Jumat, 6 Nov 2026
Trending Tags

DPRD Magetan Soroti Pernikahan Dini, 68 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah Sepanjang 2025

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 155
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan menyoroti persoalan pernikahan dini. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Persoalan pernikahan dini menjadi salah satu sorotan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (21/9/2026).

Fraksi PAN mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat 68 remaja di bawah umur di Kabupaten Magetan yang mengajukan dispensasi nikah ke pengadilan. Dari jumlah tersebut, 63 permohonan dikabulkan, tiga perkara dicabut, sedangkan dua lainnya gugur karena pemohon tidak hadir dalam persidangan.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan perkawinan anak masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah bersama keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Berdasarkan jenjang pendidikan, pemohon dispensasi nikah pada 2025 didominasi remaja tingkat SMP sebanyak 48 orang. Berikutnya lulusan SD sebanyak 13 orang dan tingkat SMA sebanyak enam orang. Sementara satu perkara lainnya tidak disebutkan dalam rincian yang disampaikan Fraksi PAN.

Fraksi PAN menyebut kehamilan di luar nikah menjadi faktor dominan yang melatarbelakangi pengajuan dispensasi perkawinan tersebut.

Persoalan itu masih berlanjut pada 2026. Hingga Agustus, tercatat 31 permohonan dispensasi nikah telah diajukan. Fraksi PAN menilai angka tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi mengenai batas usia perkawinan saja belum cukup untuk mencegah perkawinan anak.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, terutama melalui penguatan edukasi keluarga dan remaja serta pencegahan kehamilan pada usia anak.

Hal tersebut disampaikan Dwi Aryanto, perwakilan Fraksi PAN DPRD Magetan, dalam penyampaian pandangan umum fraksi. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar pencegahan perkawinan usia anak tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi.

“Hal ini menggambarkan bahwa sosialisasi serta deklarasi pembatasan usia menikah saja tidaklah cukup. Perlu upaya bersama-sama untuk kembali mengkampanyekan pola asuh untuk menolak perkawinan dini dan mencegah pernikahan dini,” kata Dwi.

Fraksi PAN mendorong adanya upaya bersama untuk memperkuat pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus memberikan pemahaman kepada remaja mengenai risiko perkawinan pada usia anak.

Upaya tersebut dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, hingga lembaga yang memiliki kewenangan dalam perlindungan perempuan dan anak.

Dominasi pemohon dari jenjang SMP juga menjadi catatan penting. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelompok usia sekolah menengah pertama menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam program pencegahan perkawinan anak.

Fraksi PAN menilai penanganan tidak semestinya baru dilakukan ketika permohonan dispensasi telah masuk ke pengadilan. Pencegahan harus dilakukan lebih awal melalui edukasi, pendampingan keluarga, penguatan lingkungan sekolah, serta perlindungan remaja dari faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya perkawinan pada usia anak.

Melalui pandangan umum tersebut, Fraksi PAN meminta pemerintah daerah memperkuat kebijakan dan program yang berorientasi pada pencegahan. Dengan demikian, penanganan persoalan perkawinan anak tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga pada upaya menekan munculnya kasus baru di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pemotor Luka-Luka dalam Laka Lantas di Jalan Nasional Madiun-Ponorogo

    Dua Pemotor Luka-Luka dalam Laka Lantas di Jalan Nasional Madiun-Ponorogo

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan nasional yang menghubungkan Madiun dan Ponorogo. Peristiwa yang melibatkan 2 kendaraan sepeda motor ini terjadi pada Selasa (20/05/2025) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Madiun–Ponorogo KM 186-187 PK 1-2, tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian, […]

    Bagikan
  • Harga Telur Melonjak, Warga Pilih Beli di Kandang Peternak

    Harga Telur Melonjak, Warga Pilih Beli di Kandang Peternak

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga telur ayam terus mengalami kenaikan. Kondisi ini mendorong warga untuk membeli telur langsung dari peternak, seperti yang terjadi di kandang milik Miftakhus Surur di Desa Mojomati, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Miftakhus mengungkapkan, kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Semula, harga telur masih di […]

    Bagikan
  • Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    Curanmor di CFD Viral, Ini Tanggapan Plt Wali Kota Soal Parkir Taman Bantaran

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran Kota Madiun saat kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu (19/4/2026) lalu menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun, menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kota (Pemkot) […]

    Bagikan
  • Banyak ASN Pemkot Madiun Masuki Masa Pensiun, Plt Wali Kota Siapkan Sistem Penilaian dan Ingatkan Eselon III

    Banyak ASN Pemkot Madiun Masuki Masa Pensiun, Plt Wali Kota Siapkan Sistem Penilaian dan Ingatkan Eselon III

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai bersiap menghadapi gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) dalam dua tahun ke depan. Kondisi tersebut mendorong Pemkot menyiapkan langkah regenerasi jabatan sekaligus memperkuat ritme kerja birokrasi. Plt Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menegaskan seluruh ASN, mulai dari eselon II, III hingga IV, harus menyamakan irama […]

    Bagikan
  • Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    Permintaan Cingcau Hijau di Ponorogo Meningkat Selama Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Cingcau hijau menjadi salah satu menu berbuka puasa yang banyak diburu selama bulan Ramadhan. Seperti produksi cingcau hijau milik Winaryo (48), warga Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, yang kebanjiran pesanan. Bapak dua anak ini mengaku, permintaan cingcau hijau buatannya meningkat drastis dibanding hari biasa. Jika sebelumnya hanya memproduksi 10 hingga […]

    Bagikan
  • Warga Ngawi Temukan Jasad Pria Mengambang di Sungai, Ternyata Tetangga Yang Hilang

    Warga Ngawi Temukan Jasad Pria Mengambang di Sungai, Ternyata Tetangga Yang Hilang

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — Warga Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengambang di Sungai Kedung Merak, Selasa (11/8/2026) pagi. Jasad tersebut sempat dikira sampah oleh warga sebelum akhirnya diketahui merupakan tubuh manusia. Korban diketahui bernama Khanani (51), warga setempat yang dilaporkan hilang sejak Senin (10/8/2026). Jasad […]

    Bagikan
expand_less