Berita Terkini
Trending Tags

Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kelompok tani Kelurahan Bangunsari membuat bubur california, Foto : Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah tanaman padi milik petani di Ponorogo mengalami penyakit yang dikenal dengan istilah ‘asem-aseman’. Gejala awal penyakit ini terlihat dari daun padi yang menguning kemerahan, dimulai dari ujung, menjalar ke pangkal, hingga akhirnya mengering dan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi hasil panen bahkan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Di area persawahan Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Kota Ponorogo, fenomena ini semakin mengkhawatirkan. Abu Yahman, seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa penyakit ini telah terjadi sepanjang musim penghujan.

“Air yang seharusnya bisa surut justru tergenang, menyebabkan tanaman cepat busuk akibat jamur dan bakteri. Selain itu, keasaman tanah juga tinggi,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Kelompok Tani Bangunsari menciptakan inovasi berupa Bubur California (BC), yaitu pestisida nabati/Alternatif berbahan dasar belerang, batu kapur, dan air.

Cara pembuatan BC cukup sederhana:

1. Rebus tepung belerang dan batu kapur halus dalam air mendidih hingga larut.

2. Aduk hingga semua bahan tercampur merata dan kembali mendidih.

3. Dinginkan larutan dan diamkan selama 24 jam agar cairan dan endapan terpisah.

4. Ambil cairan bagian atas yang berwarna kuning kemerahan, lalu simpan dalam jeriken atau botol.

Petani dapat menyemprotkan larutan ini dengan dosis berbeda sesuai usia tanaman. Usia 7 hari, campurkan seperempat botol air mineral dengan air sebelum penyemprotan. Sedangkan, usia 10 hari, campurkan setengah botol air mineral dengan air sebelum penyemprotan.

Ahmad Subkhi, seorang petani yang telah menerapkan inovasi ini, menyatakan bahwa BC efektif menekan pertumbuhan jamur dan bakteri.

“Ini namanya Bubur California, atau anti jamur. Ini siasat kita untuk menekan biaya pertanian, dan terbukti efektif,” katanya.

Sementara itu, Edy Mulyono, Petugas Pengendali Penyakit Tanaman (PUPT) Provinsi Jawa Timur, menambahkan bahwa selain di Bangunsari, beberapa kelompok tani lain di Kabupaten Ponorogo juga melakukan inovasi serupa. 

“Ini sangat bermanfaat, terutama dalam menekan biaya pertanian,” ujarnya.

Selain mengurangi jamur dan bakteri, penggunaan BC juga membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Dengan inovasi ini, diharapkan kesehatan tanaman padi tetap terjaga dan hasil panen meningkat, memberikan solusi berkelanjutan bagi petani di Ponorogo.

Patria – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua Fraksi Setujui Raperda Pembentukan Lima Desa Baru dengan catatan

    Semua Fraksi Setujui Raperda Pembentukan Lima Desa Baru dengan catatan

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan lima desa baru di Kabupaten Ponorogo terus berlanjut. Dalam rapat paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi, Rabu (17/6/2026), seluruh fraksi menyatakan sepakat agar pembahasan lima Raperda pembentukan desa tersebut diteruskan ke tahap berikutnya. Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan secara […]

    Bagikan
  • Puluhan Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Daerah Perbatasan Rawan Penularan

    Puluhan Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Daerah Perbatasan Rawan Penularan

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KAB. MADIUN – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun mencatat telah menemukan sebanyak 29 ekor sapi suspek PMK di wilayahnya. Puluhan hewan tersebut terindikasi terinfeksi penyakit mulut dan kuku. “Kondisi itu terlihat dari ciri-ciri pada mulut sapi yang berbusa dan kakinya ditemukan luka-luka,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Paryoto, Selasa […]

    Bagikan
  • Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    Demo Tak Jadi Digelar di Kejari Magetan, MAKI Ubah Haluan Lapor ke Kejati Jatim

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan yang sebelumnya santer diberitakan, akhirnya tak muncul di lapangan. Massa yang diklaim mencapai ratusan orang tak terlihat dan memunculkan tanda tanya di publik. Batal, ditunda, atau justru hilang momentum. Koordinator MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa absennya aksi […]

    Bagikan
  • Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    Petani Lereng Gunung Lawu Merugi, Tanaman Membusuk dan Harga Anjlok

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan — Cuaca ekstrem yang terus menghantam kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, selama dua pekan terakhir berdampak serius pada sektor pertanian. Kabut tebal dan curah hujan tinggi yang turun hampir setiap hari menyebabkan kerusakan parah pada tanaman sayuran. Hal itu membuat para petani kelimpungan menghadapi gagal panen dan anjloknya […]

    Bagikan
  • Ramai ASN Keluyuran saat Jam Kerja, Bupati Magetan Terbitkan SE Larang Ngopi hingga Belanja

    Ramai ASN Keluyuran saat Jam Kerja, Bupati Magetan Terbitkan SE Larang Ngopi hingga Belanja

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan memperketat pengawasan terhadap kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) selama jam kerja. Kebijakan tersebut diterbitkan setelah aktivitas sejumlah ASN yang masih terlihat nongkrong di warung kopi, makan di restoran, berbelanja hingga menjemput anak saat jam dinas menjadi sorotan. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.5.2/11/403.013/2026 […]

    Bagikan
  • Jalan Mlarak–Kaponan Rusak, DPUPKP Janji Usulkan Perbaikan di P-APBD

    Jalan Mlarak–Kaponan Rusak, DPUPKP Janji Usulkan Perbaikan di P-APBD

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo memastikan ruas Jalan Mlarak–Kaponan, Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, yang sempat ditanami pohon pisang dan pepaya oleh warga, akan diusulkan untuk diperbaiki. Namun, perbaikan tersebut belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Shintawati, mengatakan perbaikan jalan itu […]

    Bagikan
expand_less