Tim Medis Dinkes Madiun Kawal Keberangkatan 450 Jemaah Calon Haji Menuju Embarkasi Surabaya
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 40
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan pengawalan kesehatan terhadap ratusan jamaah calon haji sejak tahap pemeriksaan hingga keberangkatan. Sebanyak 450 jamaah diberangkatkan dari Pendopo Muda Ronggo Djumeno menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Senin (27/4/2026).
Untuk memastikan kondisi jamaah tetap prima, Dinkes Kabupaten Madiun menerjunkan 11 tim medis yang bertugas melakukan pendampingan selama proses keberangkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Hery Setyana, menyebutkan dari total 450 jamaah, sebanyak 85 orang masuk kategori risiko tinggi. Meski demikian, seluruh jamaah telah menjalani skrining kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah atau mampu secara kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.
“Peran Dinas Kesehatan sejak awal adalah memastikan kesiapan jamaah, apakah memenuhi syarat istitha’ah atau tidak. Semua jamaah telah diperiksa, dan yang memenuhi syarat dinyatakan layak berangkat,” ujar dr Hery.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara berlapis, mulai dari pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, denyut nadi, tinggi dan berat badan, hingga suhu tubuh. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium meliputi darah rutin, gula darah, kolesterol, serta fungsi ginjal dan hati.
Tahap berikutnya mencakup pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) jantung dan rontgen paru. Selain itu, jamaah juga menjalani penilaian kemampuan aktivitas harian (Activity Daily Living/ADL), skrining riwayat penyakit, serta pemeriksaan kesehatan mental, khususnya bagi jamaah lanjut usia.
Tak hanya itu, skrining vaksinasi juga dilakukan, termasuk vaksin meningitis yang bersifat wajib, serta vaksin influenza dan vaksin lain sesuai anjuran medis.
Pengawalan kesehatan ini tidak hanya dilakukan saat keberangkatan, tetapi juga berlanjut hingga jamaah menjalankan ibadah di Tanah Suci dan kembali ke Indonesia.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan penuh, termasuk tenaga medis dan logistik kesehatan, guna menunjang kelancaran ibadah jamaah.
“Kita ada dari Pak Dokter, Bu Dokter, kebetulan ada juga. Kemudian dari panitia haji kloter juga sudah siap. ASN dari Dinas Kesehatan juga ada sekitar 15 orang yang berangkat,” ujar Hari.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan obat-obatan bagi jamaah guna mengantisipasi gangguan kesehatan selama perjalanan maupun saat berada di Tanah Suci.
“Kami sudah siapkan dukungan obat-obatan supaya jamaah bisa tetap sehat. Dengan jumlah 450 jamaah, pendampingannya rata-rata satu petugas mendampingi sekitar 10 jamaah bersama ketua regu,” jelasnya.
Menurutnya, skema pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan lancar dan khidmat.
“Insyaallah kita siap memfasilitasi jamaah haji supaya mereka bisa menjalankan rukun dan wajibnya dengan lancar dan khidmat,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun juga mengimbau para jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat perbedaan cuaca dan lingkungan yang cukup signifikan dibandingkan dengan di Indonesia. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





