Jembatan Mingging Kembali Terhubung, Akses Warga Semakin Mudah
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Jembatan Mingging di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, kini kembali dapat dimanfaatkan warga setelah sempat rusak akibat erosi dan derasnya arus sungai. Pembangunan jembatan dilakukan melalui Program Merah Putih Presisi.
Kerusakan jembatan berawal dari hancurnya dam atau bangunan pengaman jembatan akibat erosi. Kondisi tersebut kemudian membuat jembatan lama ikut rusak dan putus.
Akibatnya, akses warga di empat dukuh sempat terganggu selama kurang lebih satu tahun. Warga kemudian berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bambu agar aktivitas dan mobilitas tetap berjalan.
Kepala Dusun Mingging, Mesni, mengatakan hadirnya Jembatan Merah Putih Presisi sangat membantu masyarakat, terutama anak sekolah, petani, dan pedagang.
“Akhirnya empat dukuh warga empat dukuh ini sangat-sangat terbantu. Khususnya anak sekolah, akses anak sekolah, terus untuk bawa keluar masuk hasil panen,” kata Mesni.
Sebelum jembatan dibangun, kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Kondisi itu menyulitkan warga mengangkut hasil panen maupun kebutuhan sehari-hari. Kini, akses tersebut menjadi lebih mudah.
Mesni menjelaskan, selama jembatan utama putus, warga harus mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu selama sekitar satu tahun.
“Inisiatif warga itu buat jembatan darurat pakai bambu selama satu tahun. Setelah itu alhamdulillah ini dari TNI-Polri membangun Jembatan Merah Putih Presisi,” ujarnya.
Menurut Mesni, jembatan tersebut menjadi penghubung empat dukuh di Desa Grogol. Jalur ini juga dapat diteruskan menuju Desa Pangkal hingga ke arah Trenggalek.
“Ini satu desa, tapi penghubung Desa Grogol. Ada delapan dukuh, yang penghubung ini ada empat dukuh. Terus jalan ini bisa sampai Desa Pangkal,” jelasnya.
Meski demikian, akses menuju arah tersebut belum seluruhnya dapat dilalui kendaraan roda empat. Setelah jembatan, masih terdapat ruas jalan sekitar 1,5 kilometer yang kondisinya belum memadai.
“Bisa tembus Trenggalek, tapi sementara yang bisa roda empat setelah jembatan ini katakanlah 2,5 kilometer. Setelah itu masih rabat, masih kecil, kurang lebih 1,5 kilometer sudah sampai pemukiman,” kata Mesni.
Sementara itu, Kapolda Jatim , Irjen Pol. Nanang Avianto menyebut pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Infrastruktur yang sebelumnya rusak dan tidak memadai kini dibangun agar akses warga menjadi lebih baik.
“Jembatan ini bisa dimanfaatkan baik sama masyarakat, yang tadinya nggak ada atau mungkin kurang bagus jadi lebih bagus lagi,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Mingging menjadi salah satu upaya memperlancar mobilitas warga. Akses anak sekolah, petani, pedagang, hingga kendaraan pengangkut hasil panen kini semakin terbantu.
Kembalinya akses jembatan diharapkan tidak hanya memangkas jarak dan waktu tempuh, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di empat dukuh yang sebelumnya terdampak putusnya akses. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez



