
Sinergia | Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah membawa dampak positif yang sangat terasa bagi petani di Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan. Kebutuhan pasokan sayur untuk memenuhi program tersebut membuat harga sejumlah komoditas pertanian naik signifikan, bahkan mencapai hampir dua kali lipat.
Ketua Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Pacalan, Puriyanto, mengungkapkan bahwa MBG memberi efek ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat, terutama para petani sayur. “Dampaknya luar biasa. Dengan adanya MBG, kebutuhan sayur meningkat dan harga panen petani bisa naik hampir 80 persen,” ujarnya Sabtu (22/11/2025).
Saat ini Kopdes Merah Putih Pacalan telah menjadi salah satu pemasok tetap program MBG, dengan dua titik dapur besar tujuan pengiriman. “Kami sudah memasok dua dapur, di Ngawi dan Surabaya. Pengirimannya seminggu dua kali, karena kalau setiap hari kami justru rugi di biaya transport,” jelas Puriyanto.
Program MBG membuat permintaan terhadap beberapa jenis sayuran melonjak drastis. Dua komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tajam adalah wortel dan buncis. Kedua sayur tersebut menjadi bahan utama menu harian dapur MBG. “Wortel itu setiap hari dibutuhkan, jadi harganya langsung meroket,” kata Puriyanto.
Harga wortel yang sebelumnya hanya Rp8.000 kini menembus Rp15.000 per kilogram. Sementara buncis yang semula Rp6.000 kini berada di kisaran Rp14.000–Rp15.000 per kilogram. Komoditas lain seperti timun dan sawi putih juga ikut terdongkrak harganya, meski tidak setinggi wortel dan buncis. Adapun kubis menjadi salah satu jenis sayur yang tidak ikut merasakan lonjakan permintaan karena tidak banyak digunakan dalam menu MBG.
“Harga kubis ya rendah, sekitar dua ribu sampai dua ribu lima ratus per kilo,” jelasnya.
Manfaat terbesar dari lonjakan harga ini dirasakan langsung oleh petani yang kini mendapatkan keuntungan lebih baik dari hasil panennya. “Alhamdulillah petani bisa menikmati harga sekarang. Mereka senang dengan adanya MBG,” tutur Puriyanto.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan memberi ruang yang lebih besar bagi petani lokal untuk terlibat dalam pasokan kebutuhan bahan pangan. “Harapannya ke depan MBG tetap berlanjut dan semakin melibatkan petani,” pungkasnya.
Program Makan Bergizi Gratis terbukti tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi pelajar sekolah, tetapi juga memberikan dorongan besar bagi sektor pertanian desa. Dengan harga yang meningkat dan permintaan yang konsisten, petani Pacalan kini menikmati hasil kerja yang lebih sepadan.(Nan/Krs).