Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Gembrungan dan Ribuan Pisang Warnai Tradisi Maulid Nabi di Lereng Gunung Lawu Magetan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Ribuan pisang dibagikan dalam tradisi Maulid. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, masyarakat muslim di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali mempertahankan tradisi gembrungan. Kesenian musik tradisional yang mulai jarang dimainkan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana melestarikan warisan budaya leluhur.

Tradisi tersebut masih dijalankan warga Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Magetan. Sejumlah warga, mayoritas orang tua dan lanjut usia, memainkan alat musik gembrungan yang terbuat dari kayu dan kulit. Perpaduan kendang serta alat musik terbang atau rebana berukuran besar dimainkan secara bersahutan, mengiringi lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen.

Suasana sederhana namun penuh khidmat terlihat ketika para pemain berusaha menjaga keselarasan irama. Bagi masyarakat setempat, gembrungan bukan sekadar pertunjukan musik tradisional, tetapi juga bagian dari tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga tradisi gembrungan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Ini dalam rangka memperingati kelahiran Maulid Nabi Muhammad. Gembrungan ini merupakan tradisi kuno yang perlu dilestarikan,” ujar Samuri.

Menurutnya, tradisi tersebut juga menjadi media syiar agama. Lantunan sholawat dan pembacaan berjanjen menjadi bagian penting dalam pelaksanaan gembrungan yang digelar masyarakat setiap momentum Maulid Nabi.

Image Not Found
Perangkat Desa Durenan, Samuri, mengatakan tradisi gambrungan digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Foto : Kus-Sinergia

“Yang dibaca seperti sholawatan, berjanjen. Tradisi ini sudah ada sejak dulu,” katanya.

Menariknya, peringatan Maulid Nabi di Desa Durenan tidak hanya diisi dengan gembrungan. Warga juga menggelar selamatan dengan menyediakan ribuan buah pisang dari berbagai jenis, makanan berbahan ketan, serta aneka hidangan lainnya.

Ribuan pisang tersebut kemudian dibagikan kepada warga setelah doa dan sholawat selesai dipanjatkan. Pembagian itu menjadi simbol kebersamaan, kasih sayang, serta semangat untuk saling mengayomi antarwarga.

Samuri menjelaskan, penggunaan pisang dalam tradisi tersebut memiliki filosofi yang diwariskan para leluhur. Dalam pemaknaan masyarakat setempat, kata “gedhang” atau pisang dikaitkan dengan ajaran kehidupan agar manusia senantiasa mengayomi dan menyayangi sesama.

Selain itu, terdapat filosofi “gumregut golek dalan padhang”, yang dimaknai sebagai ikhtiar manusia untuk mencari jalan terang dalam kehidupan serta memohon petunjuk kepada Allah SWT.

“Intinya kita sebagai manusia harus saling melindungi dan mengayomi. Kemudian gumregut golek dalan padhang, artinya kita hidup di dunia ini berharap diberi cahaya dan petunjuk oleh Allah SWT agar senantiasa berada di jalan-Nya,” jelas Samuri.

Bagi warga, selamatan dengan ribuan pisang juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai karunia yang diterima masyarakat desa. Makanan yang telah didoakan kemudian dibagikan dan dinikmati bersama sebagai wujud kebersamaan.

“Pisang sudah dibagikan kepada warga sebagai simbol bahwa kita harus saling mengayomi dan mengasihi sesama,” imbuhnya.

Tradisi gembrungan kini menghadapi tantangan regenerasi. Sebagian besar pemainnya merupakan orang tua dan lansia, sementara generasi muda semakin jarang memainkan alat musik tradisional tersebut.

Kondisi itu membuat masyarakat Desa Durenan berupaya mempertahankan gembrungan melalui kegiatan-kegiatan tradisi keagamaan. Selain menjadi pengingat sejarah dan warisan budaya leluhur, gembrungan dinilai memiliki nilai sosial dan spiritual yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi tersebut menjadi bentuk upaya warga lereng Gunung Lawu menjaga identitas budaya lokal. Maulid Nabi pun tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi, berbagi, bersyukur, dan meneruskan warisan leluhur kepada generasi berikutnya. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sarasehan Implementasi Perbup 48/2025, Madiun Kampung Pesilat Indonesia photo_camera 3

    Sarasehan Implementasi Perbup 48/2025, Madiun Kampung Pesilat Indonesia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun telah dicanangkan sebagai Kampung Pesilat Indonesia. Belasan perguruan pencak silat lahir dan berkembang di Bumi Kandung Madiun. Pencak silat sudah menjadi identitas budaya yang melekat bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Sarasehan Kampung Pesilat bertempat di aula pertemuan Balai Desa Teguhan Kecamatan Jiwan pada Selasa (03/02/2026). Dalam […]

    Bagikan
  • Terminal Purboyo Catat Lonjakan Armada, Masuk 4 Besar Nasional

    Terminal Purboyo Catat Lonjakan Armada, Masuk 4 Besar Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terminal Tipe A Purboyo Madiun mencatat lonjakan signifikan jumlah armada yang masuk selama masa pemantauan intensif mulai 26 April hingga pertengahan Mei. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah armada harian yang biasanya berkisar antara 297 hingga 300 kendaraan. Namun, puncaknya pada 13 Mei lalu, mencapai 681 armada atau setara dengan kenaikan […]

    Bagikan
  • Viral, Wahana Bianglala Karatan hingga Salah Satu Penyangga Terlepas

    Viral, Wahana Bianglala Karatan hingga Salah Satu Penyangga Terlepas

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi wahana komidi putar di pasar malam Alun-Alun Ponorogo viral di media sosial. Dalam video berdurasi 13 detik itu, terlihat salah satu tiang penyangga wahana putus serta beberapa besi pengaman penumpang copot. Kondisi dinilai membahayakan bagi pengunjung wahana tersebut. Menyikapi video viral tersebut, kepolisian melakukan pengecekan ke […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng, Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    KAI Daop 7 Madiun Gelar Bakti Sosial Rail Clinic di Stasiun Geneng, Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar bakti sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Rail Clinic di Stasiun Geneng, Kabupaten Ngawi, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api dan memiliki keterbatasan […]

    Bagikan
  • BPR Bank Madiun Serahkan Hadiah Utama Honda Brio Undian Simarmas

    BPR Bank Madiun Serahkan Hadiah Utama Honda Brio Undian Simarmas

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Perumda BPR Bank Madiun menyerahkan hadiah utama program tabungan berjangka Simarmas kepada salah satu nasabahnya, Winarni, warga Desa Ngampel, Kabupaten Madiun. Ia berhak membawa pulang satu unit Honda Brio setelah mengikuti program tersebut melalui 10 rekening aktif. Penyerahan hadiah berlangsung di Kantor BPR Kabupaten Madiun, Jalan Raya Solo–Jiwan, Jumat (21/11/2025). Hadiah […]

    Bagikan
  • KKMP Winongo Hadirkan Kelas Inggris yang Libatkan Relawan Asal Kanada

    KKMP Winongo Hadirkan Kelas Inggris yang Libatkan Relawan Asal Kanada

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Umumnya koperasi dikenal dengan usaha jual beli kebutuhan pokok atau sembako atau simpan pinjam. Namun, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Winongo Kota Madiun tampil berbeda. Koperasi ini justru memilih bergerak di bidang jasa, dengan menghadirkan layanan kursus Bahasa Inggris yang diberi nama “Kelas Inggris”. Program inovatif tersebut digagas dengan menggandeng […]

    Bagikan
expand_less