Berita Terkini
Trending Tags

Hutan Jati Gunung Bungkuk Magetan Terbakar, Api Merembet dari Parang Hill akibat Angin Kencang

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petugas berjibaku melokalisasi api di kawasan hutan. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Kebakaran kembali melanda kawasan hutan jati di Gunung Bungkuk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setelah sekitar tiga tahun kawasan tersebut tidak mengalami kebakaran. Kobaran api muncul menjelang petang, Minggu (9/8/2026), dan dengan cepat merembet dari kawasan Parang Hill di Desa Mategal, Kecamatan Parang, menuju wilayah Desa Bungkuk.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat menjalar melalui vegetasi kering di kawasan hutan. Sedikitnya terdapat dua titik api yang terpantau di wilayah dua desa tersebut.

Kepala Desa Bungkuk, Munirul Ichwan, mengatakan api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api diduga berasal dari kawasan Parang Hill, Desa Mategal, sebelum kemudian bergerak ke arah wilayah Bungkuk.

“Mulai sore hari, kurang lebih sekitar jam lima. Api dari wilayah Parang Hill Mategal merembet ke wilayahnya karena tiupan angin kencang,” kata Ichwan.

Menurutnya, kobaran api mulai memasuki wilayah Desa Bungkuk setelah waktu Magrib. Meski membakar kawasan hutan jati, api sejauh ini tidak sampai menjangkau permukiman maupun lahan pertanian milik warga.

Vegetasi yang terbakar terutama berupa dedaunan kering dan semak yang berada di bawah tegakan pohon jati. Kondisi tersebut membuat api relatif mudah menjalar ketika diterpa angin.

“Yang terbakar dedaunan kering pohon jati dan semak. Tanaman petani dan permukiman aman,” ujarnya.

Laporan kebakaran diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas langsung melakukan asesmen dan mengerahkan personel ke kawasan Gunung Bungkuk.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Raditya, mengatakan terdapat dua titik api yang harus ditangani. Penanganan awal dilakukan oleh Destana setempat sebelum diperkuat personel gabungan.

“Sekitar pukul 18.30 WIB ada laporan terkait munculnya titik api di Gunung Bungkuk. Ada dua titik, kemudian kami lakukan asesmen dan pengerahan personel,” kata Eka.

Upaya pemadaman melibatkan unsur TNI-Polri, relawan, PMI serta masyarakat setempat. Salah satu titik api berhasil dipadamkan, sementara petugas terus melakukan pelokalisasian pada titik lainnya untuk mencegah api kembali merambat.

Medan pegunungan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari akses kendaraan sehingga mobil pemadam maupun suplai air tidak dapat langsung menjangkau titik api.

“Kalau kebakaran di hutan, apalagi di gunung, salah satu kendalanya jauh dari jangkauan. Tidak mungkin dilakukan pemadaman langsung menggunakan air,” jelas Eka.

Dengan kondisi tersebut, petugas menggunakan metode manual dengan memukul bara dan melokalisasi area yang terbakar. Cara ini dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran Gunung Bungkuk belum diketahui. Kepala Desa Bungkuk menyebut salah satu kemungkinan adalah aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.

Menurut Ichwan, pembakaran lahan oleh masyarakat berpotensi menjadi sumber api yang kemudian merembet ke kawasan hutan ketika kondisi angin cukup kencang.

“Mungkin masyarakat ingin membakar wilayahnya agar nanti bisa ditanami. Tapi ternyata tidak berpikir dampaknya, malah merembet ke wilayah lain,” ungkapnya.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Pemerintah desa masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui sumber api secara lebih jelas.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi vegetasi yang relatif kering dan hembusan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Terlebih, kawasan hutan Gunung Bungkuk memiliki medan yang cukup sulit sehingga penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

BPBD Magetan mencatat kebakaran di Gunung Bungkuk menjadi kejadian kebakaran hutan pertama yang ditangani sepanjang 2026. Sebelumnya, terdapat sekitar 50 kejadian kebakaran yang sebagian besar terjadi pada kawasan lahan.

“Kalau yang kemarin itu ada sekitar 50-an kebakaran, mayoritas di lahan. Untuk yang hutan ini baru yang pertama,” ujar Eka.

BPBD kini meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan, terutama selama kondisi cuaca kering dan angin masih berpotensi kencang.

Kesiapsiagaan dilakukan dengan menyiapkan personel, peralatan dan logistik, sekaligus memperkuat koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, TNI-Polri, relawan, PMI dan masyarakat.

“Beberapa hari ke depan tentu kami harus lebih bersiaga lagi, menyiapkan personel, peralatan dan logistik serta sistem penanganan yang benar-benar terintegrasi dengan baik,” pungkas Eka.

Hingga penanganan terakhir, fokus petugas adalah memastikan titik api benar-benar terlokalisasi dan tidak kembali merambat. Masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat angin bertiup kencang dan kondisi vegetasi mengering. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapa Pimpin PKB Kota Madiun? Ini Nama Kandidat Mulai Mencuat Jelang Muscab

    Siapa Pimpin PKB Kota Madiun? Ini Nama Kandidat Mulai Mencuat Jelang Muscab

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Proses penjaringan calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Madiun mulai mengerucut menjelang pelaksanaan musyawarah cabang (Muscab). Sedikitnya lima nama bakal calon telah dipetakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB untuk disiapkan dalam proses seleksi kepemimpinan partai di tingkat kota. Ketua DPC PKB Kota […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    Pemkot Madiun Distribusikan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sumatera 

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Sosial membuka penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatra. Pengumpulan bantuan dimulai sejak Senin (01/12/2025) hingga Kamis (04/12/2025) sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap masyarakat terdampak di wilayah barat Indonesia. Dinas Sosial Kota Madiun mendirikan posko tanggap darurat di halaman kantor dinas sebagai […]

    Bagikan
  • Mayat Perempuan Membusuk di Rumah Gegerkan Warga Pilangbango

    Mayat Perempuan Membusuk di Rumah Gegerkan Warga Pilangbango

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan bernama Titik Soeharijanti, 68 tahun, yang meninggal dunia di rumahnya pada Rabu (19/03/2025). Menurut keterangan salah satu warga sekitar, Anton, peristiwa itu bermula ketika seorang tukang pos yang hendak mengirim surat ke rumah Titik tidak mendapat respons […]

    Bagikan
  • 4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Ngawi, 3 Orang Luka-Luka

    4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Tol Ngawi, 3 Orang Luka-Luka

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Kecelakaan lalu lintas melibatkan 4 kendaraan terjadi di KM 576 tol Ngawi – Solo, masuk Desa Ngale, Kecamatan Paron – Ngawi, Sabtu (07/02/2026) sekira pukul 12.00 WIB. 4 kendaraan yang terlibat diantaranya Bus Bagong Nopol B 7228 FGB, truk muatan durian Nopol AA 9631 BP, mobil jenis Honda CRV Nopol L 1923 […]

    Bagikan
  • Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Magetan Melonjak, Kini Tembus 9,82 Persen

    Cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Magetan Melonjak, Kini Tembus 9,82 Persen

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Magetan menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan mencatat cakupan PKG kini mencapai 9,82 persen per 14 Juli 2025, melonjak tajam dari sebelumnya hanya 0,23 persen pada pertengahan Mei lalu. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Magetan, Retnowati Hadirini, mengatakan […]

    Bagikan
  • Terjaring OTT, Ruang Kerja Bupati Hingga Sekda Ponorogo Disegel KPK

    Terjaring OTT, Ruang Kerja Bupati Hingga Sekda Ponorogo Disegel KPK

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel tiga ruangan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Pramono. Pantauan Sinergia di lapangan, penyegelan dilakukan di Gedung Pemerintahan lantai 8 Graha Krida Praja, yang merupakan salah satu pusat aktivitas […]

    Bagikan
expand_less