
foto : Nan/Sinergia
Sinergia | Magetan – Arus wisatawan yang memadati kawasan Telaga Sarangan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat jalur menanjak kembali menjadi titik rawan. Tidak sedikit kendaraan pribadi, roda empat maupun dua, yang tiba-tiba kehilangan tenaga di tengah tanjakan dan memicu kepanikan pengemudi dan penumpang. Di momen-momen genting itulah, personel Tim Drogba (Dorong Ganjal Ban) Polres Magetan tampil sebagai penyelamat.
Suasana mendadak menegangkan ketika sebuah mobil wisatawan asal Gresik yang dikendarai Mutakin tersendat saat melewati tanjakan pertigaan Omah Jowo. Mobil yang ditumpanginya tak kuat melaju akibat beban berat dan kapasitas mesin yang terbatas. Kendaraan sempat mundur perlahan, membuat penumpang panik dan pengguna jalan lainnya ikut waspada.
Dalam kondisi itu, beberapa personil Tim Drogba langsung berlari dan sigap menahan bagian belakang mobil sambil memasang ganjal kayu untuk mencegah kendaraan terus melorot ke bawah. Aksi tersebut berlangsung cepat, hanya dalam hitungan detik, sebelum akhirnya mobil dapat distabilkan dan didorong naik hingga mencapai jalur aman.

foto : Nan/Sinergia
Mutakin, pengemudi mobil tersebut, mengaku sangat terbantu oleh aksi cepat aparat kepolisian. “Mobilnya kurang kuat, CC-nya kecil. Tadi bisa naik karena dibantu bapak-bapak polisi ini. Kami dari Sarangan mau pulang ke Gresik, dan ini pertama kali lewat sini. Mobil kecil, penumpang banyak, jadi ya kurang kuat nanjak,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025).
Ia mengaku tidak menyangka tanjakan Sarangan seterjal itu, dan bahkan sempat khawatir mobilnya akan benar-benar mundur.
Kasat Samapta Polres Magetan, AKP Agus Wibowo, menjelaskan bahwa kejadian serupa kerap terjadi, terutama saat lonjakan wisatawan. Personelnya telah disiagakan sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi kecelakaan.
“Kami menyiagakan personel di sejumlah tanjakan rawan, termasuk pertigaan Omah Jowo. Setiap hari ada sekitar lima belas personel yang siap membantu wisatawan yang kendaraannya tidak kuat naik, lengkap dengan ganjal kayu,” jelas AKP Agus.
Ia menambahkan bahwa Tim Drogba merupakan tim tahunan yang khusus diaktifkan saat libur akhir tahun. “Tim ini memang rutin kami terjunkan dan dikenal sebagai Tim Drogba—Dorong Ganjal Ban,” ujarnya.

Menurut pantauan petugas, penyebab kendaraan gagal menanjak bukan hanya soal tenaga mesin. “Banyak pengendara yang kaget dengan karakter jalan di Magetan. Ada yang lupa mematikan AC, ada yang salah memilih gigi. Kendaraan matic justru paling sering tidak kuat naik. Kalau manual umumnya lancar,” terang Agus.
Ia juga menyebutkan bahwa tanjakan paling rawan juga berada di arah barat keluar Telaga Sarangan, tepatnya di kawasan Singolangu. “Singolangu, baik jalur lama maupun jalur baru, itu tanjakan yang paling menantang,” tegasnya.
Sebagai bagian dari Operasi Lilin Semeru 2025, penjagaan ini akan berlangsung cukup panjang. “Kami siaga mulai 20 Desember sampai 2 Januari 2026,” tambahnya.
Aksi dramatis mendorong kendaraan yang mundur di tanjakan bukan hanya sekali terjadi. Beberapa kali anggota Tim Drogba harus berlari, mengganjal ban, hingga memandu pengemudi dengan instruksi khusus agar kendaraan bisa mengatasi tanjakan tanpa insiden.
Upaya ini tidak hanya mencegah kemunduran kendaraan, tetapi juga menghindari tabrakan beruntun dan kepanikan di jalur wisata yang ramai.
Dengan kesiapsiagaan ini, Polres Magetan berharap seluruh wisatawan dapat menikmati liburannya dengan rasa aman dan tenang, meski harus melintasi jalur menanjak yang cukup ekstrem. (Nan/Krs).