Gudang Penyimpanan Rosok di Ponorogo Terbakar, Damkar Sempat Kewalahan Padamkan Api
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 34
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Bekas gudang penyimpanan rosok di Jalan Brigjen Katamso Gang 1, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada Selasa (25/8/2026) petang. Banyaknya material mudah terbakar dan hembusan angin kencang membuat api cepat membesar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di gudang milik Muammar Qadafi (30) tersebut. Material yang terbakar sebagian besar berupa sampah kering, plastik, daun, serta sisa-sisa rosok yang masih berada di dalam gudang.
Dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas sempat mengalami kendala dalam proses pemadaman karena aliran listrik di lokasi masih menyala.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik. Kondisi tersebut membuat pemadaman harus dilakukan secara hati-hati demi keselamatan petugas dan warga di sekitar lokasi.
Muammar Qadafi mengatakan, sebelum kejadian terdapat tujuh pekerja yang berada di gudang. Setelah para pekerja meninggalkan lokasi, api kemudian muncul dan membesar.
Ia menduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan hingga menyulut material sampah yang mudah terbakar.
“Ditinggal karena rokok itu dibuang sembarangan, terus terjadi kebakaran sampah daun. Kemungkinan karena rokok itu,” kata Muammar.
Kobaran api baru diketahui warga setelah membesar. Saat itu, kondisi gudang sudah terkunci dari luar sehingga petugas harus berupaya memadamkan api dari akses yang tersedia.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan aliran listrik yang belum diputus menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Pemadaman ini masih ada kendala, yaitu masih ada aliran listriknya belum diputus, tapi kami sudah menghubungi teman-teman PLN,” ujarnya.
Menurut Bambang, material yang terbakar didominasi sampah bekas rosok. Sementara barang-barang rosok utama tidak banyak yang terbakar.
Petugas juga menghadapi kondisi angin yang cukup kencang. Lokasi gudang berada di kawasan padat penduduk sehingga api harus segera dikendalikan agar tidak merembet ke rumah-rumah warga.
“Angin berhembus kencang, jadi kami tetap harus segera memutus, jangan sampai nanti merambat ke permukiman. Ini kawasan padat penduduk, kanan kiri banyak perumahan,” jelas Bambang.
Setelah sekitar satu setengah jam dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dijinakkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan hingga kondisi dinyatakan aman dan kobaran tidak merembet ke permukiman warga.
Belum diketahui secara pasti total kerugian akibat kebakaran tersebut. Dugaan puntung rokok sebagai pemicu kebakaran juga masih bersifat sementara. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



