Berita Terkini
Trending Tags

Coverage Jamsostek Magetan Baru 20,78 Persen, Ratusan Ribu Pekerja Masih Belum Terlindungi

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 110
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar Ilustrasi

Sinergia | Magetan – Upaya mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Kabupaten Magetan masih menghadapi tantangan besar. Hingga pertengahan 2026, cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Magetan baru mencapai 20,78 persen atau menjadi yang terendah dibandingkan Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.

Data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun menunjukkan, dari total 328.422 pekerja yang masuk dalam semesta ketenagakerjaan di Magetan, baru 68.231 pekerja yang tercatat sebagai peserta aktif. Artinya, masih terdapat sekitar 260.191 pekerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir delapan dari sepuluh pekerja di Magetan masih berada di luar sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan. Kondisi ini menjadi ironi mengingat mayoritas pekerja yang belum terlindungi justru berasal dari kelompok rentan, terutama sektor informal dan pertanian yang memiliki risiko kerja cukup tinggi.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Sevy Renita Setyaningrum, mengakui bahwa capaian Magetan masih menjadi perhatian khusus. Menurutnya, pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan harus bekerja lebih keras untuk mengejar target perlindungan pekerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Yang masih rendah ada di Kabupaten Magetan sebesar sekitar 20 persen. Ini menjadi concern kami untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat mengawal bagaimana target perlindungan pekerja bisa tercapai hingga akhir tahun,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Rendahnya cakupan kepesertaan tersebut menjadi catatan penting karena manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya telah dirasakan masyarakat Magetan. Hingga 31 Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan 3.912 klaim kepada peserta di Kabupaten Magetan dengan total nilai mencapai Rp47,12 miliar.

Mayoritas klaim berasal dari program Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 3.581 kasus. Selain itu terdapat 224 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), 41 kasus Jaminan Kematian (JKM), 38 kasus Jaminan Pensiun (JP), dan 28 kasus Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Di sektor pendidikan, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyalurkan beasiswa kepada 141 anak peserta di Magetan dengan total nilai mencapai Rp738,5 juta. Bantuan tersebut diberikan untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak peserta yang mengalami risiko kerja atau meninggal dunia.

Meski demikian, besarnya manfaat yang telah dirasakan belum berbanding lurus dengan tingkat kepesertaan. Kondisi tersebut mengindikasikan masih rendahnya kesadaran maupun akses perlindungan bagi pekerja informal yang mendominasi struktur ketenagakerjaan di Magetan.

Salah satu sektor yang menunjukkan persoalan serupa adalah ekosistem desa. Dari target perlindungan aparatur desa, RT/RW, BPD, hingga pengelola BUMDes, cakupan kepesertaan di Magetan baru mencapai 49,3 persen atau sekitar 4.852 peserta. Angka tersebut jauh di bawah Kota Madiun yang telah mencapai 100 persen dan Kabupaten Madiun sebesar 86,7 persen.

Tantangan juga terlihat pada perlindungan tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis. Dari 59 dapur yang telah beroperasi di Magetan, baru 49 dapur yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan tingkat coverage 83,05 persen. Persentase ini menjadi yang terendah dibandingkan Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun.

Padahal jumlah tenaga kerja yang terlibat di SPPG Magetan mencapai 2.224 orang, tertinggi di antara tiga daerah yang menjadi wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun. Kondisi ini menunjukkan masih adanya celah perlindungan yang perlu segera ditutup agar seluruh pekerja program strategis nasional tersebut mendapatkan hak perlindungan yang sama.

Di sisi lain, Magetan sebenarnya memiliki modal yang cukup baik untuk meningkatkan cakupan perlindungan. Pada 2025 lalu, sebanyak 11.615 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan melalui skema DBHCHT. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madiun.

Karena itu, penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran perlindungan pekerja rentan dinilai menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan UCJ di Magetan. Tanpa langkah yang lebih agresif, target perlindungan pekerja secara menyeluruh akan sulit tercapai dan ratusan ribu pekerja rentan akan tetap berada di luar jaring pengaman sosial ketenagakerjaan.

Besarnya jumlah pekerja yang belum terlindungi, rendahnya cakupan di sektor desa, serta belum maksimalnya perlindungan tenaga kerja SPPG menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sebab di balik angka-angka tersebut terdapat ribuan keluarga pekerja yang sewaktu-waktu dapat menghadapi risiko kecelakaan kerja, kematian, maupun kehilangan penghasilan tanpa perlindungan yang memadai. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut di Jalur Nasional Madiun–Surabaya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Lokasi

    Kecelakaan Maut di Jalur Nasional Madiun–Surabaya, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Lokasi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Kecelakaan maut terjadi di jalur nasional Madiun–Surabaya, tepatnya Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Rabu (03/12/2025) sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang pengendara motor Honda Beat tewas setelah dihantam minibus Daihatsu Grandmax yang datang dari arah berlawanan. Korban diketahui bernama Sujatno, warga Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo. Sementara, mobil Grandmax […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Serahkan Aset PSU Seluas 1.468 Meter Persegi ke Pemkot, Pengembang Diimbau Segera Penuhi Kewajiban

    Kejari Kota Madiun Serahkan Aset PSU Seluas 1.468 Meter Persegi ke Pemkot, Pengembang Diimbau Segera Penuhi Kewajiban

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menyerahkan aset Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan Puri Asri Lestari kepada Pemerintah Kota Madiun. Aset itu berupa sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) seluas 1.468 meter persegi yang diserahkan Komaidi Kajari Kota Madiun kepada Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Balai Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    Jamaah Thariqah Syattariyah di Ponorogo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ini Alasannya

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ratusan jamaah Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, merayakan Hari Raya Idul Fitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Penetapan 1 Syawal tersebut didasarkan pada metode perhitungan yang digunakan oleh jamaah Thariqah Syattariyah. Mereka diketahui telah lebih dahulu memulai ibadah puasa, sehingga pada […]

    Bagikan
  • Akhirnya, Jembatan Mojopurno Kini Bisa Kembali Dilewati

    Akhirnya, Jembatan Mojopurno Kini Bisa Kembali Dilewati

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jembatan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun yang telah lama dinantikan akhirnya dibuka. Pembangunan jembatan yang memakan waktu sekitar dua setengah bulan ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan. Hal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi warga dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut. Kepala Desa Mojopurno, Agus Susanto, […]

    Bagikan
  • Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Keberangkatan, Okupansi Tembus 109%

    Lonjakan Penumpang Nataru, KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Keberangkatan, Okupansi Tembus 109%

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) cukup tinggi. Hal itu tercermin dari lonjakan jumlah penumpang di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Berdasarkan data per Minggu (21/12/2025), KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 85.946 pelanggan berangkat dari […]

    Bagikan
  • SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    SPMB Hampir Usai, Masih Ada Sekolah Kekurangan Murid, Dikbud Madiun Tetap Optimis

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menjelang penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang tinggal empat hari lagi, sejumlah sekolah di Kabupaten Madiun masih belum memenuhi kuota siswa. Salah satunya di SDN 01 Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun tetap optimis kuota akan terpenuhi. Kepala Disdikbud Kabupaten Madiun, […]

    Bagikan
expand_less