Berita Terkini
Trending Tags

Kota Madiun Catat Deflasi keempat di Tahun 2025

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kegiatan jual beli di Pasar Besar kota Madiun, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat, pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. Ini menjadi deflasi keempat sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya terjadi pada Januari, Februari, dan Mei.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, menjelaskan bahwa secara tahunan (year on year/YoY), Agustus 2025 dibanding Agustus 2024, Kota Madiun mengalami inflasi sebesar 2,20 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender dari Januari hingga Agustus tercatat 1,41 persen.

“Deflasi bulan ini dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,82 persen dengan andil 0,22 persen,” jelas Azis, Selasa (09/09/2025).

Menurutnya, kondisi inflasi di Kota Madiun masih dalam kategori terkendali. Pemerintah menargetkan inflasi berada pada kisaran 2,5 persen plus minus satu, atau di rentang 1,5–3,5 persen.

“Sekarang range masih aman di Kota Madiun karena inflasi tahun kalender berada di angka 1,41 persen, sementara inflasi tahunan 2,20 persen,” tambahnya.

Meski demikian, Azis mengingatkan agar tetap waspada menghadapi potensi inflasi di bulan-bulan mendatang, terutama Oktober hingga Desember. Hal ini lantaran beberapa komoditas hortikultura yang saat ini mengalami penurunan harga, seperti tomat, cabai rawit, sayur mayur, dan bawang merah, sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Sekarang produksi hortikultura cukup bagus karena curah hujan rendah. Namun bila hujan tinggi pada bulan-bulan berikutnya, bisa menghambat produksi dan berpotensi mendorong inflasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar pasokan komoditas tetap dijaga meski cadangan masih tersedia.

“Faktanya, di pasaran masih ada harga yang cukup tinggi. Jadi tetap harus hati-hati,” pungkasnya.

Surya Wibawa – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

    Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen Magetan Tersisa Satu Syarat Administrasi

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Proses pendirian Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Magetan memasuki tahap akhir. Hampir seluruh persyaratan teknis dan administrasi telah dipenuhi, tinggal menunggu terbitnya rekomendasi pelepasan status tanah dari Kementerian ATR/BPN. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menjelaskan bahwa upaya Magetan untuk mendapatkan SR permanen telah berlangsung panjang sejak […]

    Bagikan
  • Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    Antusiasme Tinggi, Kuota Program Balik Gratis Pemkab Madiun Habis Kurang dari 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Antusiasme masyarakat terhadap program Balik Gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menjelang arus balik Lebaran 2026 sangat tinggi. Kuota yang disediakan untuk ratusan penumpang bahkan langsung habis dalam waktu kurang dari 24 jam sejak pendaftaran dibuka. Program yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun itu mulai membuka pendaftaran pada Kamis […]

    Bagikan
  • Kedai Djakal Magetan Dibobol Maling, Uang Penjualan Senilai Rp. 4 Juta Raib

    Kedai Djakal Magetan Dibobol Maling, Uang Penjualan Senilai Rp. 4 Juta Raib

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Aksi pembobolan kembali terjadi di wilayah Kota Magetan. Kali ini, sasaran pelaku adalah Kedai Djakal yang berlokasi di Jalan Kalimantan, Kelurahan Kepolorejo, pada Selasa (13/1/2026) dini hari. Kejadian tersebut baru diketahui oleh Adindi, karyawan kedai yang masuk kerja pada shift pagi. Dirinya mendapati kondisi mencurigakan ketika tiba di tempat kerja sekitar […]

    Bagikan
  • Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Ponorogo Masuk 10 Besar Penghasil Padi Jatim, Pemkab Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Kabupaten yang dikenal sebagai Bumi Reog ini tercatat masuk 10 besar daerah penghasil padi di Jawa Timur. Meski dihadapkan pada luas lahan pertanian yang relatif lebih kecil dibandingkan kabupaten lain. Plt Bupati […]

    Bagikan
  • 107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    107 Ribu Penumpang Serbu Daop 7 Madiun, Puncak Mudik Terungkap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Memasuki hari ke-9 masa angkutan Lebaran 2026, jumlah penumpang kereta api yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun terus meningkat signifikan. Hingga Kamis (19/3/2026) pukul 09.00 WIB, total kedatangan penumpang tercatat mencapai 107.798 orang, sementara penumpang berangkat sebanyak 59.076 orang. Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan arus kedatangan pemudik masih […]

    Bagikan
  • Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    Kebakaran Gunung Tekil Meluas, Diduga Merembet dari Pembakaran Lahan Warga

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Tekil, Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Kamis (27/8/2026). Kobaran api membakar vegetasi hutan dan terus menjalar ke sejumlah petak lainnya. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Mandor Perhutani, Sunyoto, menyebut api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan milik warga di sekitar kawasan hutan. Api […]

    Bagikan
expand_less