Berita Terkini
Trending Tags

BNPT Ingatkan Bahaya Radikalisme, Magetan Masuk Zona Rawan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ketua FKPT Jatim, Husniyah, menegaskan bahwa ancaman radikalisme bisa menyebar cepat terutama lewat media sosial. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Label zona merah potensi intoleransi dan radikalisme kini melekat pada Kabupaten Magetan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan daerah ini masuk kategori rawan, sehingga perlu langkah pencegahan lebih serius.

Menanggapi kondisi tersebut, BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme. Kegiatan itu menghadirkan unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga mahasiswa.

Ketua FKPT Jatim, Husniyah, menegaskan bahwa ancaman radikalisme bisa menyebar cepat terutama lewat media sosial. Karena itu, pihaknya menilai penting membekali masyarakat dengan pemahaman yang benar.

“Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak harus ikut andil agar tidak mudah terpengaruh dengan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila,” tegasnya.

Menurut Husniyah, saat ini FKPT dan BNPT memprioritaskan sosialisasi kepada kalangan pemuda dan tokoh masyarakat. Selanjutnya, upaya kontra narasi radikalisme juga akan diarahkan kepada insan media agar bisa melawan propaganda radikal di ruang digital.

Dalam forum itu, BNPT juga menekankan perlunya deteksi dini. Warga diharapkan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada radikalisme atau terorisme. Di sisi lain, penguatan nilai kebangsaan dan toleransi disebut sebagai benteng utama mempertahankan keutuhan NKRI.

Pemerintah Kabupaten Magetan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pencegahan ini. Wakil Bupati Suyatni Priasmoro menilai keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan mencegah masuknya paham radikal.

“Dengan persatuan dan kesadaran bersama, Magetan bisa tetap aman, damai, dan kondusif,” ucapnya menutup acara.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    LPG 3 Kg Masih Langka di Magetan, Meski Tambahan 19 Ribu Tabung Sudah Disalurkan

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Tambahan 19.040 tabung LPG 3 kilogram yang disalurkan PT Pertamina Patra Niaga sejak Kamis (26/06/2025) hingga Sabtu (28/06/2025) ternyata belum mampu mengatasi kelangkaan yang terus dikeluhkan warga Magetan. Di tengah momentum peringatan Tahun Baru Islam, masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan rumah tangga, justru semakin kesulitan mendapatkan gas melon bersubsidi […]

    Bagikan
  • Pabrik Pengolahan Porang Dibangun di Saradan, Angin Segar bagi Petani dan Siap Serap Tenaga Kerja photo_camera 2

    Pabrik Pengolahan Porang Dibangun di Saradan, Angin Segar bagi Petani dan Siap Serap Tenaga Kerja

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun bersiap menjadi salah satu pusat hilirisasi porang nasional. Pemerintah Kabupaten Madiun bersama PT Fengshuo Konjac Indonesia resmi memulai pembangunan pabrik pengolahan porang di Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan, Rabu (4/2/2026). Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto dan disaksikan jajaran direksi perusahaan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), […]

    Bagikan
  • Polisi Olah TKP Pasca-kerusuhan di DPRD Kota Madiun, Kerugian Capai Rp530 Juta

    Polisi Olah TKP Pasca-kerusuhan di DPRD Kota Madiun, Kerugian Capai Rp530 Juta

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Polres Madiun Kota mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca-kerusuhan di Gedung DPRD Kota Madiun, Selasa (02/09/2025). Pemeriksaan dilakukan di tujuh titik yang terdampak kericuhan pada Sabtu (30/08/2025) lalu. Dari hasil pengecekan, polisi mendapati sejumlah kerusakan fasilitas, kehilangan aset, hingga kerusakan gedung. Beberapa di antaranya pintu kaca ruang rapat […]

    Bagikan
  • Puluhan Ribu Kendaraan Melintas di Tol Madiun, Puncak Arus Mudik Diprediksi Malam Ini

    Puluhan Ribu Kendaraan Melintas di Tol Madiun, Puncak Arus Mudik Diprediksi Malam Ini

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – H-3 Lebaran 2025, arus lalu lintas di Tol Madiun mengalami lonjakan signifikan. Hingga Jumat (28/03/2025) pukul 11.00 WIB, tercatat sekitar 120 ribu kendaraan telah melintas melalui Gerbang Tol Madiun, Caruban, dan Nganjuk. Mayoritas kendaraan berasal dari kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Direktur Utama PT Jasa Marga Ngawi Kertosono […]

    Bagikan
  • Linmas Turut Perkuat Pengamanan Mapolsek di Tengah Situasi Tak Kondusif

    Linmas Turut Perkuat Pengamanan Mapolsek di Tengah Situasi Tak Kondusif

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Meningkatnya aksi perusakan fasilitas publik dan kantor pemerintahan di sejumlah daerah belakangan ini mendorong aparat di Kabupaten Magetan meningkatkan kewaspadaan. Di Kecamatan Karangrejo, pengamanan Mapolsek tidak hanya dilakukan aparat kepolisian dan TNI. Personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) juga turut bergabung dalam apel siaga pada Minggu (31/8/2025) untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Camat […]

    Bagikan
  • Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Para petani di Kabupaten Magetan mengaku tahun ini distribusi pupuk subsidi terasa lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Mbah Pangat, salah satu petani di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan. “Sekarang lebih gampang, stoknya juga cukup. Kalau harga urea sekitar Rp. 135 ribu, Poska Rp. 140 ribu per sak. Lebih […]

    Bagikan
expand_less