Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Bagasi Penumpang KAI Maksium 20 Kg, Segini Biaya Tambahan Jika Melebihi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA MADIUN – Moment libur Tahun Baru 2025 banyak dipakai masyarakat untuk berpergian. Salah satunya dengan menggunakan moda transportasi kereta api seperti di Wilayah KAI Daop 7 Madiun. Hal itu terlihat dari lonjakan volume penumpang yang berangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 7 Madiun menjelang pergantian tahun.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Kuswardojo menjelaskan berdasarkan data pada Jumat (27/12/2024), dari tanggal 27 Desember 2024 – 5 Januari 2025 sebanyak 32.880 pelanggan telah memesan tiket. Kini hanya menyisakan 2.835 tempat duduk dari KA Bangunkarta, KA Singasari, KA Brantas, dan KA Brantas Tambahan.

“Antusias masyarakat menggunakan jasa kereta api tentu harus dibarengi dengan pemahaman mengenai ketentuan barang bawaan yang berlaku di kereta api. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi tanpa biaya tambahan dengan batas berat maksimum 20 kg dan volume maksimum 100 dm³. Dengan dimensi maksimal 70 x 48 x 30 cm” ujarnya.

Jika dalam boarding di stasiun, pelanggan diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan tersebut, maka akan dikenakan biaya sebesar Rp10.000/kg untuk kelas eksekutif, Rp6.000/kg untuk kelas bisnis, dan Rp2.000/kg untuk kelas ekonomi. Barang bawaan pelanggan dapat diletakkan pada rak bagasi di atas tempat duduk atau diletakkan di tempat lain yang tidak mengganggu atau membahayakan pelanggan lainnya serta yang tidak menimbulkan kerusakan pada kereta.

“Untuk barang yang melebihi ketentuan, pelanggan disarankan menggunakan layanan ekspedisi KAI Logistik. Tentu juga harus diperhatikan barang-barang yang dilarang dibawa sesuai peraturan perundang-undangan”pungkasnya.

Sementara itu, pantauan pemesanan tiket kereta api keberangkatan Daop 7 pada periode 19 Desember – 5 Januari 2025, telah terjual sebanyak 76.742 tiket, yang merupakan 127% dari kapasitas yang disediakan sebanyak 60.552 tiket. Tujuan favorit masyarakat pada periode tersebut adalah Jakarata, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Banyuwangi.

[Tim Liputan]

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo menyerap sekitar 2.000 ton padi dari petani pada awal tahun ini. Padi tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Kepala Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto menjelaskan hasil serapan tersebut telah masuk ke gudang Bulog. Meskipun saat ini jumlah penyerapan mulai berkurang […]

    Bagikan
  • Berdalih Terdesak Ekonomi, Emak-Emak di Ponorogo Nyambi Jual Togel Online

    Berdalih Terdesak Ekonomi, Emak-Emak di Ponorogo Nyambi Jual Togel Online

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Diduga terhimpit kebutuhan ekonomi yang semakin sulit, seorang ibu rumah tangga di Ponorogo, Jawa Timur, nekat menjalankan bisnis judi togel online dengan kedok warung kopi. Tersangka, Endang Setyoningsih (50), warga Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, mengaku telah menjalankan praktik ini selama tiga bulan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Kapolres Ponorogo, AKBP Andin […]

    Bagikan
  • Serapan Anggaran 2025 Disorot DPRD, Pemkab Ponorogo Akui Ada Proyek Tertunda Pasca OTT KPK

    Serapan Anggaran 2025 Disorot DPRD, Pemkab Ponorogo Akui Ada Proyek Tertunda Pasca OTT KPK

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tahun 2025 menjadi sorotan DPRD. Sejumlah program yang tidak terealisasi hingga akhir tahun menyebabkan munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kali ini merupakan kelanjutan agenda yang sempat tertunda. DPRD pun membentuk panitia khusus […]

    Bagikan
  • Audit Jadi Kunci, Polisi Komitmen Tuntaskan Kasus Gagal Bayar Koperasi MSI Magetan

    Audit Jadi Kunci, Polisi Komitmen Tuntaskan Kasus Gagal Bayar Koperasi MSI Magetan

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kasus gagal bayar yang membelit Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) di Kabupaten Magetan terus menjadi sorotan. Ribuan warga yang merasa menjadi korban masih menggantungkan harapan pada proses hukum. Sementara Polres Magetan memastikan penanganan perkara ini tak akan dibiarkan berlarut-larut. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menegaskan bahwa pihaknya serius […]

    Bagikan
  • Delapan Anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya Menyerah Setelah Operasi Satgas Yonif 501/BY

    Delapan Anggota OPM Kodap IV/Sorong Raya Menyerah Setelah Operasi Satgas Yonif 501/BY

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sinergia | Maybrat, Papua Barat – Pada 23 Desember 2024, Satgas Yonif 501/BY sukses menurunkan delapan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap IV/Sorong Raya beserta keluarga mereka. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting setelah penyerahan diri tiga simpatisan OPM pada 15 Desember 2024. Penelusuran lebih lanjut mengungkapkan bahwa kedelapan individu tersebut merupakan bagian inti dari […]

    Bagikan
  • Capaian PBB-P2 Kabupaten Madiun Baru 91%, Kecamatan Wungu Terendah

    Capaian PBB-P2 Kabupaten Madiun Baru 91%, Kecamatan Wungu Terendah

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Jatuh tempo pembayaran telah lewat, namun penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Madiun masih menyisakan pekerjaan besar. Hingga 30 September 2026, realisasi baru mencapai Rp27,7 miliar atau 91 persen dari target Rp30,5 miliar. Pemkab Madiun masih harus mengejar Rp2,7 miliar dalam tiga bulan terakhir 2026. Capaian antarwilayah […]

    Bagikan
expand_less