Berita Terkini
Trending Tags

Anggaran Terpangkas 52 Persen, DPUPR Magetan Fokus Pertahankan Jalan Kabupaten

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Lebih dari 120 kilometer jalan Magetan masih rusak. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan harus melakukan penyesuaian penanganan infrastruktur jalan menyusul berkurangnya transfer keuangan ke daerah. Tahun ini, anggaran penanganan jalan disebut mengalami penurunan sekitar 52 persen.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak bisa melakukan pembangunan maupun peningkatan jalan secara masif. Fokus penanganan diarahkan pada pemeliharaan dan mempertahankan kondisi jalan yang sudah ada agar tidak mengalami kerusakan semakin parah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid, mengatakan total panjang jalan kabupaten di Magetan mencapai sekitar 685 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 82 persen dalam kondisi baik, sedangkan 18 persen lainnya masuk kategori rusak.

Jika dikonversikan dalam panjang jalan, terdapat lebih dari 120 kilometer ruas jalan yang membutuhkan penanganan. Kerusakan tersebut terdiri atas kategori ringan hingga berat.

“Yang rusak ada sekitar 18 persen. Kalau dihitung kilometernya, yang rusak itu ada seratusan dua puluh sekian kilometer yang harus kita perbaiki,” ujar Muhtar.

Menurut dia, ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan maupun berat akan menjadi salah satu prioritas penanganan melalui perubahan APBD tahun ini maupun program yang direncanakan pada 2027.

Namun, keterbatasan fiskal membuat pola penanganan jalan harus disesuaikan. Dinas PUPR tidak hanya berfokus pada pembangunan atau peningkatan kualitas jalan, tetapi juga memastikan infrastruktur yang telah tersedia tetap dapat digunakan masyarakat.

Image Not Found
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wakid. Foto : Kus-Sinergia

Muhtar menjelaskan, anggaran untuk penanganan jalan tahun ini berkurang sekitar 52 persen akibat menurunnya transfer keuangan ke daerah. Kondisi itu berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam menambah pembangunan maupun peningkatan ruas jalan.

“Tidak terlalu banyak kita membangun tahun ini. Karena kekurangan anggaran, pemeliharaan dan peningkatan jalan kami prioritaskan di empat UPTD Bina Marga Cipta Karya untuk bisa mempertahankan infrastruktur yang ada,” katanya.

Empat UPTD tersebut menjadi ujung tombak penanganan kerusakan jalan yang bersifat rutin dan membutuhkan respons cepat. Penanganannya antara lain dilakukan terhadap lubang atau kerusakan sporadis yang dilaporkan masyarakat.

Metode yang digunakan juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Mulai dari patching atau penambalan, buras, pemeliharaan rutin dan berkala, hingga peningkatan kualitas jalan menggunakan aspal hotmix.

“Kalau ada lubang-lubang yang sporadis atau ada laporan masyarakat yang mendadak di call center, yang cepat menangani adalah UPTD,” jelas Muhtar.

Strategi tersebut dinilai lebih efektif untuk kerusakan yang sifatnya mendadak. Sebab, jika seluruh kerusakan harus menunggu proses pengusulan program hingga lelang proyek, waktu penanganannya akan lebih panjang.

Di sisi lain, PUPR juga tetap menjalankan sejumlah pekerjaan peningkatan jalan. Salah satunya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada ruas Parang-Kalipucang.

Ruas tersebut tidak hanya dipandang sebagai akses transportasi, tetapi juga bagian dari pengembangan konektivitas kawasan wisata. Jalur tersebut diarahkan untuk mendukung akses menuju destinasi wisata Tugu Reog Ponorogo dan konektivitas dengan kawasan wisata Sarangan.

Selain itu, pengembangan konektivitas kawasan Parang juga berkaitan dengan sejumlah destinasi dan kawasan lain, termasuk Sirkuit Parang serta jalur Parang-Sayutan yang mengarah ke perbatasan Kabupaten Ponorogo.

Menurut Muhtar, tuntutan masyarakat terhadap kualitas jalan kini juga semakin tinggi. Jalan yang diharapkan bukan sekadar dapat dilalui, tetapi juga memiliki permukaan yang lebih halus dan memberikan kenyamanan bagi pengguna

“Sekarang tuntutannya bukan hanya jalan itu baik, tetapi halus dan nyaman,” ujarnya.

Selain ruas wisata, PUPR juga mulai menangani akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Botok. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, namun ditargetkan dapat diselesaikan.

Muhtar menambahkan, kenaikan harga aspal juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pekerjaan infrastruktur. Untuk mengantisipasinya, Dinas PUPR melakukan penyesuaian harga satuan dalam Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar sesuai dengan perkembangan harga material di lapangan.

“Kita sudah menyiasati dengan menyesuaikan harga satuan di HPS dengan harga yang berkembang sekarang,” pungkasnya.

Dengan keterbatasan anggaran tersebut, PUPR Magetan kini menghadapi pekerjaan ganda: memperbaiki lebih dari 120 kilometer jalan yang rusak sekaligus mempertahankan ratusan kilometer jalan yang masih dalam kondisi baik agar tidak cepat mengalami penurunan kualitas.

Kondisi ini membuat penentuan skala prioritas menjadi penting, terutama dengan mengutamakan ruas yang memiliki tingkat kerusakan tinggi, berdampak terhadap mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta memiliki fungsi strategis bagi konektivitas dan pengembangan pariwisata daerah. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    Tradisi Farewell Parade Warnai Sertijab Kapolres Madiun Kota 

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tradisi Farewell Parade digelar di halaman Mapolres Madiun Kota pada Selasa pagi (22/4/2025), menandai serah terima jabatan Kapolres Madiun Kota dari AKBP Agus Dwi Suryanto kepada AKBP Wiwin Junianto Supriyadi. Acara berlangsung khidmat dan meriah dengan suguhan atraksi pencak silat serta penampilan drumband dari personel Polres Madiun Kota. AKBP Agus […]

    Bagikan
  • Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    Kasus Warga Madiun Hilang di Korea Belum Terungkap, Disnaker Jatim: Belum Bisa Disimpulkan Ingin Jadi Pekerja Ilegal

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Misteri hilangnya Femas Yani Arianto (22), warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan masih belum menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menyimpulkan motif di balik hilangnya pemuda tersebut, termasuk dugaan bahwa ia sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal. Kepala Bidang Penempatan dan […]

    Bagikan
  • Viral Rekaman CCTV Aksi Brutal Perampokan Indomaret di Maospati

    Viral Rekaman CCTV Aksi Brutal Perampokan Indomaret di Maospati

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi perampokan bersenjata mengguncang warga Maospati, Kabupaten Magetan. Rekaman CCTV yang beredar di media sosial menampilkan detik-detik kawanan perampok menyatroni sebuah Indomaret di Jalan Raya Barat, tepat di timur traffic light depan Lanud Iswahjudi, Kamis (04/09/2025) sekitar pukul 04.24 WIB. Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil putih berhenti di depan minimarket. […]

    Bagikan
  • 6 Anak Sanggar Tari Candra Waskita Harumkan Indonesia di Thailand

    6 Anak Sanggar Tari Candra Waskita Harumkan Indonesia di Thailand

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Enam anak dari Sanggar Tari Candra Waskita, Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, sukses tampil dalam ajang Indonesian Culture Night yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand, Minggu (14/09/2025). Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berangkat ke Negeri Gajah Putih dengan bermodal sumbangan akomodasi dari orang tua dan wali murid. Acara […]

    Bagikan
  • Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    Lepas Anggota Baru, Danrem 081/DSJ : Rangkul Semua Elemen Masyarakat!

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto melepas anggota baru untuk masuk ke berbagai satuan di jajarannya, bertempat di Aula Jenderal Sudirman Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (19/03/2025). Mayoritas mereka akan menjabat sebagai Babinsa. Danrem pun memerintahkan agar segera dapat menyesuaikan dengan tugas barunya. “Banyak sekali nanti kamu […]

    Bagikan
  • Pom Mini di Madiun Terbakar, Ruko dan Mobil Ludes Dilalap Api

    Pom Mini di Madiun Terbakar, Ruko dan Mobil Ludes Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 797
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebuah pom mini yang berada di depan ruko milik Tanem (60).warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ludes terbakar pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin pom bensin. Dalam video amatir yang beredar, kobaran api terlihat membesar hanya dalam hitungan menit hingga melahap […]

    Bagikan
expand_less