Berita Terkini
Trending Tags

Kampung Bahasa Bulukerto Magetan Tawarkan Belajar Empat Bahasa Gratis, Target Jadi Pusat Pembelajaran Bahasa

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kampung Bahasa Bulukerto ajarkan empat bahasa gratis. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya melestarikan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dilakukan Pemerintah Kelurahan Bulukerto, Kabupaten Magetan, melalui program Kampung Bahasa. Program yang digagas sejak 2023 itu kini berkembang menjadi pusat pembelajaran gratis yang mengajarkan empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, dan Arab. Bahkan, pesertanya pun mencapai ratusan orang dari berbagai daerah.

Tak hanya diikuti warga Bulukerto, peserta juga datang dari sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Seluruh kegiatan difasilitasi pemerintah kelurahan tanpa dipungut biaya.

Kepala Kelurahan Bulukerto, Widya Yusti Atlisiaji, mengatakan saat pertama kali bertugas di Bulukerto pada Maret 2023, dirinya menemukan konsep Kampung Bahasa yang baru sebatas penanda atau tulisan tanpa aktivitas pembelajaran.

Melihat potensi tersebut, ia kemudian mengajak sejumlah rekan yang memiliki kompetensi di bidang kebahasaan untuk menghidupkan kembali program tersebut hingga akhirnya terbentuk berbagai kelas bahasa.

“Saat saya datang, embrionya sudah ada, tetapi belum ada kegiatan belajar. Kami kemudian mengajak para relawan dan tenaga yang kompeten untuk bersama-sama mengembangkan kelas bahasa hingga akhirnya berjalan seperti sekarang,” ujarnya.

Menurut Widya, tujuan utama Kampung Bahasa bukan sekadar mengajarkan teori, melainkan membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan maupun dunia kerja.

“Orang yang memiliki keterampilan akan lebih mudah bertahan di mana pun berada. Karena itu kami ingin peserta memiliki kemampuan berbahasa yang benar-benar bisa dipraktikkan,” katanya.

Untuk menunjang hal tersebut, metode pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik. Sebanyak 75 persen materi berupa praktik, sedangkan 25 persen teori, sehingga peserta didorong berani berbicara dan menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini tersedia empat kelas utama, yaitu bahasa Jawa melalui pembelajaran pranatacara atau pembawa acara adat, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Masing-masing kelas dibagi untuk anak-anak, remaja hingga orang dewasa dengan jadwal belajar pada sore hari setelah peserta menyelesaikan aktivitas sekolah maupun bekerja.

Widya mengungkapkan, jumlah peserta terus bertambah dan secara keseluruhan telah mencapai ratusan orang. Antusiasme masyarakat dari luar daerah juga cukup tinggi, terutama pada kelas pranatacara bahasa Jawa.

“Siapa saja yang ingin belajar kami persilakan datang ke Bulukerto. Gratis. Harapan saya suatu saat Bulukerto bisa menjadi pusat belajar bahasa sehingga masyarakat dari berbagai daerah datang ke sini untuk menimba ilmu,” tuturnya.

Image Not Found
Kelas pranatacara Jawa jadi favorit peserta di Bulukerto. Foto : Kus-Sinergia

Sebagai bentuk pengembangan program, pada tahun 2026 Kelurahan Bulukerto juga berencana membuka bimbingan belajar intensif gratis bagi siswa kelas VI SD sebagai persiapan memasuki jenjang SMP dengan tenaga pengajar yang kompeten.

Salah satu kelas yang paling diminati adalah kelas pranatacara bahasa Jawa. Selain melatih kemampuan berbicara menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar, peserta juga mempelajari filosofi adat istiadat Jawa, khususnya dalam prosesi pernikahan dan berbagai kegiatan adat lainnya.

Pengajar kelas pranatacara, Sartono, mengatakan pembelajaran tersebut menjadi salah satu langkah nyata menjaga kelestarian budaya Jawa agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Melalui kelas ini kami ingin generasi muda memahami bahasa Jawa sekaligus filosofi yang terkandung dalam setiap prosesi adat. Seorang pranatacara tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami makna setiap rangkaian acara,” jelasnya.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang bersedia menjadi pranatacara sehingga budaya Jawa tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Salah seorang peserta, Neneng Dwi Astuti, mengaku mengikuti kelas pranatacara karena ingin memperdalam kemampuan bahasa Jawa yang juga mendukung profesinya sebagai tenaga pendidik.

Awalnya ia hanya ingin menambah wawasan, namun setelah mengikuti beberapa kali pertemuan justru menemukan banyak pengalaman baru, terutama mengenai teknik membawakan acara menggunakan bahasa Jawa.

“Saya sebelumnya lebih sering menggunakan bahasa Indonesia saat menjadi MC. Setelah mengikuti kelas ini ternyata menyusun dan menyampaikan pranatacara bahasa Jawa memiliki tantangan tersendiri. Meski masih banyak belajar, prosesnya sangat menyenangkan,” ungkap Neneng.

Melalui Kampung Bahasa, Kelurahan Bulukerto berharap lahir generasi muda yang tidak hanya menguasai berbagai bahasa asing, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    Sosok dr. Yunus Mahatma Tercatat Pernah Pimpin RSUD dr Sayidiman Magetan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sosok dr Yunus Mahatma rupanya bukan nama baru di dunia kesehatan publik Jawa Timur. Sebelum menjabat sebagai Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo, ia pernah memimpin RSUD dr Sayidiman Magetan. Jejak kepemimpinannya pun masih tercatat dalam laman resmi rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magetan tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya […]

    Bagikan
  • Gerombolan Pemuda Misterius Kembali Berulah, Kapolres Siap Menindak Tegas

    Gerombolan Pemuda Misterius Kembali Berulah, Kapolres Siap Menindak Tegas

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Aksi sekelompok pemuda tidak di kenal kembali terjadi di Magetan. Kali ini peristiwanya berada di Jalan Raya masuk wilayah Kec Parang, dan Kec Nguntoronadi, pada Sabtu malam (21/12/2024). Kuat dugaan aksi para pemuda yang terekam video itu merupakan aksi serangan balik, atas kejadian pada Jumat malam (20/12/2024). Menanggapi peristiwa tersebut, […]

    Bagikan
  • Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka seleksi terbuka dan kompetitif untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Seleksi ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor: 051/402.201/PANSEL/2026 dan dibuka sejak 13 Januari hingga 28 Januari 2026. Seleksi tersebut digelar sebagai upaya Pemkab Madiun untuk mengisi jabatan strategis Sekretaris Daerah secara […]

    Bagikan
  • DJKA Investigasi Insiden Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Tabrak 7 Motor di Magetan

    DJKA Investigasi Insiden Kecelakaan KA Malioboro Ekspres Tabrak 7 Motor di Magetan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menanggapi terkait insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) 170 Malioboro Ekspres dan 7 sepeda motor di perlintasan JPL 08, kawasan Stasiun Magetan, Senin (19/5/2025). Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 12.49 WIB ini menyebabkan empat orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka berat. […]

    Bagikan
  • Anggota DPRD Ngawi Dengarkan Dakwaan Perkara Dugaan Gratifikasi Rp. 9,8 Miliar

    Anggota DPRD Ngawi Dengarkan Dakwaan Perkara Dugaan Gratifikasi Rp. 9,8 Miliar

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Persidangan kasus dugaan gratifikasi yang menyeret anggota DPRD Ngawi, Winarto, mulai digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya pada Selasa (09/09/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ngawi membacakan dakwaan yang menyebutkan bahwa Winarto menerima gratifikasi senilai Rp9,8 miliar serta terlibat manipulasi pajak daerah dalam proses pembebasan lahan PT GFT Indonesia […]

    Bagikan
  • Usulkan Rp. 14 Miliar, Pemkab Ponorogo Siapkan Penataan Kawasan Wisata Religi Makam Setono

    Usulkan Rp. 14 Miliar, Pemkab Ponorogo Siapkan Penataan Kawasan Wisata Religi Makam Setono

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan rencana menjadikan kompleks makam Bathara Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, sebagai kawasan wisata religi yang terintegrasi. Salah satu langkah serius terlihat dari peninjauan langsung yang dilakukan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP-CK) Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, Kamis (31/07/2025). Dalam […]

    Bagikan
expand_less