Berita Terkini
Trending Tags

Waspada Beli Alat Bantu Dengar Tanpa Konsultasi, Pakar: Bukan Barang Umum, Harus Disesuaikan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 191
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ilustrasi alat bantu dengar, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Magetan – Tren masyarakat membeli alat bantu dengar secara daring semakin marak. Banyak yang berharap solusi instan untuk gangguan pendengaran dengan membeli alat tersebut melalui marketplace, bahkan dengan harga tinggi. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko besar jika dilakukan tanpa konsultasi tenaga medis.

Hal ini ditegaskan oleh dr. Rosa Falerina, Sp.THT-BKL Subsp.N.O (K), dokter spesialis telinga, hidung, tenggorokan dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dalam kegiatan workshop kesehatan di Kecamatan Kawedanan, Sabtu (19/07/2025).

“Alat bantu dengar bukan barang yang bisa dipakai sembarangan. Harus ada proses uji coba dan penyesuaian kekuatan suara oleh tenaga medis. Ini bukan seperti beli earphone,” jelas dr. Rosa.

Ia menyamakan proses pemilihan alat bantu dengar dengan memilih pakaian. Ukurannya harus pas, dan kenyamanannya wajib diuji langsung bersama pasien.

“Kalau kekuatannya terlalu besar bisa menyakitkan, kalau terlalu kecil tidak akan membantu. Sama seperti memilih baju, harus pas ukurannya. Tidak bisa asal beli lalu langsung dipakai,” lanjutnya.

Menurutnya, baik alat bantu dengar yang dibeli mandiri maupun yang diperoleh dari program pemerintah, tetap membutuhkan penyesuaian teknis. Tahapan ini melibatkan komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga medis untuk menyesuaikan pengaturan alat.

“Tenaga medis akan menyesuaikan pengaturan volume sambil memantau respons pasien. Kalau muncul suara mendengung, nyeri, atau tidak nyaman, berarti perlu evaluasi ulang,” ujarnya.

Dr. Rosa juga mengingatkan bahwa penggunaan alat bantu dengar yang tidak sesuai justru dapat memperburuk kondisi pendengaran. “Kalau dipaksakan, bisa memicu iritasi, infeksi, bahkan memperparah kerusakan telinga. Jadi bukan hanya soal bisa mendengar, tapi bagaimana mendengar dengan aman dan benar,” tegasnya.

Dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap alat bantu dengar, dr. Rosa mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan tidak tergesa-gesa. Konsultasi medis sebelum membeli adalah langkah penting untuk memastikan alat tersebut benar-benar sesuai dan bermanfaat.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2.424 Buruh Rokok Terima BLT DBHCHT, Bupati Madiun Ultimatum Larangan Bansos Untuk Judol

    2.424 Buruh Rokok Terima BLT DBHCHT, Bupati Madiun Ultimatum Larangan Bansos Untuk Judol

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 kepada 2.424 penerima. Bantuan tersebut diberikan kepada dua kategori penerima, yakni 1.895 petani tembakau dan 529 buruh pabrik rokok. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Madiun Hari […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
  • Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    Ditengah Kekhawatiran Pedagang Pasar, Anggaran Perawatan Pemkab Madiun Nihil di APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Para pedagang pasar di Kabupaten Madiun masih menunggu kepastian revitalisasi dari pemerintah daerah. Hingga kini, sejumlah pasar tradisional di wilayah yang dikenal sebagai Kampung Pesilat itu belum mendapatkan alokasi anggaran pemeliharaan pada APBD murni 2026. Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Erni Suryani, mengatakan belum […]

    Bagikan
  • Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    Simbol Perlawanan atau Tren Pop, Diskusi Bendera One Piece Soroti Kritik Sosial dalam Anime

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di tengah maraknya pengibaran bendera tengkorak bertopi jerami ala Jolly Roger dari anime One Piece yang ramai dijadikan simbol perlawanan, sekelompok pemuda di Madiun memilih pendekatan berbeda yakni berdiskusi. Puluhan pemuda berkumpul di sebuah kafe di Jalan Salak, Kota Madiun, Madiun (03/08/2025), untuk mendalami makna cerita dalam One Piece, bukan […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    Pemkab Magetan Tunggu Pertek BKN untuk Mutasi Jabatan, 11 OPD Masuk Evaluasi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menunggu terbitnya Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum melaksanakan mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah posisi strategis tercatat masih kosong, termasuk jabatan camat serta sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama. Sekretaris Daerah (Sekda) Magetan, Welly Kristanto, menjelaskan bahwa proses tersebut masih […]

    Bagikan
  • Toko Oleh-Oleh Khas Madiun Diserbu Pembeli, Penjualan Melejit 50%

    Toko Oleh-Oleh Khas Madiun Diserbu Pembeli, Penjualan Melejit 50%

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Bagi pemudik kurang lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh khas saat akan kembali ke perantauan. Itulah yang terlihat di Toko Oleh-Oleh Taman Asri yang terletak di Jalan Kemiri, Kota Madiun yang diserbu para pembeli, terutama pada Jumat (04/04/2025) atau H+ 4 lebaran ini. Penjualan di toko ini mengalami Peningkatan yang […]

    Bagikan
expand_less