Berita Terkini
Trending Tags

Gembrungan dan Ribuan Pisang Warnai Tradisi Maulid Nabi di Lereng Gunung Lawu Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 52
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ribuan pisang dibagikan dalam tradisi Maulid. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, masyarakat muslim di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali mempertahankan tradisi gembrungan. Kesenian musik tradisional yang mulai jarang dimainkan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana melestarikan warisan budaya leluhur.

Tradisi tersebut masih dijalankan warga Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Magetan. Sejumlah warga, mayoritas orang tua dan lanjut usia, memainkan alat musik gembrungan yang terbuat dari kayu dan kulit. Perpaduan kendang serta alat musik terbang atau rebana berukuran besar dimainkan secara bersahutan, mengiringi lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen.

Suasana sederhana namun penuh khidmat terlihat ketika para pemain berusaha menjaga keselarasan irama. Bagi masyarakat setempat, gembrungan bukan sekadar pertunjukan musik tradisional, tetapi juga bagian dari tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi gembrungan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ini dalam rangka memperingati kelahiran Maulid Nabi Muhammad. Gembrungan ini merupakan tradisi kuno yang perlu dilestarikan,” ujar Samuri.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi media syiar agama. Lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gembrungan yang digelar masyarakat setiap momentum Maulid Nabi.

Image Not Found
Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan tradisi gambrungan digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Foto : Kus-Sinergia

“Yang dibaca seperti sholawatan, berjanjen. Tradisi ini sudah ada sejak dulu,” katanya.

Menariknya, peringatan Maulid Nabi di Desa Durenan tidak hanya diisi dengan gembrungan. Warga juga menggelar selamatan dengan menyediakan ribuan buah pisang dari berbagai jenis, makanan berbahan ketan, serta aneka hidangan lainnya.

Ribuan pisang tersebut kemudian dibagikan kepada warga setelah doa dan sholawat selesai dipanjatkan. Pembagian itu menjadi simbol kebersamaan, kasih sayang, serta semangat untuk saling mengayomi antarwarga.

Samuri menjelaskan, penggunaan pisang dalam tradisi tersebut memiliki filosofi yang diwariskan para leluhur. Dalam pemaknaan masyarakat setempat, kata “gedhang” atau pisang dikaitkan dengan ajaran kehidupan agar manusia senantiasa mengayomi dan menyayangi sesama.

Selain itu, terdapat filosofi “gumregut golek dalan padhang”, yang dimaknai sebagai ikhtiar manusia untuk mencari jalan terang dalam kehidupan serta memohon petunjuk kepada Allah SWT.

“Intinya kita sebagai manusia harus saling melindungi dan mengayomi. Kemudian gumregut golek dalan padhang, artinya kita hidup di dunia ini berharap diberi cahaya dan petunjuk oleh Allah SWT agar senantiasa berada di jalan-Nya,” jelas Samuri.

Bagi warga, selamatan dengan ribuan pisang juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai karunia yang diterima masyarakat desa. Makanan yang telah didoakan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama sebagai wujud kebersamaan.

“Pisang sudah dibagikan kepada warga sebagai simbol bahwa kita harus saling mengayomi dan mengasihi sesama,” imbuhnya.

Tradisi gembrungan kini menghadapi tantangan regenerasi. Sebagian besar pemainnya merupakan orang tua dan lansia, sementara generasi muda semakin jarang memainkan alat musik tradisional tersebut.

Kondisi itu membuat masyarakat Desa Durenan berupaya mempertahankan gembrungan melalui kegiatan-kegiatan tradisi keagamaan. Selain menjadi pengingat sejarah dan warisan budaya leluhur, gembrungan dinilai memiliki nilai sosial dan spiritual yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi tersebut menjadi bentuk upaya warga lereng Gunung Lawu menjaga identitas budaya lokal. Maulid Nabi pun tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, berbagi, bersyukur, dan meneruskan warisan leluhur kepada generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • BULOG Madiun Tuntaskan Bantuan Pangan 5.835 Ton, Salurkan 7.497 ton Beras SPHP Guna Stabilkan Harga Beras

    BULOG Madiun Tuntaskan Bantuan Pangan 5.835 Ton, Salurkan 7.497 ton Beras SPHP Guna Stabilkan Harga Beras

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Perum BULOG Cabang Madiun menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Beras kepada 291.753 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, dan Kota Madiun. Selain itu, BULOG juga terus mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Pemimpin Cabang Perum BULOG Madiun, […]

    Bagikan
  • Tim Inafis Polda Jatim Selidiki Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo

    Tim Inafis Polda Jatim Selidiki Kebakaran Gudang Farmasi RSUD dr. Harjono Ponorogo

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Jawa Timur diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran gudang farmasi RSUD dr Harjono Ponorogo yang terjadi pada Minggu (4/1/2026) petang. Pemeriksaan dilakukan pada Senin (5/1/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Tim Inafis melakukan identifikasi secara menyeluruh di gedung gudang farmasi berlantai dua yang berada […]

    Bagikan
  • Mantan Mantri BRI Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Kejaksaan Temukan Dugaan Sindikat

    Mantan Mantri BRI Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Kejaksaan Temukan Dugaan Sindikat

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kejaksaan Negeri Ponorogo akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus kredit fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Pon, Kecamatan Kota Ponorogo. Tersangka berinisial SPP (32), merupakan warga Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, dan diketahui pernah bekerja sebagai Account Officer atau Mantri di unit BRI tersebut. Penetapan tersangka dilakukan pada […]

    Bagikan
  • 37 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

    37 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Sebanyak 37 warga binaan dengan kategori risiko tinggi dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur resmi dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security di Pulau Nusakambangan, Minggu (28/07/2025). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiono, mengungkapkan bahwa seluruh warga binaan tersebut dipindahkan setelah melalui proses asesmen, penyidikan, dan […]

    Bagikan
  • Pilot Project Ketahanan Pangan Terpadu, Danrem 081/DSJ Nilai Sarana Edukasi Masyarakat

    Pilot Project Ketahanan Pangan Terpadu, Danrem 081/DSJ Nilai Sarana Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau lahan Pilot Project Ketahanan Pangan Terpadu Kodim 0803/Madiun di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Rabu (30/04/2025). Ia memuji terhadap upaya yang dilakukan di atas lahan seluas 10 hektare milik Perhutani yang dinilainya telah berjalan dengan baik. “Tentunya ini sebagai terobosan strategis untuk mendukung […]

    Bagikan
  • Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kerusakan papan nama “STASIUN MAGETAN” di area depan stasiun yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab. Video kondisi papan nama yang rusak sebelumnya ramai beredar di […]

    Bagikan
expand_less