanda yang usianya telah melampaui satu abad. Keaslian varietas serta cita rasa […]

    Bagikan
  • Menilik Monumen Reog dari 518 Knalpot Brong

    Menilik Monumen Reog dari 518 Knalpot Brong

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Polres Ponorogo memanfaatkan 518 knalpot brong hasil sitaan menjadi sebuah karya seni berbentuk monumen reog. Monumen yang diberi nama Ponorogo Zero Knalpot Brong ini terletak di simpang empat Mlilir, pintu masuk Ponorogo dari sisi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Madiun. Peresmian monumen dilakukan Senin (13/1/2025) oleh Kapolres Ponorogo AKBP Anton […]

    Bagikan
  • Tumpahan Semen Cor Ganggu Lalu Lintas, Damkar Madiun Lakukan Pembersihan

    Tumpahan Semen Cor Ganggu Lalu Lintas, Damkar Madiun Lakukan Pembersihan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petugas Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun membersihkan tumpahan semen cor yang mengganggu arus lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman, Selasa (10/2/2026). Tumpahan semen terjadi di dua titik, yakni di pertigaan timur Taman Asti Caruban dan pertigaan timur SMAN 1 Mejayan. Material semen yang mengeras di badan […]

    Bagikan
expand_less