Gebyar Hardiknas 2025 di Magetan, Ribuan Siswa dan Guru Hadirkan Senam dan Tari Massal
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
- visibility 19
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab. Magetan – Suasana semarak penuh warna menyelimuti Alun-Alun Magetan, Rabu (28/05/2025). Ribuan siswa dan guru dari berbagai jenjang pendidikan tumpah ruah merayakan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dalam sebuah perayaan akbar yang memadukan semangat, seni, dan kebugaran.
Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) menghadirkan pertunjukan kolaboratif yang memukau. Mulai dari senam massal, tarian kolosal, hingga sosialisasi kebijakan pendidikan nasional.
Kemeriahan dibuka dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti sekitar 2.000 siswa SD hingga SMP, kompak bergerak serempak memenuhi lapangan alun-alun. Tak berhenti di situ, perayaan akbar Hardiknas makin hidup ketika 2.400 guru dari PAUD hingga SMP mempersembahkan tarian massal yang sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata.
“Terima kasih kepada Dindikpora dan seluruh guru yang telah menghadirkan pertunjukan luar biasa. Ini bukti semangat gotong royong dan dedikasi dalam dunia pendidikan,” ujar Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, usai mengikuti rangkaian kegiatan.
Kepala Dindikpora Magetan, Suwata, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan, tetapi juga bagian dari implementasi kebijakan nasional.
“Senam Indonesia Hebat ini adalah bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, dan kini kami laksanakan secara massal sebagai simbol kebugaran yang wajib diterapkan sebelum belajar di sekolah,” jelasnya.
Tak ketinggalan, pertunjukan tarian dari para guru disebutnya sebagai wujud nyata apresiasi terhadap pendidikan seni di sekolah-sekolah.
“Ini bentuk penghargaan atas karya seni para guru dan siswa. Kami akan terus mendorong kegiatan seperti FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional) agar kreativitas terus tumbuh di dunia pendidikan,” tambah Suwata.
Melalui gebyar ini, Suwata berharap para guru, khususnya guru seni, terdorong untuk terus berinovasi dalam pembelajaran.
“Mudah-mudahan ini memotivasi para guru untuk menciptakan ide-ide baru, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, menyentuh karakter, dan tidak membosankan,” pungkasnya.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto


