Berita Terkini
Trending Tags

Kebakaran Lereng Lawu Ancam Satwa Liar, Anak Rusa Ditemukan Mati Terjebak Api

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sinergia | Magetan – Kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam habitat satwa liar yang hidup di kawasan tersebut. Dalam penanganan kebakaran selama dua hari terakhir, petugas menemukan seekor anak rusa mati setelah diduga terjebak kobaran api.

Kebakaran terjadi di sekitar Petak 50+A1 RPH Bedagung, BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu Ds, kawasan yang menjadi habitat berbagai jenis satwa liar. Selain rusa, kawasan tersebut diketahui dihuni babi hutan, burung Elang Bido, burung sriti, hingga macan tutul yang keberadaannya diketahui dari laporan masyarakat yang beraktivitas di sekitar hutan.

Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Mulyadi mengatakan, petugas yang masih bersiaga di kawasan terdampak kebakaran turut memantau keberadaan satwa liar. Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui dampak kebakaran sekaligus menyelamatkan satwa yang masih berada di sekitar lokasi.

Salah satu perhatian petugas adalah keberadaan sarang burung Elang Bido di salah satu pohon pinus di kawasan Petak 50+A1. Sarang tersebut berada di ketinggian belasan meter dan diduga masih digunakan untuk berkembang biak.

Saat api mendekati lokasi tersebut, dua ekor Elang Bido terdengar terus mengeluarkan suara nyaring. Kondisi itu menjadi perhatian petugas karena kobaran api sempat bergerak mendekati pohon tempat sarang berada.

Namun, pergerakan api berhasil dilokalisasi sehingga pohon dan sarang Elang Bido tersebut tidak ikut terbakar.

“Untuk sarang Elang Bidonya aman, tapi pada hari pertama kemarin ada satu ekor anak rusa yang mati akibat terjebak api. Untuk satwa lain tidak kami temukan mati,” ujar Mulyadi.

Menurut Mulyadi, rusa dan Elang Bido bukan satu-satunya satwa yang hidup di kawasan tersebut. Babi hutan dan burung sriti juga kerap ditemukan di sekitar hutan. Sementara keberadaan macan tutul diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan.

Kebakaran juga mengubah kondisi habitat satwa di kawasan tersebut. Sejumlah pohon pinus yang sebelumnya tumbuh rindang dan hijau kini terlihat hangus setelah terdampak kobaran api.

Perubahan kondisi habitat tersebut menjadi perhatian karena kawasan hutan tidak hanya berfungsi sebagai tutupan vegetasi, tetapi juga menjadi tempat berlindung dan mencari makan berbagai satwa liar.

Petugas Perhutani bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan di kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali menyala. Selain itu, apabila ditemukan satwa yang terjebak di sekitar lokasi kebakaran, petugas berupaya mengarahkannya menuju kawasan yang lebih aman.

“Kalau ditemukan satwa yang terjebak di lokasi kebakaran, kami upayakan untuk ditolong. Untuk macan tutul tentu penanganannya berbeda,” kata Mulyadi.

Penanganan terhadap satwa liar, terutama satwa yang berpotensi membahayakan manusia seperti macan tutul, dilakukan dengan pendekatan berbeda dan mempertimbangkan keselamatan petugas maupun masyarakat. Kebakaran di lereng Lawu ini sebelumnya juga menyebabkan aktivitas pendakian Gunung Lawu ditutup sementara. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi risiko terhadap pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan pengendalian dan pemantauan kawasan terdampak kebakaran.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menilik RTH Tematik Perjuangan Kemerdekaan RI di Kota Madiun (3)

    Menilik RTH Tematik Perjuangan Kemerdekaan RI di Kota Madiun (3)

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dengan menghadirkan sejumlah RTH yang menggabungkan keindahan taman dan nilai sejarah. Di antaranya adalah Monumen Perjuangan Peta, Ruang Terbuka Hijau (RTH) TGP, dan Monumen Obor yang kini menjadi tempat favorit bagi warga yang ingin berkunjung. 1. Monumen Perjuangan Peta Yang terletak di […]

    Bagikan
  • Tim Tenis Persit Koorcab Rem 081 Juara I, Danrem Untoro Siap Kucurkan Bonus

    Tim Tenis Persit Koorcab Rem 081 Juara I, Danrem Untoro Siap Kucurkan Bonus

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Sinergia | Surabaya – Tim Tenis Persit Koorcab Rem 081 berhasil meraih juara pada kejuaraan tenis dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) yang digelar di Lapangan Tenis Brawijaya, Surabaya, pada 27-28 Januari 2026. Kepastian gelar juara tersebut diperoleh setelah pada partai final, Rabu (28/1/2026), mereka sukses menundukkan Tim Persit Gabungan yang terdiri […]

    Bagikan
  • Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    Hanya 1 SMP Negeri di Kartoharjo, Ini Langkah Dindik Kota Madiun pada SPMB 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kota Madiun dipastikan tetap berjalan normal meski Kecamatan Kartoharjo hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri, yakni SMP Negeri 8 Madiun. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, menegaskan kondisi tersebut selama ini tidak menimbulkan persoalan serius karena akses antarwilayah […]

    Bagikan
  • Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    Kepala Desa Taji Ajukan Pengunduran Diri, BPD Belum Terima Surat Resmi

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Jabatan Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, tengah menjadi sorotan setelah Sigit Supriyadi diketahui membuat surat pengunduran diri. Dokumen tersebut ditandatangani pada 19 Desember dan dibubuhi materai sebagai bentuk keabsahan. Dalam isi surat itu, Sigit menegaskan bahwa keputusan mundur dilakukan atas keinginan pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. […]

    Bagikan
  • Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Tekil, Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Kamis (27/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi hutan dan terus menjalar ke sejumlah petak lainnya. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Mandor Perhutani, Sunyoto, menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan milik warga di sekitar kawasan hutan. Api […]

    Bagikan
  • Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    Mesin Pencacah TNI Buatan Denpal V/1 Bantu Peternak, Ini Keunggulannya

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Memanfaatkan bahan-bahan rongsokan dari bekas suku cadang mobil yang kondisinya rusak berat, Denpal V/1 Madiun di jajaran Korem 081/DSJ berhasil menciptakan mesin pencacah pakan ternak berkemampuan tinggi. Saat diuji coba langsung kepada para peternak di Madiun, kemampuan mesin itu diakui mampu menghancurkan berbagai limbah pertanian untuk pakan ternak. Bahkan mencacah […]

    Bagikan
expand_less