Berita Terkini
Trending Tags

Hutan Jati Gunung Bungkuk Magetan Terbakar, Api Merembet dari Parang Hill akibat Angin Kencang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 152
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas berjibaku melokalisasi api di kawasan hutan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan jati di Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar tiga tahun kawasan tersebut tidak mengalami kebakaran. Kobaran api muncul menjelang petang, Minggu (9/8/2026), dan dengan cepat merembet dari kawasan Parang Hill di Desa Mategal, Kecamatan Parang, menuju wilayah Desa Bungkuk.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar melalui vegetasi kering di kawasan hutan. Sedikitnya terdapat dua titik api yang terpantau di wilayah dua desa tersebut.

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, mengatakan api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api diduga berasal dari kawasan Parang Hill, Desa Mategal, sebelum kemudian bergerak ke arah wilayah Bungkuk.

“Mulai sore hari, kurang lebih sekitar jam lima. Api dari wilayah Parang Hill Mategal merembet ke wilayahnya karena tiupan angin kencang,” kata Ichwan.

Menurutnya, kobaran api mulai memasuki wilayah Desa Bungkuk setelah waktu Magrib. Meski membakar kawasan hutan jati, api sejauh ini tidak sampai menjangkau permukiman maupun lahan pertanian milik warga.

Vegetasi yang terbakar terutama berupa dedaunan kering dan semak yang berada di bawah tegakan pohon jati. Kondisi tersebut membuat api relatif mudah menjalar ketika diterpa angin.

“Yang terbakar dedaunan kering pohon jati dan semak. Tanaman petani dan permukiman aman,” ujarnya.

Laporan kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas langsung melakukan asesmen dan mengerahkan personel ke kawasan Gunung Bungkuk.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Raditya, mengatakan terdapat dua titik api yang harus ditangani. Penanganan awal dilakukan oleh Destana setempat sebelum diperkuat personel gabungan.

“Sekitar pukul 18.30 WIB ada laporan terkait munculnya titik api di Gunung Bungkuk. Ada dua titik, kemudian kami lakukan asesmen dan pengerahan personel,” kata Eka.

Upaya pemadaman melibatkan unsur TNI-Polri, relawan, PMI serta masyarakat setempat. Salah satu titik api berhasil dipadamkan, sementara petugas terus melakukan pelokalisasian pada titik lainnya untuk mencegah api kembali merambat.

Medan pegunungan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan sehingga mobil pemadam maupun suplai air tidak dapat langsung menjangkau titik api.

“Kalau kebakaran di hutan, apalagi di gunung, salah satu kendalanya jauh dari jangkauan. Tidak mungkin dilakukan pemadaman langsung menggunakan air,” jelas Eka.

Dengan kondisi tersebut, petugas menggunakan metode manual dengan memukul bara dan melokalisasi area yang terbakar. Cara ini dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Gunung Bungkuk belum diketahui. Kepala Desa Bungkuk menyebut salah satu kemungkinan adalah aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Menurut Ichwan, pembakaran lahan oleh masyarakat berpotensi menjadi sumber api yang kemudian merembet ke kawasan hutan ketika kondisi angin cukup kencang.

“Mungkin masyarakat ingin membakar wilayahnya agar nanti bisa ditanami. Tapi ternyata tidak berpikir dampaknya, malah merembet ke wilayah lain,” ungkapnya.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Pemerintah desa masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui sumber api secara lebih jelas.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi vegetasi yang relatif kering dan hembusan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Terlebih, kawasan hutan Gunung Bungkuk memiliki medan yang cukup sulit sehingga penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

BPBD Magetan mencatat kebakaran di Gunung Bungkuk menjadi kejadian kebakaran hutan pertama yang ditangani sepanjang 2026. Sebelumnya, terdapat sekitar 50 kejadian kebakaran yang sebagian besar terjadi pada kawasan lahan.

“Kalau yang kemarin itu ada sekitar 50-an kebakaran, mayoritas di lahan. Untuk yang hutan ini baru yang pertama,” ujar Eka.

BPBD kini meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan, terutama selama kondisi cuaca kering dan angin masih berpotensi kencang.

Kesiapsiagaan dilakukan dengan menyiapkan personel, peralatan dan logistik, sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan, PMI dan masyarakat.

“Beberapa hari ke depan tentu kami harus lebih bersiaga lagi, menyiapkan personel, peralatan dan logistik serta sistem penanganan yang benar-benar terintegrasi dengan baik,” pungkas Eka.

Hingga penanganan terakhir, fokus petugas adalah memastikan titik api benar-benar terlokalisasi dan tidak kembali merambat. Masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat angin bertiup kencang dan kondisi vegetasi mengering. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Rumah dan Warung di   Sogaten Kota Madiun, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    Kebakaran Rumah dan Warung di Sogaten Kota Madiun, Diduga Akibat Korsleting Listrik, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kebakaran yang melanda rumah sekaligus warung milik Maryono (55), warga Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Minggu (22/12/2024), meninggalkan puing-puing bangunan dan perabotan yang hangus terbakar. Tim Inafis bersama Satreskrim Polres Madiun Kota dan jajaran Polsek Manguharjo langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kebakaran. “Kami […]

    Bagikan
  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
  • Kemenhaj Imbau Jamaah Tunda Umrah Sementara, Sikapi Konflik Timur Tengah

    Kemenhaj Imbau Jamaah Tunda Umrah Sementara, Sikapi Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jamaah umrah asal Indonesia untuk menunda keberangkatan untuk sementara waktu. Hal itu menyusul dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada Arab Saudi, khususnya di Mekkah dan Madinah. Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil melalui video di akun TikTok pribadinya. Ia menegaskan […]

    Bagikan
  • Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    Diguyur Hujan Terus Menerus, Warga Terdampak Tanah Retak di Madiun Pilih Mengungsi ke Tenda Darurat 

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Retakan tanah di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Sedikitnya delapan rumah warga mengalami kerusakan dengan lebar retakan mencapai 10 hingga 15 sentimeter. Retakan tanah sepanjang sekitar 500 meter itu membentang di Dusun Morosowo dan Mendak membentuk pola menyerupai huruf U. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    Kota Madiun Sabet Penghargaan Smart Branding Terbaik Kedua di ISNA 2025

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Tangerang Selatan – Kota Madiun kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 yang digelar oleh PT Citi Asia Internasional (Citiasia), Kota Pecel berhasil meraih penghargaan Smart City kategori Smart Branding terbaik kedua. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi, dalam acara puncak yang berlangsung […]

    Bagikan
  • Nanik–Suyatni Resmi Pimpin Magetan, Usung Visi “Nyaman, Maju, dan Berkelanjutan”

    Nanik–Suyatni Resmi Pimpin Magetan, Usung Visi “Nyaman, Maju, dan Berkelanjutan”

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini resmi memiliki pemimpin definitif. Dalam rapat paripurna DPRD Magetan yang digelar pada Senin malam (26/5/2025), dilakukan serah terima jabatan (Sertijab) dari Penjabat (Pj) Bupati Nizhamul kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan, Jawa […]

    Bagikan
expand_less