Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Momen Idul Adha Jadi Berkah Bagi Perajin Tusul Sate Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Perajin tusuk sate di Madiun kebanjiran pesanan jelang Idul Adha. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Hari Raya Idul Adha 2026, perajin tusuk sate di Kabupaten Madiun justru kebanjiran pesanan dari berbagai daerah. Permintaan tak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga luar provinsi hingga luar Pulau Jawa.

Lonjakan pesanan itu dirasakan Nahrowi, perajin tusuk sate asal Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Dalam tiga pekan terakhir, produksi tusuk sate miliknya meningkat drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau biasanya sekitar 50 kilogram per hari, sekarang minimal bisa sampai 1 kuintal,” kata Nahrowi, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, jenis tusuk sate yang paling banyak dicari saat ini adalah tusuk sempol. Dalam sepekan, permintaan dari Tangerang saja bisa mencapai 3 kuintal. Sementara untuk kebutuhan Idul Adha, tusuk sate ukuran 20 sentimeter dan 22 sentimeter paling banyak diburu pelanggan dari wilayah lokal seperti Caruban, Magetan, dan Ngawi.

“Yang paling ramai tusuk sempol. Kalau tusuk sate kambing ukuran 20 dan 22 sentimeter banyak untuk kebutuhan kurban,” ujarnya.

Meski permintaan melonjak, Nahrowi memilih tidak menaikkan harga jual. Ia tetap mematok harga Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram, tergantung ukuran tusuk sate.

Image Not Found
Produksi tusuk sate di Madiun naik dua kali lipat saat Idul Adha. Foto : Tova-Sinergia

Untuk ukuran 15, 18, dan 20 sentimeter dijual Rp13 ribu per kilogram. Sedangkan ukuran 22 sentimeter dibanderol Rp14 ribu per kilogram.

Dalam sehari, Nahrowi mampu memproduksi 40 hingga 80 kilogram tusuk sate secara mandiri tanpa tambahan pekerja. Tingginya permintaan membuat dirinya harus bekerja hingga larut malam demi memenuhi pesanan pelanggan.

“Sekarang hampir tiap malam lembur terus,” katanya.

Selain memproduksi sendiri, Nahrowi juga menerima setoran tusuk sate dari tetangga sekitar untuk membantu pemasaran. Cara itu dilakukan agar perputaran modal para perajin tetap berjalan selama permintaan sedang tinggi.

Ia mengaku, pesanan dari berbagai daerah mulai berdatangan setelah produk tusuk sate miliknya dipromosikan anaknya melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook.

“Awalnya dipromosikan lewat TikTok sama Facebook. Lama-lama banyak yang tahu dan pesan dari luar daerah,” ungkapnya.

Tak hanya melayani pesanan lokal, Nahrowi juga rutin mengirim tusuk sate hingga ke Makassar. Bahkan menjelang Idul Adha tahun ini, sejumlah pondok pesantren turut memesan dalam jumlah besar.

“Nanti siang ada pesanan dari Pondok Pesantren Mayak Ponorogo, sekitar 20 ribu tusuk,” ujarnya.

Untuk bahan baku, Nahrowi memastikan stok bambu masih aman dan mudah diperoleh dari wilayah Kecamatan Dagangan. Ia menggunakan bambu ori dan bambu petung agar kualitas tusuk sate tetap terjaga.

Menurutnya, bambu ori lebih diminati karena ujung tusuk lebih awet dan tetap tajam meski dipakai berulang kali.

Nahrowi memperkirakan permintaan tusuk sate masih akan tinggi hingga H+3 Idul Adha, seiring masih berlangsungnya penyembelihan hewan kurban pada hari Tasyrik. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Desa Merah Putih Belum Bisa Ajukan Pinjaman, Terkendala Dokumen Kelembagaan

    Koperasi Desa Merah Putih Belum Bisa Ajukan Pinjaman, Terkendala Dokumen Kelembagaan

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Madiun belum dapat mengakses fasilitas pinjaman dari bank pemerintah karena terkendala kelengkapan dokumen kelembagaan. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Kopdeskel Merah Putih, koperasi ini berhak mengajukan pinjaman hingga Rp3 miliar. Kepala […]

    Bagikan
  • Mengintip Keseruan Para Remaja Bermain Layangan Aduan di Ponorogo

    Mengintip Keseruan Para Remaja Bermain Layangan Aduan di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Libur sekolah menjadi momen yang dimanfaatkan anak-anak dan remaja di Ponorogo untuk bermain layangan aduan. Setiap sore, Lapangan Panahan Suromenggolo dipenuhi belasan warga yang memainkan permainan tradisional ini. Meski terkesan jadul, layangan aduan rupanya masih menjadi primadona, terutama di kalangan kawula muda. Permainan layangan aduan atau yang dikenal dengan istilah […]

    Bagikan
  • Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Telaga Sarangan, 88 Ribu Wisatawan Sumbang PAD Rp1,64 Miliar

    Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Telaga Sarangan, 88 Ribu Wisatawan Sumbang PAD Rp1,64 Miliar

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Momentum libur sekolah menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Magetan. Objek wisata andalan Telaga Sarangan mencatat lonjakan kunjungan selama periode 22 Juni hingga 12 Juli 2026 dengan total 88.368 wisatawan, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan, Didik […]

    Bagikan
  • Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    Penanganan RTLH di Kabupaten Madiun Tahun 2026 Turun 50 Persen, Ribuan Rumah Menunggu Perbaikan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun— Upaya penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Madiun pada 2026 mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, sehingga jumlah rumah yang dapat ditangani tahun ini berkurang hampir separuh. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun mencatat, sepanjang 2026 hanya sekitar […]

    Bagikan
  • DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    DPRD-Pemkot Madiun Sepakati LPJ Pelaksanaan APBD 2024, Ini Sejumlah Catatan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun kembali menggelar rapat paripurna pada Rabu (28/05/2025), dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Fraksi-Fraksi DPRD Kota Madiun tetap kritis dalam pandangan akhir terhadap LPJ Pelaksanaan APBD […]

    Bagikan
  • Lahan Sekolah Rakyat di Magetan Telah Siap, Target Dibangun Akhir 2026

    Lahan Sekolah Rakyat di Magetan Telah Siap, Target Dibangun Akhir 2026

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Magetan mulai menunjukkan titik terang. Kepala Dinas Sosial Magetan, Parminto Budi, mengungkapkan bahwa lahan yang diusulkan di wilayah Kecamatan Karangrejo telah memenuhi persyaratan hasil survei dari Kementerian PUPR. “Dari hasil survei, luasan lahan sudah sesuai syarat minimal, yakni sekitar enam hektare lebih. Kami sudah mengusulkan […]

    Bagikan
expand_less