Berita Terkini
Trending Tags

Harga Ayam Potong di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kilogram, Pedagang Kuliner Tertekan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 189
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Harga ayam potong di Ngawi tembus Rp43 ribu per kilogram. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Harga daging ayam potong di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Pada Selasa (18/8/2026), harga ayam potong di Pasar Besar Ngawi mencapai Rp43 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut jauh di atas kondisi normal yang biasanya berada di kisaran Rp27 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Pedagang menyebut lonjakan harga mulai terasa sejak menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pedagang daging ayam di pasar, tetapi juga mulai dirasakan pelaku usaha kuliner yang menjadikan ayam sebagai bahan baku utama.

Salah satunya Deva Ardian Nugroho, pedagang ayam geprek di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota. Ia mengaku kenaikan harga ayam membuat margin keuntungan semakin tipis.

Agar usaha tetap berjalan, Deva memilih mempertahankan harga jual ayam geprek sebesar Rp10 ribu per porsi. Konsekuensinya, ukuran potongan daging ayam harus dikurangi.

Image Not Found
Pedagang kuliner turut terdampak naiknya harga ayam. Foto : Kus-Sinergia

“Harga daging ayam kan naik, kita terpaksa mengurangi ukuran daging ayam agar dapat untung karena untuk menaikkan harga tidak mungkin,” ujar Deva.

Menurutnya, menaikkan harga jual bukan pilihan mudah karena dikhawatirkan pelanggan akan beralih ke pedagang lain. Karena itu, pengurangan ukuran daging menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk menekan biaya produksi tanpa menaikkan harga jual.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan pedagang ayam potong di Pasar Besar Ngawi. Endang Lestari mengatakan tingginya harga membuat aktivitas jual beli menjadi lebih sepi dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Harga naik menjadi Rp43 ribu sejak menjelang 17 Agustus kemarin. Pasar jadi sepi sebab harganya terlalu mahal,” kata Endang.

Endang menyebut penurunan daya beli terlihat dari jumlah ayam yang mampu dijual setiap hari. Jika sebelumnya pedagang bisa menjual sekitar 20 ekor per hari, kini penjualan rata-rata turun menjadi kurang dari 10 ekor.

Kenaikan harga ayam ini sekaligus menunjukkan tekanan yang dihadapi pelaku usaha kecil. Pedagang kuliner berada dalam posisi sulit karena harus menanggung kenaikan biaya bahan baku, sementara harga jual sulit dinaikkan untuk menjaga pelanggan.

Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan pemantauan dan langkah stabilisasi harga, terutama jika kenaikan terus berlanjut. Mereka juga berharap pasokan ayam potong tetap tersedia sehingga harga dapat kembali mendekati kondisi normal.

Bagi pedagang pasar maupun pelaku usaha kuliner, stabilitas harga ayam dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mencegah kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya dapat membebani konsumen. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Kota Madiun Ajak Santri Jadi Benteng Moral di Era Digital

    Kemenag Kota Madiun Ajak Santri Jadi Benteng Moral di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 yang jatuh pada Selasa (22/10/2025), siswa-siswi MAN 2 Kota Madiun bersama Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Madiun menggelar apel peringatan di halaman MAN 2 Kota Madiun. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun, […]

    Bagikan
  • Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    Takut Dimarahi Istri, Pria di Magetan Nekat Buat Laporan Perampokan Palsu

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Seorang pria asal Desa Joketro, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, M. Mulyanto (51), kini harus berhadapan dengan proses hukum setelah kedapatan memberikan laporan palsu ke polisi. Yang bersangkutan sebelumnya mengaku menjadi korban perampokan saat membawa uang selamatan sebesar Rp. 12,4 juta. Namun, belakangan terungkap, uang tersebut justru ia habiskan untuk […]

    Bagikan
  • Ketika Penjara Bukan Satu-satunya Hukuman, Wajah Baru Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana

    Ketika Penjara Bukan Satu-satunya Hukuman, Wajah Baru Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pidana penjara tidak lagi menjadi satu-satunya hukuman bagi pelaku tindak pidana di Indonesia. Mulai 2 Januari 2026, pemerintah akan menerapkan pidana alternatif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dalam aturan baru tersebut, hakim memiliki kewenangan menjatuhkan pidana pengawasan atau pidana kerja sosial, […]

    Bagikan
  • Kesaksian Heri Tawang Soal Penjualan Tanah hingga Dana Umrah, Maidi Bantah Perintah Bentuk CV

    Kesaksian Heri Tawang Soal Penjualan Tanah hingga Dana Umrah, Maidi Bantah Perintah Bentuk CV

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Heri Purnawirawan alias Heri Tawang memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, mantan Kepala DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta Direktur CV Sekar Arum Rochim Ruhdiyanto di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (30/7/2026). Di hadapan majelis hakim, Heri memaparkan keterlibatannya sebagai […]

    Bagikan
  • Senyum Sumringah Jemingan, Motornya Yang Hilang Saat Nonton Wayang Kembali

    Senyum Sumringah Jemingan, Motornya Yang Hilang Saat Nonton Wayang Kembali

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Senyum sumringah merekah di wajah Jemingan, warga Kecamatan Kauman, Ponorogo. Pasalnya, sepeda motor Honda Kharisma miliknya yang sempat hilang dicuri saat menonton pertunjukan wayang kulit di Balai Desa Bringin, akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh pihak kepolisian. Peristiwa pencurian terjadi pada 15 Juli 2025 malam. Saat itu, Jemingan tengah asyik menikmati […]

    Bagikan
  • Seniman Reog Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tutup Usia di Usia 80 Tahun

    Seniman Reog Mbah Bikan Gondo Wiyono, Tutup Usia di Usia 80 Tahun

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Buyung Wahyu
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Kabar duka menyelimuti dunia kesenian Ponorogo. Bikan Gondo wiyono, seniman kawakan asal Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, meninggal dunia pada Kamis malam (29/05/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Mbah Bikan, demikian ia akrab disapa, wafat di usia 80 tahun karena sakit. Kepergian mbah Bikan meninggalkan duka mendalam bagi para pelaku seni, […]

    Bagikan
expand_less