Jelang Pergantian Direksi, Ini Catatan 5 Tahun Terakhir Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Taman Sari Kota Madiun mencatat peningkatan jumlah pelanggan, cakupan pelayanan, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama periode 2021–2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan daerah dalam memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat.
Direktur Utama Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun, Suyoto, mengatakan berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP), jumlah pelanggan meningkat dari 41.404 sambungan pada 2021 menjadi 43.631 sambungan pada akhir 2025.
“Selama lima tahun, mulai 2021 sampai akhir 2025 setelah diaudit KAP, jumlah pelanggan meningkat dari 41.404 menjadi 43.631 sambungan,” ujar Suyoto Senin (6/7/2026).
Menurut dia, peningkatan jumlah pelanggan turut mendorong kenaikan cakupan pelayanan teknis. Pada 2021, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu melayani 141.311 jiwa dari total 201.452 penduduk atau sebesar 70,15 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 72,87 persen pada 2022, kemudian 73,21 persen pada 2023, 74,41 persen pada 2024, hingga mencapai 76,49 persen pada 2025.
Selain memperluas layanan, perusahaan plat merah ini juga mempertahankan kontribusi terhadap PAD Kota Madiun. Pada 2021, perusahaan menyetorkan PAD sebesar Rp6.785.202.375 atau 109,44 persen dari target anggaran.
Sementara itu, pada 2022, setoran PAD menjadi Rp6.665.668.490 atau 99,65 persen dari target. Suyoto menjelaskan penurunan tersebut terjadi karena adanya perubahan sistem akuntansi, bukan akibat penurunan kinerja perusahaan.
“Mulai 2022, PAD dihitung sebesar 55 persen dari laba bersih setelah dikurangi dana cadangan. Sebelumnya dihitung dari laba bersih, sehingga terjadi penyesuaian nilai setoran,” jelasnya.
Setelah perubahan tersebut, kontribusi PAD kembali meningkat. Pada 2023, Perumdam menyetor PAD sebesar Rp6.784.262.346 atau 108,98 persen dari target. Nilai itu kembali naik menjadi Rp6.869.162.795 pada 2024 atau 101,24 persen dari target, dan mencapai Rp6.929.458.438 pada 2025 dengan realisasi 101,16 persen dari target.
Memasuki pergantian kepemimpinan, Suyoto berharap direksi baru dapat melanjutkan peningkatan kinerja perusahaan, terutama dengan mengoptimalkan sekitar 9.000 pelanggan nonaktif agar kembali menggunakan layanan Perumdam.
Menurutnya, perusahaan saat ini juga menjalankan program pengurangan denda sebesar Rp108.000 bagi pelanggan yang ingin mengaktifkan kembali sambungan yang telah nonaktif lebih dari 12 bulan. Potongan biaya yang sama juga diberikan kepada pelanggan baru dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Pemerintah Kota Madiun.
Selain itu, Perumdam terus mengajak masyarakat yang masih menggunakan sumur bor maupun sumur pantek untuk beralih menggunakan air perpipaan. Suyoto memastikan kualitas air Perumdam telah memenuhi standar kesehatan karena setiap bulan dilakukan uji laboratorium bekerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Magetan.
“Kami berharap masyarakat semakin percaya menggunakan air Perumdam. Jika jumlah pelanggan terus bertambah dan biaya operasional dapat ditekan, maka laba perusahaan akan meningkat sehingga kontribusi terhadap PAD Kota Madiun juga semakin besar,” pungkasnya.(Krs).
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





