Berita Terkini
Trending Tags

Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 80
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jatera Agro, Wisata Petik Melon Edukatif dari BUMDes Karya Maju Jambangan, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Suasana sejuk kawasan pedesaan Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, kini punya daya tarik baru. Sebuah greenhouse modern berdiri, menjadi pusat perhatian warga dan wisatawan. Di sinilah BUMDes Karya Maju mengembangkan budidaya melon Sweet Hami dengan sistem hidroponik yang diberi nama Jatera Agro.

Sejak dibangun pada akhir 2024, greenhouse ini sudah empat kali panen. Setiap masa panen, hasilnya mencapai lebih dari satu ton buah melon segar. Namun, yang paling menarik bukan hanya hasil panennya, melainkan bagaimana tempat ini menjelma menjadi wisata edukatif dan petik melon yang ramah keluarga.

Setiap masa panen, Jatera Agro selalu ramai oleh pengunjung. Salah satunya adalah Eko Setiawan, warga asal Magetan yang mengaku sudah beberapa kali datang untuk menikmati pengalaman memetik melon langsung.

“Saya sudah beberapa kali ke sini setiap panen. Buahnya enak, beda dengan yang dijual di pasaran. Kita bisa pilih dan petik sendiri, tempatnya juga bersih dan nyaman,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi pengunjung, sensasi memetik buah matang dari tangkainya sendiri menjadi pengalaman tersendiri—ditambah dengan rasa melon Sweet Hami yang terkenal manis dan berair.

Menurut Agus Supriyanto, pengelola Jatera Agro sekaligus tim teknis budidaya, proses penanaman di greenhouse ini menggunakan sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), yang terbukti efisien dan ramah lingkungan.

“Kita mulai dari penyemaian, sekitar lima hari kemudian bibit dipindah ke lubang tanam. Setelah 23 hari dilakukan polinasi atau penyerbukan, dan umur 70 hari melon sudah bisa dipanen,” jelas Agus.

Dengan sistem ini, hama dan jamur bisa ditekan seminimal mungkin. Setiap tanaman hanya menghasilkan satu buah, dengan berat rata-rata antara 1,5 hingga 2 kilogram. Dalam satu kali panen, hasil totalnya mencapai sekitar satu ton.

“Untuk harga, per kilogramnya Rp25 ribu. Penjualan dibuka untuk umum sebagai wisata petik, tapi juga ada bakul yang membeli langsung dari sini. Bahkan pengunjung ada yang datang dari Madiun dan Ponorogo,” tambahnya.

Pada pembukaan pertama masa panen, omzet yang diperoleh sudah mencapai Rp5 juta. Itu dipastikan dapat meningkat hingga sekitar Rp20 juta hanya dalam 3 sampai 5 hari masa panen.

Keberhasilan Jatera Agro tentu tidak datang begitu saja. Cahyo Susilo, Direktur BUMDes Karya Maju, menceritakan perjalanan panjang yang dilalui sebelum akhirnya memilih sistem hidroponik.

“Awalnya kami mencoba tanam pisang, lalu beralih ke pepaya hawai. Tapi dua-duanya gagal karena hama. Akhir 2024 kami dapat bantuan usaha pemberdayaan dari Pemprov Jatim, dan dari pengalaman itu kami pilih fokus ke greenhouse hidroponik,” terang Cahyo.

Ia menambahkan, konsep ini bukan sekadar bisnis pertanian, tetapi juga sarana edukasi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kami ingin tempat ini jadi wisata edukasi. Anak-anak TK dan SD bisa belajar menanam secara hidroponik. Mereka bisa reservasi lewat BUMDes, dan antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.

Kini, Jatera Agro bukan hanya menjadi sumber pendapatan baru bagi BUMDes, tetapi juga simbol inovasi desa Jambangan. Perpaduan antara teknologi pertanian modern, wisata edukatif, dan semangat pemberdayaan masyarakat menjadikan tempat ini contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan berdaya saing.

Dengan aroma manis melon yang semerbak di dalam greenhouse, siapa pun yang datang ke Jatera Agro akan pulang tak hanya membawa buah segar, tapi juga pengalaman yang segar — tentang bagaimana desa bisa tumbuh maju dengan karya yang berkelanjutan.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    Belasan Siswi Tumbang Saat Upacara Hardiknas di Madiun, Diduga Akibat Dehidrasi

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-Alun Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), diwarnai insiden belasan siswi tumbang akibat kelelahan dan cuaca panas. Sebanyak 12 pelajar tingkat SMP dan SMA yang mengikuti upacara tersebut terlihat lemas, bahkan beberapa di antaranya mengalami kram dan pusing saat prosesi […]

    Bagikan
  • Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    Proyek Gedung Fraksi DPRD Madiun Capai 40 Persen, Sempat Deviasi 0,5 Persen

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Proyek pembangunan gedung fraksi DPRD Kabupaten Madiun mencapai sekitar 40 persen dan masih berada pada jalur target. Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Kabupaten Madiun, Rika Mekar Gumilang, mengatakan progres tersebut hanya mengalami deviasi tipis sebesar 0,5 persen akibat sempat terhenti selama sepekan. Penghentian sementara itu dipicu isu aksi dan kerusuhan yang […]

    Bagikan
  • Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    Pemkot Madiun Perkuat Langkah Percepatan Penanganan Stunting, Target Bebas Stunting 2027

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pemantauan rutin dan pendampingan lintas sektor. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun, dr. Denik Wuryani, menjelaskan bahwa pengukuran tinggi badan anak di posyandu menjadi indikator utama pemantauan setiap bulan. “Stunting itu fokus utamanya tinggi badan […]

    Bagikan
  • Viral Ritual Berpakaian Putih-Putih di Puncak Gunung Lawu, Diduga Terkait Bulan Suro

    Viral Ritual Berpakaian Putih-Putih di Puncak Gunung Lawu, Diduga Terkait Bulan Suro

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Puncak Gunung Lawu kembali menjadi sorotan usai viralnya video puluhan orang berpakaian putih melakukan ritual di sekitar tugu Trianggulasi, titik tertinggi Gunung Lawu. Video yang diunggah di media sosial itu telah disukai lebih dari 46 ribu kali dan menuai hampir 3.000 komentar. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat (11/07/2025) sekitar […]

    Bagikan
  • Pengawasan Satpol PP di Telaga Sarangan, Polemik Pedagang Keliling Kembali Mencuat

    Pengawasan Satpol PP di Telaga Sarangan, Polemik Pedagang Keliling Kembali Mencuat

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Magetan bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, serta pengawas danau melakukan pengawasan dan pembinaan di kawasan wisata Telaga Sarangan, Sabtu (16/8/2025). Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dugaan pelanggaran yang meresahkan pengunjung maupun pengelola wisata. Kabid Penegak Perda Satpol PP Magetan, Gunindar, menyampaikan bahwa […]

    Bagikan
  • KPAD Turun Tangan, Jumlah PSK Terdeteksi HIV dan Sifilis Bertambah

    KPAD Turun Tangan, Jumlah PSK Terdeteksi HIV dan Sifilis Bertambah

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Jumlah Penderita HIV dan sifilis dari 12 pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring operasi penyakit masyarakat bertambah. Total ada empat PSK yang terjaring Satpol PP Kabupaten Madiun terdeteksi mengidap HIV/AIDS serta dua orang di antaranya juga positif sifilis. Temuan tersebut diungkap Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun usai menindaklanjuti […]

    Bagikan
expand_less