Bakso Lele, Primadona Menu Berbuka Puasa Di Ponorogo
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya olahan bakso berbahan dasar daging sapi dan ayam, inovasi kuliner berbahan ikan lele mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satunya datang dari Desa Sedah, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang menghadirkan bakso berbahan dasar ikan lele sebagai alternatif menu berbuka puasa.
Bakso lele ini dinilai memiliki keunggulan dibanding bakso pada umumnya. Selain teksturnya yang lebih lembut, kandungan protein dalam ikan lele juga dianggap lebih tinggi. Tak hanya itu, proses pembuatannya yang tanpa bahan pengawet membuat makanan ini semakin diminati berbagai kalangan.
Proses pembuatan bakso lele terbilang cukup sederhana. Daging ikan lele dipisahkan dari tulangnya, biasanya menggunakan lele berukuran besar yang tidak masuk standar konsumsi pasar. Daging tersebut kemudian digiling menggunakan blender, lalu dicampur dengan bumbu seperti garam, bawang putih, dan bawang merah.

Setelah adonan tercampur rata, adonan dibentuk bulat seperti bakso pada umumnya. Selanjutnya, bakso direbus dalam kaldu hingga matang untuk menghasilkan cita rasa gurih yang khas.
Salah satu pembeli, Vivi Vidayanti, mengaku menyukai bakso lele karena rasanya yang tidak amis dan tetap memiliki cita rasa khas ikan. “Rasanya seperti bakso pada umumnya, enak, tidak amis, tapi tetap terasa lelenya,” ujarnya.
Sementara itu, pembuat bakso lele, Reni Andika Hapsari, mengatakan bahwa awalnya ia membuat olahan tersebut hanya untuk konsumsi pribadi. Namun, seiring waktu, banyak orang yang tertarik hingga akhirnya ia mulai menjualnya melalui media sosial.
Menurut Reni, bakso lele memiliki keunggulan dari segi tekstur yang lebih lembut sehingga cocok dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Selain itu, tingginya kandungan protein dalam ikan juga menjadi nilai tambah tersendiri.
“Tekstur ikan itu lembut dan bisa kenyal tanpa bahan tambahan, cukup diolah dengan garam saja. Jadi lebih sehat dan bisa untuk semua usia,” jelasnya.
Selama bulan Ramadan, permintaan bakso lele cenderung meningkat. Banyak pembeli yang menjadikannya sebagai menu berbuka puasa maupun sahur karena kuahnya yang segar dan mudah disajikan.
Untuk harga, bakso lele kemasan ekonomis dijual sekitar Rp20.000 per pak. Sedangkan untuk ukuran satu kilogram, dibanderol dengan harga sekitar Rp150.000.
Dengan keunikan rasa serta kandungan gizinya, bakso lele kini menjadi salah satu alternatif kuliner yang diminati masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez







