Berita Terkini
Trending Tags

Buntut Penyelidikan Kejaksaan, Tangisan Sekdin Dukcapil ke Bupati Sugiri

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sekretaris Dispendukcapil (baju batik) Ponorogo menangis saat wadul Bupati Ponorogo, Foto : Ega Patria – Sinergia

Sinergia | Kab. Ponorogo – Dampak kasus kredit fiktif di Bank BRI Unit Pasar Ponorogo kian meluas. Belasan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo mendatangi rumah dinas Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (05/06/2025), untuk meminta perlindungan hukum.

Aksi itu berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB di Pringgitan, rumah dinas bupati. Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heru Purwanto, bahkan tak kuasa menahan tangis. Ia menangis histeris di hadapan Bupati Sugiri, mengaku terenyuh atas kondisi rekan-rekannya.

“Bares mawon Pak Bupati… saya kasihan sama teman-teman,” ucap Heru dengan suara terbata dan penuh emosi. Ia menegaskan bahwa dirinya dan ASN lain bekerja sesuai prosedur dan tidak mengetahui jika dokumen yang diterbitkan digunakan dalam tindak pidana.

“Kami berproses sesuai prosedur. Kesalahan apa? Kami tidak tahu. Dikira kolang-kaling (kongkalikong – red). Kepala dinas tidak masuk, saya tidak tahu alasannya apa,” lanjut Heru.

Kedatangan para ASN ini berkaitan dengan penyelidikan yang tengah dilakukan Kejaksaan Negeri Ponorogo. Penyelidikan ini mengarah pada dugaan penggunaan identitas palsu yang diterbitkan secara ilegal, dan kemudian dipakai untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sugiri Sancoko menyatakan dukungannya terhadap ASN yang bekerja sesuai aturan.

“Saya agak kaget, ada sekdin membawa pasukannya minta perlindungan. Tapi saya bilang, selama bekerja dengan baik, tidak main-main dengan data kependudukan, pindah KTP, atau yang lain, kalau sesuai prosedur pasti aman,” kata Sugiri.

Sugiri juga meminta ASN tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi proses hukum.

“Hukum akan mencari keadilan. Saya tidak akan tinggal diam kalau ada ASN yang tidak bersalah tapi dikriminalisasi,” tegasnya.

Aksi tersebut berdampak langsung pada layanan publik. Sejumlah warga yang datang ke kantor Dispendukcapil sejak pagi mengeluh karena tidak kunjung dilayani. Pelayanan baru berjalan sekitar pukul 13.00 WIB, itupun dengan keterbatasan petugas.

“Saya dari jam sembilan nunggu, tapi petugasnya nggak ada. Baru jam satu siang dilayani, itu pun lama dan terbatas,” keluh Sumiati, salah satu warga.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo langsung melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dispendukcapil untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Sementara itu, proses penyelidikan kasus kredit fiktif masih terus berlangsung di Kejari Ponorogo. Pihak kejaksaan hingga kini belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah tersangka atau institusi yang terlibat dalam perkara tersebut.

Ega Patria – Sinergia 

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petisi Daring Desak APBD Magetan Lebih Pro Rakyat, DPRD Diberi Tenggat 10 Hari

    Petisi Daring Desak APBD Magetan Lebih Pro Rakyat, DPRD Diberi Tenggat 10 Hari

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dorongan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan berpihak pada masyarakat kecil semakin nyaring terdengar. Sejak 4 September 2025, sebuah petisi daring bertajuk “Kawal Pembahasan Perubahan APBD Magetan untuk Lebih Pro Rakyat” ramai mendapat perhatian publik. Petisi tersebut digagas oleh Agus Pujiono, anggota Forum Rumah Keterbukaan Informasi dan Transparansi […]

    Bagikan
  • Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    Koperasi Merah Putih di Ambang Krisis, Ini Langkah Wali Kota Madiun

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi, angkat bicara mengenai kondisi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang kini berada di ujung tanduk. Koperasi yang sebelumnya mampu mencatat omzet hingga Rp. 6 juta per hari itu, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp. 2 juta bahkan sempat di bawah angka tersebut. Menurut Wali Kota Maidi, […]

    Bagikan
  • Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 12 Ribu Ekor Tewas Terpanggang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kebakaran hebat melanda kandang ayam di Dusun Jombok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan pada Jumat siang (25/07/2025). Peristiwa ini menyebabkan lebih dari 12 ribu ayam mati terpanggang. Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.28 WIB. Perangkat desa setempat segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Magetan. Dua unit […]

    Bagikan
  • Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    Kian Terkeruk, Pemkab Magetan Ancam Pidanakan Penambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Alam indah Magetan kian tergerus. Tebing tinggi rawan longsor, jalanan desa hancur, dan pengusaha tambang terus menggali tanpa peduli. Pemerintah Kabupaten Magetan akhirnya bersuara lantang dengan ancaman pidana siap menjerat penambang ilegal yang merusak lingkungan dan melecehkan hukum. Ancaman ini disampaikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Magetan, Nizamul, usai melakukan inspeksi […]

    Bagikan
  • Menjelang Natal, Toko Parcel di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga 30 Persen

    Menjelang Natal, Toko Parcel di Magetan Kebanjiran Pesanan hingga 30 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Suasana hangat jelang Natal dan Tahun Baru mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Magetan. Di antara deretan toko penjual parcel, Toko Roti Imelda di Jalan Ahmad Yani tampil mencolok dengan geliat pesanan yang terus berdatangan. Sejak pertengahan November lalu, toko ini sudah bersiap menyambut momen istimewa, merakit ratusan paket hadiah yang […]

    Bagikan
  • UMK Ngawi 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp. 2,54 Juta, Menunggu Keputusan Gubernur

    UMK Ngawi 2026 Diusulkan Naik Jadi Rp. 2,54 Juta, Menunggu Keputusan Gubernur

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Usulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ngawi tahun 2026 telah resmi dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Besaran yang diusulkan mencapai Rp2.547.606, atau naik Rp149.678 dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Supriyadi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pembahasan dalam rapat Dewan […]

    Bagikan
expand_less