Rabu, 28 Okt 2026
Trending Tags

Bupati Madiun Sampaikan Jawaban Perihal TKD Tahun 2027 Yang Disorot DPRD

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 37
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan jawaban terkait RAPBD 2027. (27/10/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun – Keterbatasan anggaran menjadi sorotan DPRD Kabupaten Madiun dalam pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2027. Proyeksi Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang dinilai stagnan dinilai berpotensi memengaruhi target pembangunan daerah.

Persoalan tersebut mengemuka dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda jawaban Bupati Madiun atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap RAPBD 2027, Selasa (27/10/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, mengatakan proyeksi TKD tahun depan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan alokasi tahun ini. Padahal, kemampuan fiskal daerah masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kalau dipandangkan tahun ini dan tahun depan, kenyataannya tidak ada kenaikan. TKD-nya masih sama antara tahun ini dan tahun depan,” kata Fery seusai memimpin rapat paripurna.

Menurut Fery, keterbatasan transfer tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas belanja dan target pembangunan. DPRD juga berencana mendorong pembahasan penyesuaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar selaras dengan kemampuan keuangan daerah.

Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dewan juga akan memanggil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyelaraskan program dan kebutuhan anggaran melalui rapat dengar pendapat (RDP).

“Masih ada waktunya. Kita melihat dalam pembahasan Banggar dan TAPD. Kami juga masih akan memanggil OPD. Nanti dalam RDP kita lihat dan sinkronkan,” ujarnya.

Fery menegaskan, kondisi fiskal yang terbatas membuat DPRD harus memperketat pengawasan terhadap penggunaan APBD. Setiap alokasi anggaran harus didasarkan pada kebutuhan dan kondisi objektif daerah agar tidak digunakan untuk belanja yang kurang prioritas.

“Kita harus betul-betul mengawasi, karena fiskal APBD yang begitu sempit ini perlu melihat situasi dan keadaan secara objektif,” katanya.

Selain mengandalkan dana transfer pusat, DPRD juga meminta Pemkab Madiun mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut Fery, masih terdapat potensi pendapatan yang dapat digali untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Meski demikian, ia mengakui penetapan target PAD harus mempertimbangkan kondisi perekonomian Kabupaten Madiun. DPRD menginginkan peningkatan pendapatan yang signifikan, tetapi tetap realistis terhadap kemampuan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

Image Not Found
DPRD dan Pemkab Madiun membahas keterbatasan anggaran daerah 2027. Foto : Tova-Sinergia

“Sebenarnya kami ingin betul-betul ada lonjakan, tapi melihat situasi dan kondisi ekonomi di Kabupaten Madiun seperti ini, kami tidak berani betul-betul menekan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyebut alokasi TKD 2027 berpotensi mengalami kenaikan meski dalam jumlah terbatas. Ia mengatakan Pemkab Madiun telah mengajukan usulan tambahan anggaran kepada pemerintah pusat sejak 11 September 2026.

Namun, keputusan mengenai besaran dana transfer sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Madiun berupaya memaksimalkan alokasi yang tersedia sembari mencari peluang tambahan pendanaan.

“Dana transfer itu yang punya kewenangan adalah pusat. Kami sudah mengajukan sebenarnya mulai tanggal 11 September, tapi baru ada jawaban kita cuma ada penambahan sedikit-sedikit. Kita berupaya mudah-mudahan bisa memaksimalkan dana-dana tersebut,” ujar Hari.

Untuk memperkuat kapasitas keuangan daerah, Hari juga meminta seluruh OPD meningkatkan kinerja, inovasi, dan kualitas pelayanan publik. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Kabupaten Madiun meraih penghargaan tingkat nasional yang disertai insentif fiskal dari pemerintah pusat.

Pemkab Madiun, lanjut Hari, akan mendorong setiap perangkat daerah menunjukkan kinerja optimal agar berpeluang memperoleh tambahan pendanaan di luar alokasi reguler.

“Kita mendorong teman-teman semua untuk bisa menjemput anggaran dari pusat. Kita harus bekerja maksimal, memberikan inovasi terbaik dan pelayanan kepada masyarakat yang baik. Insya Allah kita akan mendapatkan apresiasi, termasuk tambahan dana transfer dari pusat,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Krz/Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Ke-80 Bhayangkara, Pemkot Madiun dan Polres Madiun Kota Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

    HUT Ke-80 Bhayangkara, Pemkot Madiun dan Polres Madiun Kota Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Madiun dan Polres Madiun Kota untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu ditegaskan dalam upacara HUT ke-80 Bhayangkara di halaman Mapolres Madiun Kota pada Rabu (01/07/2026). Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Pelaksana […]

    Bagikan
  • Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    Gerbong Mutasi Lebih Besar, Maidi : OPD Tak Optimal Dievaluasi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi baru saja melakukan mutasi terhadap 5 pejabat pimpinan tinggi pratama pada Rabu (07/05/2025). Bahkan, 2 Kepala Dinas masuk “kotak” di posisi Staf Ahli. Rupanya, gerbong mutasi tidak ada berhenti disini saja. Maidi mengungkapkan bahwa perubahan struktur atau “gerbong” pemerintahan akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, […]

    Bagikan
  • Pohon Akasia Tumbang Timpa Dua Motor, Satu Penumpang Meninggal Dunia

    Pohon Akasia Tumbang Timpa Dua Motor, Satu Penumpang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebatang pohon jenis akasia di tepi Jalan Provinsi Ponorogo-Trenggalek tumbang dan menimpa dua sepeda motor yang tengah melintas. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Umum Jurusan Ponorogo-Trenggalek kilometer 5-6, Desa Winong, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Dua pengendara sepeda motor […]

    Bagikan
  • Jalan Tergerus Longsor, Warga Ponorogo Gendong Siswa Pulang Sekolah

    Jalan Tergerus Longsor, Warga Ponorogo Gendong Siswa Pulang Sekolah

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Video warga menggendong siswa sekolah karena jalan rusak di Ponorogo viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di jalan penghubung Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Selasa (13/1/2026). Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut kembali menggerus badan jalan hingga menyisakan lebar sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini membuat […]

    Bagikan
  • Puluhan Pasangan Nikah Siri di Ponorogo Disahkan Lewat Sidang Isbat

    Puluhan Pasangan Nikah Siri di Ponorogo Disahkan Lewat Sidang Isbat

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Puluhan pasangan yang sebelumnya menikah siri atau hanya secara agama akhirnya mendapatkan pengesahan melalui Sidang Isbat Nikah Massal yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (25/08/2025) pukul 10.00 WIB. Sebanyak 28 pasangan resmi mengajukan pengesahan pernikahan mereka ke Pengadilan Agama. Dari jumlah itu, terdapat pasangan lanjut usia yang sudah menikah siri […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    Polres Magetan Ungkap Kasus Sabu, 11 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Satresnarkoba Polres Magetan mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebanyak 11 tersangka diamankan dalam pengungkapan tersebut dengan barang bukti diduga sabu mencapai 1,63 gram bruto. Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan Satresnarkoba terhadap aktivitas […]

    Bagikan
expand_less