Berita Terkini
Trending Tags

Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Suasana sejuk kawasan pedesaan Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kini punya daya tarik baru. Sebuah greenhouse modern berdiri, menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan. Di sinilah BUMDes Karya Maju mengembangkan budidaya melon Sweet Hami dengan sistem hidroponik yang diberi nama Jatera Agro.

Sejak dibangun pada akhir 2024, greenhouse ini sudah empat kali panen. Setiap masa panen, hasilnya mencapai lebih dari satu ton buah melon segar. Namun, yang paling menarik bukan hanya hasil panennya, melainkan bagaimana tempat ini menjelma menjadi wisata edukatif dan petik melon yang ramah keluarga.

Setiap masa panen, Jatera Agro selalu ramai oleh pengunjung. Salah satunya adalah Eko Setiawan, warga asal Magetan yang mengaku sudah beberapa kali datang untuk menikmati pengalaman memetik melon langsung.

“Saya sudah beberapa kali ke sini setiap panen. Buahnya enak, beda dengan yang dijual di pasaran. Kita bisa pilih dan petik sendiri, tempatnya juga bersih dan nyaman,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi pengunjung, sensasi memetik buah matang dari tangkainya sendiri menjadi pengalaman tersendiri—ditambah dengan rasa melon Sweet Hami yang terkenal manis dan berair.

Menurut Agus Supriyanto, pengelola Jatera Agro sekaligus tim teknis budidaya, proses penanaman di greenhouse ini menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), yang terbukti efisien dan ramah lingkungan.

“Kita mulai dari penyemaian, sekitar lima hari kemudian bibit dipindah ke lubang tanam. Setelah 23 hari dilakukan polinasi atau penyerbukan, dan umur 70 hari melon sudah bisa dipanen,” jelas Agus.

Dengan sistem ini, hama dan jamur bisa ditekan seminimal mungkin. Setiap tanaman hanya menghasilkan satu buah, dengan berat rata-rata antara 1,5 hingga 2 kilogram. Dalam satu kali panen, hasil totalnya mencapai sekitar satu ton.

“Untuk harga, per kilogramnya Rp25 ribu. Penjualan dibuka untuk umum sebagai wisata petik, tapi juga ada bakul yang membeli langsung dari sini. Bahkan pengunjung ada yang datang dari Madiun dan Ponorogo,” tambahnya.

Pada pembukaan pertama masa panen, omzet yang diperoleh sudah mencapai Rp5 juta. Itu dipastikan dapat meningkat hingga sekitar Rp20 juta hanya dalam 3 sampai 5 hari masa panen.

Keberhasilan Jatera Agro tentu tidak datang begitu saja. Cahyo Susilo, Direktur BUMDes Karya Maju, menceritakan perjalanan panjang yang dilalui sebelum akhirnya memilih sistem hidroponik.

“Awalnya kami mencoba tanam pisang, lalu beralih ke pepaya hawai. Tapi dua-duanya gagal karena hama. Akhir 2024 kami dapat bantuan usaha pemberdayaan dari Pemprov Jatim, dan dari pengalaman itu kami pilih fokus ke greenhouse hidroponik,” terang Cahyo.

Ia menambahkan, konsep ini bukan sekadar bisnis pertanian, tetapi juga sarana edukasi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami ingin tempat ini jadi wisata edukasi. Anak-anak TK dan SD bisa belajar menanam secara hidroponik. Mereka bisa reservasi lewat BUMDes, dan antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.

Kini, Jatera Agro bukan hanya menjadi sumber pendapatan baru bagi BUMDes, tetapi juga simbol inovasi desa Jambangan. Perpaduan antara teknologi pertanian modern, wisata edukatif, dan semangat pemberdayaan masyarakat menjadikan tempat ini contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan berdaya saing.

Dengan aroma manis melon yang semerbak di dalam greenhouse, siapa pun yang datang ke Jatera Agro akan pulang tak hanya membawa buah segar, tapi juga pengalaman yang segar — tentang bagaimana desa bisa tumbuh maju dengan karya yang berkelanjutan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    Jasad Sosok Pria Ditemukan Hanyut di Sungai Bengawan Madiun

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Warga Kota Madiun digemparkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang hanyut di aliran Sungai Bengawan Madiun, Minggu (07/12/2025) malam. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 22.50 WIB oleh warga yang melihat tubuh mengapung terbawa arus. Mendapat laporan itu, tim gabungan BPBD Kota Madiun bersama TNI dan Polri langsung […]

    Bagikan
  • 6 Anak Sanggar Tari Candra Waskita Harumkan Indonesia di Thailand

    6 Anak Sanggar Tari Candra Waskita Harumkan Indonesia di Thailand

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Enam anak dari Sanggar Tari Candra Waskita, Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, sukses tampil dalam ajang Indonesian Culture Night yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Thailand, Minggu (14/09/2025). Tanpa dukungan pemerintah, mereka tetap berangkat ke Negeri Gajah Putih dengan bermodal sumbangan akomodasi dari orang tua dan wali murid. Acara […]

    Bagikan
  • Jelang Ramadhan dan Lebaran Stok Beras Bulog Madiun Aman

    Jelang Ramadhan dan Lebaran Stok Beras Bulog Madiun Aman

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras di gudangnya aman selama momentum Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025. Pihak Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras yang ada di tiga gudang beras miliknya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kepala Bulog Cabang Madiun, Harisun menjelaskan stok beras yang ada […]

    Bagikan
  • Ribuan Ikan di Telaga Ngebel Kembali Mati, Diduga Akibat Naiknya Gas Belerang

    Ribuan Ikan di Telaga Ngebel Kembali Mati, Diduga Akibat Naiknya Gas Belerang

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Ribuan ikan nila milik pembudidaya di Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kembali ditemukan mati mengapung pada Rabu pagi (09/07/2025) sekitar pukul 07.00 WIB. Kematian massal ikan ini diduga kuat disebabkan oleh naiknya kandungan gas belerang dari dasar telaga akibat cuaca ekstrem yang tak menentu dan suhu udara yang sangat dingin dalam […]

    Bagikan
  • Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

    Petani Ponorogo Hadapi Penyakit Tanaman Padi, Gunakan Pestisida Alternatif Bubur California

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sejumlah tanaman padi milik petani di Ponorogo mengalami penyakit yang dikenal dengan istilah ‘asem-aseman’. Gejala awal penyakit ini terlihat dari daun padi yang menguning kemerahan, dimulai dari ujung, menjalar ke pangkal, hingga akhirnya mengering dan menyebabkan pertumbuhan terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengurangi hasil panen bahkan berpotensi menyebabkan gagal […]

    Bagikan
  • Perlintasan KA Di Magetan Dibuka Usai Kecelakaan Maut, Polisi Perketat Penjagaan

    Perlintasan KA Di Magetan Dibuka Usai Kecelakaan Maut, Polisi Perketat Penjagaan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Perlintasan kereta api berpintu di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kembali dibuka secara normal pada Senin (19/05/2025) petang setelah sempat ditutup akibat kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api Malioboro Ekspres dan tujuh pemotor. Kecelakaan pada Senin siang saat KA Malioboro Ekspres relasi Purwokerto–Malang menabrak tujuh pengendara sepeda motor […]

    Bagikan
expand_less