Berita Terkini
Trending Tags

Harga Ayam Potong di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kilogram, Pedagang Kuliner Tertekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 117
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga ayam potong di Ngawi tembus Rp43 ribu per kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Harga daging ayam potong di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (18/8/2026), harga ayam potong di Pasar Besar Ngawi mencapai Rp43 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Pedagang menyebut lonjakan harga mulai terasa sejak menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pedagang daging ayam di pasar, tetapi juga mulai dirasakan pelaku usaha kuliner yang menjadikan ayam sebagai bahan baku utama.

Salah satunya Deva Ardian Nugroho, pedagang ayam geprek di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota. Ia mengaku kenaikan harga ayam membuat margin keuntungan semakin tipis.

Agar usaha tetap berjalan, Deva memilih mempertahankan harga jual ayam geprek sebesar Rp10 ribu per porsi. Konsekuensinya, ukuran potongan daging ayam harus dikurangi.

Image Not Found
Pedagang kuliner turut terdampak naiknya harga ayam. Foto : Kus-Sinergia

“Harga daging ayam kan naik, kita terpaksa mengurangi ukuran daging ayam agar dapat untung karena untuk menaikkan harga tidak mungkin,” ujar Deva.

Menurutnya, menaikkan harga jual bukan pilihan mudah karena dikhawatirkan pelanggan akan beralih ke pedagang lain. Karena itu, pengurangan ukuran daging menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk menekan biaya produksi tanpa menaikkan harga jual.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan pedagang ayam potong di Pasar Besar Ngawi. Endang Lestari mengatakan tingginya harga membuat aktivitas jual beli menjadi lebih sepi dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Harga naik menjadi Rp43 ribu sejak menjelang 17 Agustus kemarin. Pasar jadi sepi sebab harganya terlalu mahal,” kata Endang.

Endang menyebut penurunan daya beli terlihat dari jumlah ayam yang mampu dijual setiap hari. Jika sebelumnya pedagang bisa menjual sekitar 20 ekor per hari, kini penjualan rata-rata turun menjadi kurang dari 10 ekor.

Kenaikan harga ayam ini sekaligus menunjukkan tekanan yang dihadapi pelaku usaha kecil. Pedagang kuliner berada dalam posisi sulit karena harus menanggung kenaikan biaya bahan baku, sementara harga jual sulit dinaikkan untuk menjaga pelanggan.

Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan pemantauan dan langkah stabilisasi harga, terutama jika kenaikan terus berlanjut. Mereka juga berharap pasokan ayam potong tetap tersedia sehingga harga dapat kembali mendekati kondisi normal.

Bagi pedagang pasar maupun pelaku usaha kuliner, stabilitas harga ayam dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mencegah kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya dapat membebani konsumen. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulang ke Kampung Halaman, Bupati Madiun Bawa Layanan Gratis hingga Janji Revitalisasi Pasar Desa Dempelan

    Pulang ke Kampung Halaman, Bupati Madiun Bawa Layanan Gratis hingga Janji Revitalisasi Pasar Desa Dempelan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kepulangan Bupati Madiun Hari Wuryanto ke kampung masa kecilnya di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, menjadi lebih dari sekadar agenda nostalgia. Dalam program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) yang digelar pada 21–22 Juli 2026, Pemkab Madiun memboyong puluhan layanan publik gratis sekaligus membawa rencana penguatan infrastruktur dan pengembangan ekonomi desa. Seluruh […]

    Bagikan
  • Rumah Warga di Mejayan Madiun Terbakar Saat Ditinggal Takziah, Kerugian Capai Ratusan Juta

    Rumah Warga di Mejayan Madiun Terbakar Saat Ditinggal Takziah, Kerugian Capai Ratusan Juta

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sebuah rumah milik warga di Dusun Kedungjati RT 19 RW 06, Desa Darmorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Jumat (27/3/2026) malam. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di Ponorogo untuk takziah. Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat api sudah membesar dan menjalar hingga atap […]

    Bagikan
  • Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    Jembatan Sesek Dinilai Berhahaya, Danrem Untoro Prioritaskan Bangun Jembatan Garuda

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Blitar – Besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat dari program Jembatan Garuda mendorong Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto terus bergerak hingga ke pelosok wilayah jajarannya untuk mencari lokasi yang membutuhkan kehadiran program tersebut. Kini, ia meninjau langsung kondisi jembatan sesek di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (6/5/2026). Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi […]

    Bagikan
  • Inisiatif dan Loyalitas Tegak Lurus Menggema Semangat HUT ke-75 Kavaleri

    Inisiatif dan Loyalitas Tegak Lurus Menggema Semangat HUT ke-75 Kavaleri

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Para prajurit Korps Kavaleri TNI AD dari berbagai satuan di jajaran Korem 081/Dhirot Saha Jaya dengan semangat kebersamaan menggelar peringatan HUT ke-75 Kavaleri TNI AD, bertempat di Sentani Foresta, Kota Madiun, Selasa (11/2/2025). Acara itu sebagai bentuk kecintaan dan rasa bangga mereka menjadi bagian dari keluarga besar Korps Baret Hitam […]

    Bagikan
  • Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    Efisiensi Anggaran Pemkab Magetan Capai Rp. 44 Miliar, Untuk Apa Saja Peruntukannya ?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengumumkan hasil efisiensi belanja daerah berhasil menghemat sekitar Rp. 44 miliar. Dana itu langsung dialokasikan ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan porsi terbesar untuk sektor infrastruktur. Pj Sekda Magetan, Muchtar Wahid, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima kucuran dana terbesar, sekitar Rp12 […]

    Bagikan
  • Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    Produksi Beduk di Magetan Anjlok 90 Persen, Pengrajin Terpaksa Turunkan Harga

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Sinergia Magetan – Usaha pembuatan beduk di Kabupaten Magetan tengah menghadapi masa paling berat dalam hampir tiga dekade terakhir. Produksi beduk yang biasanya meningkat menjelang bulan Ramadan, justru anjlok hingga 90 persen dibanding tahun sebelumnya. Seperti yang dialami Apung, pengrajin beduk asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, yang sudah menekuni kerajinan tersebut sejak 1997. Ia menyebut […]

    Bagikan
expand_less