Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

RPJMD Magetan 2025–2029 Dimatangkan, Lima Janji Besar Nanik-Suyatni

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 230
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti saat acara RPJMD Magetan 2025–2029, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Kab. Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menggulirkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang digelar Selasa (17/06/2025) di Ruang Rapat Ki Mageti.

Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti – Suyatni Prihasmoro, memaparkan lima program prioritas yang diklaim menjadi fondasi transformasi daerah. Mulai dari peningkatan kualitas SDM, pertanian modern, perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga pemberdayaan komunitas RT dan pelestarian budaya.

Salah satu program yang disorot adalah beasiswa kedokteran bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Tujuannya baik, agar Magetan tak terus bergantung pada tenaga medis dari luar daerah. Tapi efektivitas program ini akan sangat bergantung pada keberlanjutan pendanaan dan pemantauan ketat, terutama pada proses seleksi yang transparan.

Pada sektor pertanian, Pemkab mengusung hilirisasi dan sistem pertanian organik. Tapi tantangannya bukan hanya soal bibit dan pupuk, melainkan bagaimana petani bisa masuk dalam ekosistem industri kreatif yang kerap menuntut literasi digital dan inovasi produk yang masih jauh dari jangkauan sebagian besar petani tradisional.

Begitu juga dengan janji pembangunan infrastruktur seperti akses jalan, trotoar, hingga ruang publik. Janji ini sejatinya bukan barang baru. Banyak warga masih menunggu janji-janji serupa yang digaungkan sejak RPJMD sebelumnya—yang sayangnya tak selalu berujung pada pelaksanaan yang utuh dan berkelanjutan.

Sektor ekonomi rakyat dan wisata juga mendapat porsi perhatian, dengan rencana revitalisasi Pasar Sayur, penataan Pasar Hewan dan Pasar Burung, hingga penguatan UMKM. Meski begitu, tanpa reformasi dalam perizinan, akses modal, dan distribusi pasar, UMKM masih bisa terjebak dalam pola bertahan, bukan berkembang.

Sementara itu, program pemberian dana tahunan untuk RT dan pelestarian budaya lokal menunjukkan niat membangun dari level paling bawah. Tetapi mekanisme akuntabilitas dan evaluasi perlu disiapkan sejak awal agar tidak sekadar menjadi bantuan simbolik yang menyulitkan pelaporan dan justru menambah beban administratif.

Di luar lima program utama, Pemkab Magetan juga menggulirkan dua proyek besar: relokasi Pasar Hewan Parang dan pembangunan Sirkuit Magetan. Dua inisiatif yang tak kalah ambisius, tapi belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran soal urgensi, keberlanjutan, dan dampak jangka panjang.

Kepala Bappeda Jawa Timur, Muhammad Yasin, yang hadir dalam forum tersebut mengapresiasi langkah cepat Pemkab Magetan. Ia menyatakan bahwa arah kebijakan yang dipilih Magetan sudah cukup sinkron dengan program strategis provinsi dan nasional.

“Pembangunan itu bukan urusan pusat atau provinsi saja. Kabupaten seperti Magetan justru punya peran penting,” ujar Yasin.

Ia juga menilai, program beasiswa kedokteran misalnya, sudah sejalan dengan arah kebijakan Jatim Cerdas dan Jatim Sehat yang dicanangkan Pemerintah Provinsi.

Disisi lain, janji telah diumumkan, peta jalan telah digelar. Kini masyarakat menanti langkah nyata. Sebab, pembangunan yang berhasil tidak ditentukan dari seberapa indah visinya, tetapi dari seberapa jauh dampaknya bisa dirasakan hingga ke kampung-kampung yang jarang tersorot kamera.

Dan seperti yang sering diungkap warga: pembangunan sejati bukan tentang berapa banyak baliho yang berdiri, tapi tentang berapa banyak jalan yang bisa dilalui tanpa takut ban pecah.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Mahasiswi UGM di Magetan

    Ini Dugaan Penyebab Tewasnya Mahasiswi UGM di Magetan

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim infisnPolres Magetan telah merampungkan autopsi terhadap jenazah mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) di RSUD dr. Sayidiman, Minggu dini hari (13/4/2025). Sheila Amalia Cristanti (21), warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun dilaporkan hilang sejak akhir Maret 2025. Jenazahnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah parit di kawasan Tikungan Lawu Green Forest, tepatnya […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    Mayat Perempuan Misterius Ditemukan di Semak – Semak Area Pemakaman

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Warga Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di semak-semak ilalang samping pemakaman umum, Rabu (20/5/2026) siang. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi tergeletak kaku di antara rimbunnya semak yang hampir menyamarkan keberadaan tubuh korban. Penemuan mayat misterius tersebut langsung menjadi perhatian warga […]

    Bagikan
  • Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    Ini Kata Wabup Magetan Suyatni Soal Janji Politik Rp 3 Juta per RT

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan mahasiswa dari BEM STAIM Ma’arif dan PMII Magetan yang menggelar aksis di depan Gedung DPRD Kabupaten Magetan menuntut realisasi program bantuan Rp 3 juta per RT. Itu menjadi janji kampanye Bupati Nanik dan Wakil Bupati Suyatni. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan lain, mulai dari kebijakan pembangunan infrastruktur, transparansi penggunaan […]

    Bagikan
  • Pagelaran Reog Obyog Diprakarsai DPRD Ponorogo Pukau Wisatawan dari Korea

    Pagelaran Reog Obyog Diprakarsai DPRD Ponorogo Pukau Wisatawan dari Korea

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Riuh tepuk tangan membahana di Alun-alun Ponorogo, Rabu (06/08/2025) malam, saat dentuman kendang dan lengkingan terompet Reog membelah suasana. Di antara ribuan pasang mata yang terpaku pada panggung terbuka Reog Obyok, ada 4 wisatawan asal Korea Selatan yang tak bisa menyembunyikan rasa kagum mereka. Keempat relawan muda asal Negeri Ginseng itu, […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

    Pemkab Magetan Andalkan Ribuan Rumah Burung Hantu untuk Atasi Hama Tikus

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mengandalkan metode pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan melalui pemasangan Rumah Burung Hantu (RBH) di berbagai sentra pertanian. Tercatat tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Magetan telah membangun sebanyak 941 unit RBH yang tersebar di sejumlah wilayah rawan serangan tikus. Kepala Bidang Tanaman Pangan […]

    Bagikan
  • TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    TPA Baru Kabupaten Madiun Disepakati di Kawasan Alas Kamukti Makmur

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Lokasi baru Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Madiun akhirnya disepakati. Lokasinya berada di kawasan hutan Alas Kamukti Makmur, Desa Blabakan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Lahan seluas 24 hektare tersebut saat ini tengah dalam proses peninjauan oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Madiun bersama Perhutani KPH Madiun. Peninjauan ini […]

    Bagikan
expand_less