Senin, 19 Okt 2026
Trending Tags

Gembrungan dan Ribuan Pisang Warnai Tradisi Maulid Nabi di Lereng Gunung Lawu Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 192
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ribuan pisang dibagikan dalam tradisi Maulid. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, masyarakat muslim di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali mempertahankan tradisi gembrungan. Kesenian musik tradisional yang mulai jarang dimainkan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana melestarikan warisan budaya leluhur.

Tradisi tersebut masih dijalankan warga Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Magetan. Sejumlah warga, mayoritas orang tua dan lanjut usia, memainkan alat musik gembrungan yang terbuat dari kayu dan kulit. Perpaduan kendang serta alat musik terbang atau rebana berukuran besar dimainkan secara bersahutan, mengiringi lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen.

Suasana sederhana namun penuh khidmat terlihat ketika para pemain berusaha menjaga keselarasan irama. Bagi masyarakat setempat, gembrungan bukan sekadar pertunjukan musik tradisional, tetapi juga bagian dari tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi gembrungan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ini dalam rangka memperingati kelahiran Maulid Nabi Muhammad. Gembrungan ini merupakan tradisi kuno yang perlu dilestarikan,” ujar Samuri.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi media syiar agama. Lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gembrungan yang digelar masyarakat setiap momentum Maulid Nabi.

Image Not Found
Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan tradisi gambrungan digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Foto : Kus-Sinergia

“Yang dibaca seperti sholawatan, berjanjen. Tradisi ini sudah ada sejak dulu,” katanya.

Menariknya, peringatan Maulid Nabi di Desa Durenan tidak hanya diisi dengan gembrungan. Warga juga menggelar selamatan dengan menyediakan ribuan buah pisang dari berbagai jenis, makanan berbahan ketan, serta aneka hidangan lainnya.

Ribuan pisang tersebut kemudian dibagikan kepada warga setelah doa dan sholawat selesai dipanjatkan. Pembagian itu menjadi simbol kebersamaan, kasih sayang, serta semangat untuk saling mengayomi antarwarga.

Samuri menjelaskan, penggunaan pisang dalam tradisi tersebut memiliki filosofi yang diwariskan para leluhur. Dalam pemaknaan masyarakat setempat, kata “gedhang” atau pisang dikaitkan dengan ajaran kehidupan agar manusia senantiasa mengayomi dan menyayangi sesama.

Selain itu, terdapat filosofi “gumregut golek dalan padhang”, yang dimaknai sebagai ikhtiar manusia untuk mencari jalan terang dalam kehidupan serta memohon petunjuk kepada Allah SWT.

“Intinya kita sebagai manusia harus saling melindungi dan mengayomi. Kemudian gumregut golek dalan padhang, artinya kita hidup di dunia ini berharap diberi cahaya dan petunjuk oleh Allah SWT agar senantiasa berada di jalan-Nya,” jelas Samuri.

Bagi warga, selamatan dengan ribuan pisang juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai karunia yang diterima masyarakat desa. Makanan yang telah didoakan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama sebagai wujud kebersamaan.

“Pisang sudah dibagikan kepada warga sebagai simbol bahwa kita harus saling mengayomi dan mengasihi sesama,” imbuhnya.

Tradisi gembrungan kini menghadapi tantangan regenerasi. Sebagian besar pemainnya merupakan orang tua dan lansia, sementara generasi muda semakin jarang memainkan alat musik tradisional tersebut.

Kondisi itu membuat masyarakat Desa Durenan berupaya mempertahankan gembrungan melalui kegiatan-kegiatan tradisi keagamaan. Selain menjadi pengingat sejarah dan warisan budaya leluhur, gembrungan dinilai memiliki nilai sosial dan spiritual yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi tersebut menjadi bentuk upaya warga lereng Gunung Lawu menjaga identitas budaya lokal. Maulid Nabi pun tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, berbagi, bersyukur, dan meneruskan warisan leluhur kepada generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harkitnas 2026, Pemkot Madiun Fokus Siapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

    Harkitnas 2026, Pemkot Madiun Fokus Siapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Selasa (20/5/2026). Upacara yang digelar di halaman Balai Kota Madiun itu dipimpin oleh Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun. Upacara diikuti aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, pelajar, hingga relawan. Momentum Harkitnas […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    Pemkab Madiun Genjot Pelatihan Kerja, Upaya Tekan Pengangguran 19 Ribu Warga

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil langkah cepat dan terukur untuk menekan angka pengangguran yang masih tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat tingkat pengangguran terbuka di Bumi Kampung Pesilat mencapai 4,34 persen atau setara 19.285 jiwa pada akhir 2024. Merespons kondisi ini, Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo […]

    Bagikan
  • Maling Motor dan Helm Terniat Terekam CCTV Viral di Medsos

    Maling Motor dan Helm Terniat Terekam CCTV Viral di Medsos

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ada-ada saja ulah pelaku pencurian sepeda motor di Kota Madiun kali ini. Pelaku melakukan aksi pencurian sepeda motor di Gang Jati Manis III Kelurahan Demangan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Sabtu (15/02/2025). Aksi pelaku terekam CCTV yang terpasang di gang pemukiman. Rekaman CCTV pencurian kendaraan sepeda motor itu pun viral […]

    Bagikan
  • Tarif Baru Tol Ngawi–Kertosono Segera Diberlakukan, Berikut Tarifnya

    Tarif Baru Tol Ngawi–Kertosono Segera Diberlakukan, Berikut Tarifnya

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) akan memberlakukan penyesuaian tarif Jalan Tol Ruas Ngawi–Kertosono mulai Senin, 5 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh golongan kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut. Penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1441/KPTS/M/2025 tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Ngawi–Kertosono. […]

    Bagikan
  • Polres Ponorogo Bagikan Ratusan Paket Sembako Untuk Tukang Becak

    Polres Ponorogo Bagikan Ratusan Paket Sembako Untuk Tukang Becak

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polres Ponorogo bersama sejumlah organisasi mahasiswa menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) bagi para pengemudi becak kayuh di depan gerbang Mapolres Ponorogo, Senin pagi (20/10/2025). Setidaknya ada 250 tukang becak menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo. Kegiatan ini melibatkan perwakilan mahasiswa dari HMI, PMII, IMM, […]

    Bagikan
  • DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    DPRD Ponorogo Dukung Tracing HIV di Warung Remang-remang

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – DPRD Ponorogo mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui dinas terkait untuk melakukan pelacakan atau tracing kasus HIV dengan menyisir warung remang-remang. Upaya ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus tersebut. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, mengatakan penyisiran hendaknya dilakukan secara berkelanjutan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Hal ini menyusul ditemukannya […]

    Bagikan
expand_less