Berita Terkini
Trending Tags

Kecacingan Domba Bisa Pangkas Nilai Produksi hingga Jutaan Rupiah per Bulan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Edukasi IPB University tentang substitusi parsial obat cacing sintetis. Foto : Istimewa

Sinergia | Bogor – Kecacingan pada domba kerap dianggap sebagai gangguan kesehatan biasa. Padahal, jika tidak dikenali dan ditangani sejak dini, infeksi parasit dapat menghambat pertumbuhan ternak, menurunkan efisiensi pemanfaatan pakan, memperpanjang masa pemeliharaan, hingga memangkas nilai produksi peternak.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen IPB University bersama kelompok ternak Kandangku Farm, Bogor, pada Juli 2026. Edukasi tersebut membahas cara mengenali gejala kecacingan sekaligus dampaknya terhadap produktivitas dan ekonomi usaha peternakan.

Tim pengabdian melibatkan Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko, Dr. drh. Dwi Budiono, dan Dr. Novia Amalia Sholeha, bersama kelompok ternak Kandangku Farm yang diketuai Ahmad Rizal Fahmi, S.P.

Menurut Dr. drh. Dwi Budiono, deteksi dini menjadi salah satu kunci untuk mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi kerugian yang lebih besar. Peternak perlu mencermati perubahan kondisi ternak sebelum gejala berkembang menjadi parah.

“Peternak tidak seharusnya menunggu sampai ternak mengalami kondisi berat baru melakukan tindakan. Keterampilan mengamati gejala kecacingan dan melakukan penanganan secara tepat merupakan hal penting yang harus dikuasai peternak,” ujar Dwi.

Sejumlah perubahan fisik dan performa dapat menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan peternak. Di antaranya kondisi tubuh semakin kurus, pertumbuhan lambat, bulu terlihat kusam, penurunan performa, hingga perubahan konsistensi feses pada kondisi tertentu.

Pada infeksi parasit tertentu yang menyebabkan kehilangan darah atau protein, domba juga dapat mengalami pucat pada selaput mata serta pembengkakan di bawah rahang yang dikenal sebagai bottle jaw.

Namun, gejala tersebut tidak selalu secara spesifik menunjukkan kecacingan. Karena itu, apabila terdapat dugaan infeksi, pengamatan kondisi ternak perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang tepat.

Kecacingan tidak hanya mengganggu kesehatan ternak, tetapi juga berpengaruh terhadap efisiensi usaha peternakan. Dr. Tekad Urip Pambudi Sujarnoko menjelaskan, domba yang mengalami gangguan parasit berpotensi tidak mampu memanfaatkan nutrisi pakan secara optimal. Akibatnya, pertambahan bobot badan dapat lebih rendah dibandingkan potensi yang seharusnya dicapai.

“Pakan dapat diformulasikan dengan tepat dan ternak memiliki potensi genetik yang baik, tetapi apabila mengalami kecacingan, pemanfaatan nutrien dan pertumbuhan ternak dapat terganggu sehingga menimbulkan kerugian produksi yang signifikan,” kata Tekad.

Dampak ekonominya kemudian berlapis. Ketika pertumbuhan domba melambat, peternak berpotensi membutuhkan waktu pemeliharaan lebih panjang untuk mencapai bobot jual yang ditargetkan. Artinya, kerugian bukan hanya berasal dari bobot badan yang tidak tercapai, tetapi juga dari tambahan biaya pakan dan pemeliharaan.

Besarnya potensi kerugian dapat digambarkan melalui simulasi sederhana. Jika seekor domba kehilangan potensi pertambahan bobot badan sebesar 20 gram per hari selama 30 hari, maka terdapat potensi kehilangan pertambahan bobot sekitar 0,6 kilogram per ekor.

Image Not Found
Edukasi IPB University tentang kecacingan domba. Foto : Istimewa

Kandangku Farm memelihara hingga 200 ekor domba. Dengan asumsi seluruh ternak mengalami kecacingan dan harga jual saat kurban mencapai Rp120.000 per kilogram bobot hidup, potensi kehilangan nilai produksi mencapai Rp14,4 juta per bulan.

Perhitungan tersebut berasal dari 0,6 kilogram kehilangan bobot dikalikan Rp120.000 per kilogram dan 200 ekor domba. Angka ini merupakan ilustrasi berdasarkan asumsi dalam kegiatan edukasi, bukan angka kerugian aktual yang pasti dialami peternak.

Kecacingan juga bukan persoalan yang asing bagi Kandangku Farm. Ketua kelompok ternak, Ahmad Rizal Fahmi, mengatakan pihaknya pernah mengalami dampak serius akibat infeksi parasit tersebut.

“Kandangku Farm pernah mengalami kerugian produksi yang cukup besar dan kematian ternak akibat cacingan terutama di musim awal penghujan, sampai pernah pada feses ternak terdapat cacing,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, peternak berada di garis terdepan dalam mendeteksi perubahan kondisi ternak karena setiap hari berinteraksi langsung dengan domba. Perubahan perilaku, nafsu makan, kondisi tubuh, warna mukosa, maupun performa ternak dapat menjadi tanda awal yang perlu mendapat perhatian.

Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengetahuan peternak dalam melakukan pengamatan. Ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan dan penularan parasit, kecacingan berpotensi menjadi masalah yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman peternak di lapangan. Dosen memberikan pemahaman mengenai keterkaitan kesehatan, nutrisi, dan produktivitas, sementara peternak menyampaikan persoalan nyata yang dihadapi dalam pengelolaan ternak sehari-hari.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa kesehatan ternak memiliki dimensi ekonomi yang tidak bisa diabaikan. Kecacingan yang tampak sebagai persoalan kecil pada satu ekor domba dapat berkembang menjadi masalah produksi ketika menyerang banyak ternak dan berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, menjaga domba dari kecacingan bukan hanya soal mempertahankan kesehatan ternak. Langkah tersebut juga berkaitan dengan menjaga pertumbuhan, mengoptimalkan pemanfaatan pakan, mengendalikan biaya pemeliharaan, dan mempertahankan keuntungan usaha peternakan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • 125 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Ponorogo

    125 Siswa Resmi Jadi Peserta Didik Baru Sekolah Rakyat Ponorogo

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebanyak 125 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA resmi ditetapkan sebagai peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo. Penetapan itu ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang berlangsung di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo, Senin (14/07/2025) siang. SK tersebut menjadi bukti sah bahwa mereka kini tercatat […]

    Bagikan
  • Tumpahan Semen Cor Ganggu Lalu Lintas, Damkar Madiun Lakukan Pembersihan

    Tumpahan Semen Cor Ganggu Lalu Lintas, Damkar Madiun Lakukan Pembersihan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petugas Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun membersihkan tumpahan semen cor yang mengganggu arus lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman, Selasa (10/2/2026). Tumpahan semen terjadi di dua titik, yakni di pertigaan timur Taman Asti Caruban dan pertigaan timur SMAN 1 Mejayan. Material semen yang mengeras di badan […]

    Bagikan
  • Rapat Paripurna DPRD Ponorogo Bahas Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi Terkait Raperda P-APBD 2025

    Rapat Paripurna DPRD Ponorogo Bahas Jawaban Bupati atas Pandangan Fraksi Terkait Raperda P-APBD 2025

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025. Rapat tersebut berlangsung pada Senin (30/06/2025) di ruang sidang paripurna gedung DPRD Ponorogo, dan dihadiri […]

    Bagikan
  • Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Dana LKK, Kejari Periksa 20 Saksi

    Penyelidikan Dugaan Penyimpangan Dana LKK, Kejari Periksa 20 Saksi

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penanganan dugaan penyelewengan dana Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) di Kota Madiun sementara ini tertahan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menunggu hasil audit kerugian negara yang telah diajukan ke Inspektorat untuk melanjutkan proses penyelidikan. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Madiun, Arfan Halim, mengungkapkan penyelidikan saat ini fokus pada […]

    Bagikan
  • Satpol PP Ponorogo Tertibkan PKL yang Gunakan Trotoar untuk Berjualan

    Satpol PP Ponorogo Tertibkan PKL yang Gunakan Trotoar untuk Berjualan

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar, Kamis (03/07/2025). Penertiban dilakukan di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Gajah Mada, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Diponegoro. Kepala Satpol PP Ponorogo, Eko Edi […]

    Bagikan
  • Awas! Penipuan Aktivasi IKD, Jangan Asal Ikuti Instruksi di WA atau Telepon

    Awas! Penipuan Aktivasi IKD, Jangan Asal Ikuti Instruksi di WA atau Telepon

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magetan mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Penipuan ini dilakukan dengan cara menghubungi warga melalui pesan WhatsApp maupun telepon. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Magetan, Noor Endah Fillaili, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghubungi warga […]

    Bagikan
expand_less